<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815</id><updated>2011-11-28T06:53:27.234+07:00</updated><category term='Ekuintek'/><category term='Berita Nasional'/><category term='Artikel'/><category term='Kabar Bidwan'/><category term='Kabar Humas'/><category term='Kabar Ranting'/><category term='Tarbiyah'/><category term='Kabar Propinsi'/><category term='Rihlah'/><category term='Kabar Daerah'/><title type='text'>DPC PARTAI KEADILAN SEJAHTERA KECAMATAN NGAWEN</title><subtitle type='html'>BANGKITLAH NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA...!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>69</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-7826654434452963038</id><published>2009-01-28T08:55:00.003+07:00</published><updated>2009-01-28T09:04:16.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Maaf , Kami Beda...!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SX-8Hesf6EI/AAAAAAAAAbY/Wu1p5n-HJ5E/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SX-8Hesf6EI/AAAAAAAAAbY/Wu1p5n-HJ5E/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296158523495802946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, kami bukan partai murahan&lt;span class="fullpost"&gt; seperti itu. Sebelum jadi partai pun kami sudah aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan, apalagi untuk Palestina. Jauh sebelum itu, para qiyadah kami sudah menggadai nyawa demi Palestina. Bagi kami, Al-Quds bukan di seberang lautan, melainkan sejarak uluran tangan. Memang hanya sedikit yang bisa kami lakukan, namun Allah Maha Teliti perhitungan-Nya.&lt;br /&gt;Maaf, seandainya yang kami lakukan tempo hari itu dianggap kampanye. Jika kampanye adalah berkumpul, hura-hura, bersorak-sorai, sambil mengenakan atribut partai, maka kami bukanlah partai yang menggantungkan diri pada hal tersebut. Kami hanyalah sekelompok hamba Allah yang sederhana dan mudah dikenali. Jangankan dengan atribut partai, tanpa atribut pun biasanya orang mudah mengenali kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Al-Qur’an, tidak ada shibghah yang lebih kental daripada shibghah Allah. Sudah pernahkah Anda mendengar kata ini? Jika kaus putih Anda berwarna merah setelah dicelup dalam cairan pewarna merah, itulah shibghah. Iman memang letaknya di dalam hati, namun tak mungkin sepenuhnya disembunyikan. Adakalanya hati ini bangkit ‘izzah-nya dan meluap-luap sampai orang-orang bisa melihatnya dari sorot mata, gurat senyum, dan tangan yang terkepal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, kami memang tak pernah mementingkan atribut. Atribut apa pun yang dipakai, orang bilang kami ini begitu mudah dikenali. Kami hanya berdoa, itulah shibghah Allah; yang lebih kentara warnanya daripada warna-warni lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sadar bahwa kami hidup di tengah-tengah peradaban yang begitu mementingkan atribut. Dengan atribut pun media massa masih tidak adil terhadap umat Islam; seolah-olah umat ini tak pernah memeras keringat demi negara. Masih ada saja yang bilang, “Buat apa mengurusi Palestina, sementara negeri sendiri ditelantarkan?” Sebagian diantara kami berkesimpulan bahwa inilah yang terjadi jika atribut ditanggalkan. Orang tidak tahu (atau pura-pura tidak tahu) bahwa kami pun ikut menyumbang negeri ini dengan darah, keringat, dan air mata. Oleh karena itu, kami pun tak berani meremehkan atribut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, pikiran kami tak pernah sampai ke tempat yang Anda-Anda bicarakan. Beberapa hari sebelum aksi itu, SMS bertebaran. Salah satu SMS yang kami terima berbunyi : “Kerahkan semua tenaga demi Palestina! Sumbangkan waktu, tenaga, suara dan hartamu untuk jihad! Ikutilah aksi demonstrasi mendukung Palestina, dari Bundaran HI sampai Kedubes Amerika pada 02/01/09! Kenakan atribut partai, tunjukkan bahwa kader PKS bulat suaranya mendukung saudara-saudara kita di Palestina!” Sebagian SMS yang lain nadanya lebih formil, namun kurang lebih seperti itu. Tak sekalipun terdengar seruan untuk mendulang suara dari melayangnya nyawa para syuhada di Palestina. Tak ada secuil pun usaha untuk menarik simpati masyarakat kepada PKS. Semua orang tahu siapa kami, dan semua orang tahu bagaimana sikap kami terhadap Palestina. Kami tidak pernah merasa perlu melakukan kampanye dengan cara begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, jika definisi “partai politik” dalam benak Anda berbeda dengan kami. Hemat kami, parpol hanyalah satu dari sekian banyak sarana yang dapat digunakan, mulai dari memberantas korupsi, menyusun regulasi, mendukung agenda pengentasan kemiskinan, sampai advokasi terhadap perjuangan rakyat Palestina. Partai kami tidak banyak duit, sehingga kami tidak bisa mendulang suara dengan cepat lewat jalur money politic. Kami tidak menjanjikan uang atau nasi bungkus kepada kader-kader kami untuk berkumpul di sekitar Bundaran HI. Mereka datang jauh-jauh dari Depok, Bogor, bahkan Cimahi dan Majalengka, murni dengan biaya sendiri. Mereka rogoh kantung sendiri untuk datang dan menunjukkan pada saudara-saudaranya di Palestina bahwa di negeri ini masih banyak yang peduli dengan nasib mereka. Mereka bahkan diinstruksikan untuk membawa bekal sendiri, meskipun alhamdulillaah sebagian besar berhasil mengkoordinir konsumsi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ikatan yang lebih kuat daripada kewarganegaraan, ikatan perjanjian, ataupun pertalian darah. Aqidah-lah yang membuat mereka mengesampingkan semua agenda pada hari itu demi membela saudara-saudaranya yang mati dibunuh dan hidup ditindas. Aqidah-lah yang membuat jarak sebentang samudera bagaikan hanya sejarak uluran tangan saja. Mereka adalah saudara-saudara kami. Orang tua mereka adalah orang tua kami, dan anak-anak mereka adalah anak-anak kami. Betapa pedih hati ini memikirkan penderitaan mereka, dan betapa menderita hati kami karena begitu sedikitnya bantuan yang bisa kami berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, barangkali pikiran kami memang demikian terlena dengan korban yang terus berjatuhan di Palestina. Ketika diminta berkumpul, kami pun menjawab panggilan itu. Menggunakan atribut partai adalah refleks, karena memang kami adalah kader partai. Banyak juga kader yang tidak punya atribut partai dan datang seadanya. Tapi tak mengapa, karena memang kami tidak mementingkan atribut. Itu hanya refleks semata, sekedar untuk menunjukkan identitas. Memang pikiran kami terfokus penuh kepada Palestina, sehingga lupa pada aturan Pemilu. Pasalnya, partai kami ini memang tidak hanya sibuk menjelang Pemilu. Bagi kami, Pemilu hanyalah satu dari sekian banyak hal dalam agenda partai. Kampanye kami tidak mesti dengan bendera dan pengerahan massa, melainkan yang utama adalah dengan pemikiran dan prestasi. Semua orang tahu siapa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, saat itu kami memang tak pernah kepikiran tentang Pemilu. Bukan sekali ini saja kami mengerahkan sekian ribu kader untuk mendukung Palestina. Jika 7% pemilih pada tahun 2004 yang lalu memilih PKS, maka kami ingin semua orang tahu bahwa yang 7% itu semuanya mendukung Palestina. Itulah manfaat atribut bagi kami, lainnya tidak. Palestina menyita banyak sekali ruang pikiran kami, sehingga perebutan suara di Pemilu esok hari terlupakan begitu saja. Maaf jika hal ini barangkali sulit dipercaya, namun demikianlah adanya. Anda tahu siapa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, kebanyakan diantara kami memang tak bisa memberikan rumah bertingkat, mobil mewah, atau sekolah keluar negeri bagi anak-anak dan istri kami. Namun kami berusaha sebisanya untuk menjaga kehangatan keluarga. Kami ikat keluarga kami, bukan hanya dengan ikatan keluarga, melainkan juga dengan aqidah. Ayah, istri, dan anak-anak, semuanya turut mendukung dakwah. Karena mendukung Palestina adalah tuntutan aqidah, maka kami tak sempat lagi memikirkan Pemilu dan segenap aturannya. Mungkin jika Anda melepaskan sejenak kacamata politik konvensional yang selalu Anda kenakan itu, Anda akan paham apa yang kami jelaskan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan pula jika reaksi kami berbeda dengan persangkaan orang banyak. Anda punya kekuatan hukum dan politik untuk menjebloskan para qiyadah kami ke penjara, tapi Anda takkan punya kuasa untuk memadamkan api dakwah. Anda semestinya belajar dari Mesir, Turki, atau Palestina; negeri-negeri di mana dakwah tidak pernah (dan takkan) punah. Kami bukan partai picisan yang hilang akal jika qiyadah kami dipenjara atau dibunuh sekalipun, dan qiyadah kami bukanlah aktifis kemarin sore yang terkencing-kencing ketakutan diancam dengan terali besi. Buya Hamka, Sayyid Quthb, Ahmad Yassin dan banyak mujahid lain telah mengikuti jejak Nabi Yusuf as. yang tak berhenti berkembang dari balik jeruji. Jika Allah menghendaki para ulama untuk masuk penjara, itu artinya mereka dipanggil untuk menyendiri bersama-Nya. Insya Allah ketika sudah lulus dari ‘madrasah penjara’, mereka telah berkembang menjadi pribadi yang jauh lebih perkasa dan jauh lebih menyeramkan di mata musuh-musuh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, kami memang beda. Tapi kami meminta maaf bukan karena berbeda, melainkan karena belum berhasil membuat Anda mengerti. Semua orang tahu siapa kami. Anda pun pasti tahu. Adakalanya kami berbuat kesalahan, lupa dan lalai, namun hal itu tentunya tak sampai membuat orang lupa siapa kami ini sebenarnya. Kami takkan berhenti memperjuangkan apa yang selama ini kami perjuangkan, dan melawan apa yang selama ini kami lawan. Namun kami janji, lain kali akan lebih waspada terhadap tipu daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaamu’alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;a href="http://akmal.multiply.com/journal/item/716/Maaf_Kami_Beda"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; akmal.multiply.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-7826654434452963038?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7826654434452963038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7826654434452963038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2009/01/maaf-kami-beda.html' title='Maaf , Kami Beda...!!!'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SX-8Hesf6EI/AAAAAAAAAbY/Wu1p5n-HJ5E/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-5619793360690169523</id><published>2008-11-21T10:41:00.001+07:00</published><updated>2008-11-21T10:49:30.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Renungan seorang Akh....</title><content type='html'>"Akh, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da'wah. Tapi &lt;br /&gt;belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana &lt;br /&gt;melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh."Begitu keluh &lt;br /&gt;kesah seorang mad'u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang &lt;br /&gt;murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam &lt;br /&gt;diri mad'unya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ? " &lt;br /&gt;sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. &lt;br /&gt;" Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa &lt;br /&gt;dengan prilaku beberapa ikhwah yang justru tidak Islami. Juga dengan &lt;br /&gt;organisasi dakwah yang Ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi &lt;br /&gt;anggota-anggotanya. Bila begini terus, Ana mendingan sendiri saja." &lt;br /&gt;Jawab mad'u itu. &lt;br /&gt;Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari &lt;br /&gt;roman di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan &lt;br /&gt;jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, bila suatu &lt;br /&gt;kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu &lt;br /&gt;ternyata sudah sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya &lt;br /&gt;banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa &lt;br /&gt;yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang &lt;br /&gt;murobbi dengan kiasan bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan &lt;br /&gt;berfikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam &lt;br /&gt;melalui kiasan yang amat tepat. " Apakah antum memilih untuk terjun &lt;br /&gt;kelaut dan berenang sampai tujuan?". Sang murobi mencoba memberi &lt;br /&gt;opsi. "Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. &lt;br /&gt;Bebas dari bau kotoran manusia, merasa kesegaran air laut, atau &lt;br /&gt;bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi itu hanya sesaat. &lt;br /&gt;Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan?. Bagaimana bila &lt;br /&gt;ikan hiu datang. Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam &lt;br /&gt;datang, bagaimanan antum mengatasi hawa dingin?" serentetan &lt;br /&gt;pertanyaan dihamparkan dihadapan sang mad'u. Tak ayal, sang mad'u &lt;br /&gt;menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan &lt;br /&gt;sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang &lt;br /&gt;dihormati justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan &lt;br /&gt;keinginannya. &lt;br /&gt;"Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan &lt;br /&gt;yang paling utama menuju ridho Allah? &lt;br /&gt;" Bagaimana bila ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh &lt;br /&gt;jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan &lt;br /&gt;mobil itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya? . Tanya &lt;br /&gt;sang murobbi lagi. &lt;br /&gt;Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya. Tiba-&lt;br /&gt;tiba ia mengangkat tangannya:"Cukup akhi, cukup. Ana sadar.. maafkan &lt;br /&gt;Ana…. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk &lt;br /&gt;mendapatkan medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana &lt;br /&gt;diperhatikan… " . &lt;br /&gt;Biarlah yang lain dengan urusan pribadinya masing-masing. Biarlah &lt;br /&gt;ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan &lt;br /&gt;membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala &lt;br /&gt;kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana". Sang &lt;br /&gt;mad'u berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya. &lt;br /&gt;Sang murobbi tersenyum "Akhi, jama'ah ini adalah jamaah manusia. &lt;br /&gt;Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi &lt;br /&gt;dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka &lt;br /&gt;miliki . Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah &lt;br /&gt;untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi &lt;br /&gt;manusia terbaik pilihan Allah." "Bila ada satu dua kelemahan dan &lt;br /&gt;kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. &lt;br /&gt;Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik &lt;br /&gt;mereka, hapuslah kesalahan mereka dimata antum dengan kebaikan-&lt;br /&gt;kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, &lt;br /&gt;belum tentu antum lebih baik dari mereka." &lt;br /&gt;"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah &lt;br /&gt;jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu &lt;br /&gt;disikapi dengan jalan itu , maka kapankah dakwah ini dapat berjalan &lt;br /&gt;dengan baik?" sambungnya panjang lebar. "Kita bukan sekedar pengamat &lt;br /&gt;yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding &lt;br /&gt;sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. &lt;br /&gt;Tapi kita adalah da'i. kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi &lt;br /&gt;amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. &lt;br /&gt;Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin &lt;br /&gt;memperuncing masalah.&lt;br /&gt;"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. &lt;br /&gt;Bara yang tadinya kecil.tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala &lt;br /&gt;api yang yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!" "Bekerjalah &lt;br /&gt;dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih &lt;br /&gt;sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. &lt;br /&gt;Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isyu &lt;br /&gt;atau gosip tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan &lt;br /&gt;segala ghil antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, &lt;br /&gt;Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya. " &lt;br /&gt;Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraaan melebar &lt;br /&gt;dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang &lt;br /&gt;mad'u bergegas mengambil wudhu untuk berqiyamu lail. Malam itu. Sang &lt;br /&gt;mad'u sibuk membangunkan mad'u yang lain dari asyik tidurnya. &lt;br /&gt;Malam itu sang mad'u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap &lt;br /&gt;berputar bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan &lt;br /&gt;diperolehnya. Demikian yang kami harapkan dari antum sekalian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-5619793360690169523?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5619793360690169523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5619793360690169523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/11/renungan-seorang-akh.html' title='Renungan seorang Akh....'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3735578391494157961</id><published>2008-11-03T08:24:00.005+07:00</published><updated>2008-11-03T08:53:33.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rihlah'/><title type='text'>First Action ....!!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SQ5U8k2sjYI/AAAAAAAAAbQ/L6wK5HB4VtA/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SQ5U8k2sjYI/AAAAAAAAAbQ/L6wK5HB4VtA/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264238414104661378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ngawen&lt;/span&gt;, Sabtu malam minggu, 1 Nopember 2008,Malam kian larut, hujan lebat yang mengguyur bumi ngawen mulai mereda, menyisakan hujan rintik - rintik yang mengiringi dinginnya malam. Di pinggir jalan, tepatnya disebuah warung HIK, satu persatu pria berjenggot ( ada yang tebal ada yang tipis ...) berkumpul dan merencanakan sesuatu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah jajaran pengurus dan kader DPC PKS Ngawen, yang malam itu akan duel dengan pemuda dukuh soprayan desa kahuman dalam sebuah pertandingan Futsal persahabatan yang memang menjadi program kader PKS untuk menjaga kebugaran tubuh, disamping juga sebagai sarana refresing setelah sepekan bergelut di bidangnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita,setelah sampai di lapangan futsal kanjengan, dibawah rintik hujan kedua kubu langsung saling menggebrak, Gol demi gol tercipta, yang pada akhirnya kedudukan akhir adalah 20 : 8 kemenangan untuk kubu pemuda soprayan, namun hal itu tidak menjadi masalah karena memang pertempuran ini sebagai sarana Tarbiyah Jasadiyah yang memang menjadi kewajiban setiap kader PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal menarik, saat pertama tim PKS masuk lapangan dan semua memakai kaos PKS dengan nomor punggung 8 yang besar, para penonton yang sebagian besar remaja heran, " Lho koq nomor punggungnya 8 semua ?", iya mas itu nomernya PKS timpal salah seorang kader menjelaskan, Ooooooo......(wah sekalian kampanye nich...eh, salah, sosialisasi nich.....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti program - program seperti ini akan terus digulirkan, karena sudah banyak kubu - kubu dari pemuda dukuh lainnya antri menunggu untuk ber duel dengan tim Futsal PKS Ngawen.... Ayo siapa berikutnya? (abusaid)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3735578391494157961?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3735578391494157961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3735578391494157961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/11/first-action.html' title='First Action ....!!!!'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SQ5U8k2sjYI/AAAAAAAAAbQ/L6wK5HB4VtA/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-8990675566474300843</id><published>2008-10-28T10:48:00.000+07:00</published><updated>2008-10-28T10:50:33.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>Adhyaksa Sematkan Tanda 2500 Saksi PKS Klaten</title><content type='html'>PK-Sejahtera Online: Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Klaten selenggarakan HALAL BI HALAL dan SILATURAHIM bersama Dr. ADHYAKSA DAULT, MSi dengan Kader, Simpatisan, Konstituen, dan Tokoh Masyarakat se Kabupaten Klaten.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhelatan tersebut di gelar Ahad 26 Oktober 2008 di GOR Gelarsena Klaten mulai jam 08.00 s/d 11.30 (InsyaAllah). HALAL BI HALAL yang mengambil tema “Kokohkan Kebersamaan, Raih Kemenangan” ini bertepatan dengan momentum delapan puluh (80) tahun Sumpah Pemuda, dengan semangat Sumpah Pemuda ini pula kini saatnya kemenangan bagi Pemimpin muda sebagaimana yang di usung PKS selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Adhyaksa Dault, MSi sebagai salah satu kader terbaik PKS yang diamanhi sebagia Menpora hadir menyampaikan tausiyah/ ceramah Halal bi Halal dan Silaturahim dalam acara tersebut. Selain itu, lelaki kelahiran Donggala, ini menyematkan tanda secara simbolis kepada 2500 Saksi- saksi PKS Klaten dalam menyukseskan pemilu 2009 kelak, serta membubuhkan tanda tangan pada bola Fans Adhyaksa, yang terdiri dari 3 kelommpok pemuda ngawen yang juga menyatakan dukungan penuhnya pada pemenangan PKS pada 2009. Bersama anggota bela diri Tifan PKS Adhyaksa menampilkan kemampuan bela dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ikrar Halal bi Halal di sampaikan calon anggota DPD RI H.M Anik Syahuri, LC. Dalam acara tersebut akan di laounchingkan Gema Keadilan, wadah kepemudaan PKS. Akan di bacakan pula teks Sumpah Pemuda oleh tim kepanduan dan di meriahkan oleh Parade Nasyid dan penampilan Free Stile Ball.(pks jateng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-8990675566474300843?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8990675566474300843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8990675566474300843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/10/adhyaksa-sematkan-tanda-2500-saksi-pks.html' title='Adhyaksa Sematkan Tanda 2500 Saksi PKS Klaten'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-5902904076605760734</id><published>2008-09-15T02:08:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T02:13:33.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Fiqh I’tikaf</title><content type='html'>Oleh: Ahmad Sahal Hasan, Lc&lt;br /&gt;dakwatuna.com - Dalam tinjauan bahasa Arab, al-i’tikaf bermakna al-ihtibas (tertahan) dan al-muqam (menetap)[1].&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan definisinya menurut para fuqaha adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْمُكْثُ فِي الْمَسْجِدِ بِنِيَّةِ القُرْبَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetap di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لُزُومُ الْمَسْجِدِ لِطَاعَةِ اللهِ وَالاِنْقِطَاعِ لِعِبَادَتِهِ، وَالتَّفَرُّغِ مِنْ شَوَاغِلِ الْحَيَاةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetap di masjid untuk taat dan melaksanakan ibadah kepada Allah saja, serta meninggalkan berbagai kesibukan dunia.[3]&lt;br /&gt;Hukum dan Dalil Disyariatkannya I’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukumnya sunnah, dan sunnah muakkadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan.[4] I’tikaf menjadi wajib jika seseorang telah bernadzar untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (Al-Baqarah (2): 125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Nabi Muhammad saw selalu i’tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Dan pada tahun wafatnya, beliau i’tikaf selama dua puluh hari. (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَوْلُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ [رواه البخاري ومسلم]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah ra berkata: Rasulullah saw melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) sampai Allah mewafatkan beliau. Kemudian para istrinya melakukan i’tikaf sepeninggal beliau. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sepakat bahwa i’tikaf seorang istri harus seizin suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dan Manfaat I’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa tujuan disyariatkannya i’tikaf adalah agar hati terfokus kepada Allah saja, terputus dari berbagai kesibukan kepada selain-Nya, sehingga yang mendominasi hati hanyalah cinta kepada Allah, berdzikir kepada-Nya, semangat menggapai kemuliaan ukhrawi dan ketenangan hati sepenuhnya hanya bersama Allah swt. Tentunya tujuan ini akan lebih mudah dicapai ketika seorang hamba melakukannya dalam keadaan berpuasa, oleh karena itu i’tikaf sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan khususnya di sepuluh hari terakhir.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun manfaat i’tikaf di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Terbiasa melakukan shalat lima waktu berjamaah tepat waktu.&lt;br /&gt;   2. Terlatih meninggalkan kesibukan dunia demi memenuhi panggilan Allah.&lt;br /&gt;   3. Terlatih untuk meninggalkan kesenangan jasmani sehingga hati bertambah khusyu’ dalam beribadah kepada Allah swt.&lt;br /&gt;   4. Terbiasa meluangkan waktu untuk berdoa, membaca Al-Quran, berdzikir, qiyamullail, dan ibadah lainnya dengan kualitas dan kuantitas yang baik.&lt;br /&gt;   5. Terlatih meninggalkan hal-hal yang tidak berguna bagi penghambaannya kepada Allah swt.&lt;br /&gt;   6. Memperbesar kemungkinan meraih lailatul qadar.&lt;br /&gt;   7. Waktu i’tikaf adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah dan bertaubat kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun I’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun i’tikaf ada empat[6] :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mu’takif (orang yang beri’tikaf) ((المُعْتَكِفُ&lt;br /&gt;   2. Niat (النِّيَّة)ُ&lt;br /&gt;   3. Menetap (اللُّبْثُ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada batasan minimal yang disebutkan oleh Al-Quran maupun Hadits tentang lamanya menetap di masjid. Namun untuk i’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan waktu i’tikaf yang ideal dimulai pada saat maghrib malam ke-21 sampai maghrib malam takbiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Tempat i’tikaf (المُعْتَكَفُ فِيهِ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat I’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Syarat yang terkait dengan mu’takif : beragama Islam, berakal sehat, mampu membedakan perbuatan baik dan buruk (mumayyiz), suci dari hadats besar (tidak junub, haid, atau nifas).&lt;br /&gt;   2. Syarat yang terkait dengan tempat i’tikaf : masjid yang dilakukan shalat Jumat dan shalat berjamaah lima waktu di dalamnya agar mu’takif tidak keluar dari tempat i’tikafnya untuk keperluan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Membatalkan I’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kehilangan salah satu syarat i’tikaf yang terkait dengan mu’takif.&lt;br /&gt;   2. Berhubungan suami istri sebagaimana firman Allah swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kamu campuri mereka (istri-istrimu) itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. (Al-Baqarah (2): 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Keluar dengan seluruh badan dari tempat i’tikaf, kecuali untuk memenuhi hajat (makan, minum, dan buang air jika tidak dapat dilakukan di lingkungan masjid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluarkan sebagian anggota badan dari tempat i’tikaf tidak membatalkan i’tikaf sesuai dengan ungkapan ‘Aisyah ra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُخْرِجُ رَأْسَهُ مِنَ الْمَسْجِدِ وَهُوَ مُعْتَكِفٌ فَأَغْسِلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw mengeluarkan kepalanya dari masjid (ke ruangan rumahnya) saat beliau i’tikaf lalu aku mencucinya sedang aku dalam keadaan haid. (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adab atau hal yang harus diperhatikan oleh Mu’takif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Selalu menghadirkan keagungan Allah di dalam hati sehingga niatnya terus terjaga.&lt;br /&gt;   2. Menyibukkan diri dengan amal yang dapat mencapai tujuan i’tikaf.&lt;br /&gt;   3. Bersahaja dan tidak berlebihan dalam melakukan perbuatan mubah seperti makan, minum, berbicara, tidur dan hal-hal lain yang biasa dilakukan di luar masjid.&lt;br /&gt;   4. Menjauhi amal perbuatan yang dapat merusak tujuan i’tikaf seperti pembicaraan tentang materi (jual beli, kekayaan dan lain-lain).&lt;br /&gt;   5. Memelihara kebersihan diri dan tempat i’tikaf serta menjaga ketertiban dan keteraturan dalam segala hal.&lt;br /&gt;   6. Tidak melalaikan kewajiban yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya, seperti nafkah untuk keluarga, menolong orang yang terancam keselamatannya, dan lain-lain. Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] At-Ta’rifat karya ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali Asy-Syarif Al-Husaini Al-Jurjani atau sering disebut dengan Al-Jurjani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Mu’jam Lughah Al-Fuqaha karya Muhammad Rawwas Qal’ah Ji 1/76.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] http://syrcafe.com/vb/t14459.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Sunnah muakkadah ialah sunnah yang sangat dianjurkan karena hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Zadul Ma’ad 2/82.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Raudhah At-Thalibin wa ‘Umdah Al-Muftin karya Imam An-Nawawi: 1/281.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-5902904076605760734?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5902904076605760734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5902904076605760734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/fiqh-itikaf.html' title='Fiqh I’tikaf'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4411776417511420583</id><published>2008-09-15T02:03:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T02:06:35.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>MEMBANGUN TAKWA POLITIK DENGAN RAMADHAN</title><content type='html'>Menurut Bapak sosiologi Islam, Ibnu Khaldun, panggung politik dan kekuasaan adalah posisi yang banyak diidam-idamkan orang karena kenikmatannya. Di dunia politik ini, terkumpul segala macam kenikmatan, dari harta kekayaan yang berlimpah, kepuasan karena terpenuhinya kebutuhan fisik, dan kenyamanan psikologi (karena selalu dihormati).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kenyamanan ini, banyak orang bersaing untuk mendapatkannya. Dan kalau sudah berkuasa, sangat sedikit yang dengan sukacita menyerahkannya kepada orang lain.&lt;br /&gt;Karakter inilah yang barangkali bisa menafsirkan kita kepada sebuah fenomena kenapa mayoritas penguasa diturunkan dengan cara yang tidak formal, dan kenapa banyak pejabat mengalami post power syndrome saat turun dari jabatannya. Salah satu penyebab jeleknya citra politik di mata mayoritas adalah karena banyak penguasa yang berbuat semena-mena dengan lawan politiknya demi mempertahankan kekuasaannya.&lt;br /&gt;Benarkah politik itu sejatinya kotor, ataukah kekotoran itu adalah benalu kekuasaan di saat penguasa sudah lupa dengan tujuan semula saat dilantik menjadi pemimpin?&lt;br /&gt;Dengan penuh keyakinan, penulis menyatakan bahwa politik adalah salah satu agenda penting dalam dakwah. Politik adalah keniscayaan dalam mewujudkan totalitas beragama, dan politik adalah salah satu cara untuk menggapai taqwa. Tetapi dunia ini sangat rentan godaan, sehingga memerlukan energi besar agar praktisinya tidak mudah terjangkiti oleh virus-virus politik kotor.&lt;br /&gt;Lalu, apa kaitan Ramadhan dengan taqwa? Benarkah Ramadhan bisa menjadi solusi carut marutnya dunia perpolitikan? Mampukah Ramadhan menciptakan taqwa di sektor politik?&lt;br /&gt;Mencermati pernyataan Ibnu Khaldun di atas, penulis akan menggali sejauh mana Ramadhan mampu membangun karakter taqwa di dunia politik. Tulisan ini menyoroti dua sudut: Pertama, masyarakat terhadap penguasa, dan kedua, penguasa yang menjalankan roda pemerintahan.&lt;br /&gt;1. Masyarakat yang menentukan pilihan politik&lt;br /&gt;Masyarakat memiliki peran penting dalam membangun budaya taqwa dalam politik. Masyarakat yang bertaqwa, tidak akan membiarkan pemimpinnya berbuat semena-mena. Dalam pidato politik saat dikukuhkan menjadi Khalifah Islam setelah Rasulullah, Abu Bakar sadar betul bahwa kekuasaan mudah menyeret seseorang kepada penyelewengan.&lt;br /&gt;Karenanya, beliau meminta masyarakat - yang pada saat itu mayoritas bertaqwa - untuk memantau kinerja kepemimpinan beliau. Dalam pidatonya yang singkat beliau berkata,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku sekarang telah diangkat untuk menjadi pemimpin kalian, padahal aku sadar bahwa aku bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Jika aku profesional, maka dukunglah kinerjaku, tapi jika aku asal-asalan, maka luruskan diriku. Kejujuran adalah amanah, dan kebohongan adalah pengkhianatan… ”.&lt;br /&gt;Salah satu cara membentuk masyarakat taqwa adalah dengan metode Ramadhan. Ramadhan secara intensif melatih masyarakat muslim untuk mencintai nilai-nilai kebaikan, mampu menahan nafsu untuk tidak melakukan perbuatan keji. Bersemangat melaksanakan shalat secara berjamaah, dan berani menegur imamnya jika melakukan kekeliruan.&lt;br /&gt;Ramadhan yang sukses juga akan menekan persoalan bangsa yang sangat akut sekarang ini, yaitu korupsi. Karenanya, permasalahan serius yang disoroti Allah pasca ayat-ayat tentang Ramadhan adalah problematika korupsi, yang dalam ajaran Allah pemberantasannya baru akan efektif manakala dilakukan oleh orang-orang yang bertaqwa. Allah berfirman,&lt;br /&gt;“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui” (Al-Baqarah: 188).&lt;br /&gt;Ramadhan sangat intensif mengenalkan nilai-nilai kebaikan untuk masyarakat. Nilai-nilai yang diperkenalkan sangat bervariasi, mulai dari kedisiplinan, kejujuran, keikhlasan, melatih sikap empati, sampai kepada pengenalan hak-hak pemimpin dan yang dipimpin.&lt;br /&gt;Kedisiplinan dikenalkan lewat jadwal berbuka dan imsak, kapan boleh makan dan minum dan kapan tidak boleh; kapan waktu berangkat ke masjid, dan jam berapa harus bangun sahur. Kejujuran diasah lewat kesportifan orang untuk tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, meskipun tidak ada satu pun orang yang tahu dia melakukannya. Keikhlasan tumbuh dari praktek puasa yang tidak mungkin diketahui orang lain, kecuali kalau kita sendiri yang menceritakannya.&lt;br /&gt;Ramadhan melatih kita untuk lebih peduli terhadap sesama dengan program memberi makan orang yang berpuasa, memperbanyak infaq, sedekah, dan zakat. Ramadhan juga mengajarkan kita bagaimana memilih pemimpin dalam shalat, kapan harus menaatinya, dan bagaimana menegurnya jika berbuat kesalahan.&lt;br /&gt;Masyarakat Ramadhan dengan karakteristik di atas tidak mungkin tertarik memilih pemimpin yang tidak seirama dengan mereka, hanya karena tampilan fisik calon pemimpin, atau karena teror money politics. Mereka telah terbiasa dengan sukarela tidak makan seharian selama sebulan tanpa dibayar dengan uang. Andaikan ada yang ingin membayar mereka agar membatalkan puasa, mereka pasti tidak akan melakukan itu.&lt;br /&gt;Masyarakat Ramadhan juga tidak akan segan-segan memberikan peringatan kepada pemimpin yang salah. Mereka sangat sadar bahwa pilihan mereka harus mendukung nilai-nilai ketaqwaan yang telah mereka bangun dengan susah payah, sebagaimana mereka merasa tidak nyaman di saat shalat di belakang imam yang bacaan serta sikapnya tidak baik.&lt;br /&gt;Masyarakat Ramadhan juga tidak akan melanjutkan tradisi korupsi yang telah beranak-pinak. Mereka adalah orang pertama yang akan menghapus tradisi ini. Selama Ramadhan, mereka telah dilatih untuk memakan makanan yang halal dan thayyib, dan tidak akan korupsi pada saat berbuka dan sahur. Mereka tidak berani untuk berbuka sebelum waktunya, demikian juga dengan makan setelah waktu sahur lewat.&lt;br /&gt;Dengan sikap seperti itu, penguasa yang punya niat korupsi akan berfikir seribu kali untuk melakukannya, lantaran masyarakatnya tidak mendukung, bahkan akan mengadilinya. Suburnya korupsi di negeri ini adalah akibat banyaknya pejabat yang korup yang berkolaborasi dengan pengusaha atau rakyat yang membutuhkan bidang yang digarap oleh pejabat.&lt;br /&gt;2. Penguasa yang Menjalankan Roda Pemerintahan.&lt;br /&gt;Godaan kekuasaan sangat besar, baik harta, tahta maupun wanita. Penguasa sangat rentan dengan godaan harta. Banyak pengusaha yang siap menanamkan investasi jasa keuangannya jauh-jauh hari sebelum menjadi penguasa, dengan harapan nanti kalau berkuasa akan mendapatkan proyek-proyek besar.&lt;br /&gt;Kalau tidak berhasil mendekati penguasa atau calon penguasa, mereka coba masuk dari jalur keluarga, baik istri maupun anak-anak mereka. Banyak sudah pemimpin yang harus turun dari jabatannya lantaran skandal korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarga mereka.&lt;br /&gt;Pejabat juga sangat rentan dengan godaan wanita. Betapa banyak pemimpin yang harus meninggalkan tahtanya gara-gara terlibat skandal dengan wanita simpanan. Betah dengan tahta adalah godaan lain yang melekat kental di sebagian penguasa. Demi mempertahankan tahtanya, dia singkirkan lawan-lawan politiknya dengan berbagai macam cara. Ada yang dicampakkan ke dalam sel, ada yang diasingkan, bahkan ada yang dihabisi nyawanya.&lt;br /&gt;Tetapi pejabat yang telah dicelup dengan nilai Ramadhan dan sukses dalam prosesnya, Insya Allah lahir dengan tampilan yang berbeda. Ramadhan tidak hanya diwajibkan kepada masyarakat kecil, tetapi juga menyentuh kalangan pejabat. Ramadhan mengajarkan mereka untuk berhias dengan sifat jujur, cinta masjid, merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta, memperkecil nafsu serakah terhadap dunia, hati-hati dengan godaan lawan jenis, siap menerima kritik, memberantas korupsi dan lainnya.&lt;br /&gt;Kejujuran tumbuh dari terlatihnya mereka berpuasa tanpa harus berbuka, meskipun tidak dilihat oleh orang lain. Mereka juga sering ke masjid menyatu dengan rakyatnya untuk sama-sama shalat berjamaah. Seringnya mereka beribadah, insya Allah menjadikan mereka semakin merasakan kedekatan kepada Allah. Sehingga nafsu serakah dunia dan hebatnya godaan syahwat menjadi jinak dan terkendali..&lt;br /&gt;Penguasa yang bertaqwa seperti di atas, akan membawa dampak positif buat diri, keluarga, dan rakyatnya. Pemimpin yang lulus puasa Ramadhan adalah pemimpin yang salih secara pribadi, rajin beribadah, jujur, berdedikasi tinggi, siap menerima kritik membangun, tidak tergiur oleh berbagai godaan.&lt;br /&gt;Pemimpin yang lulus ujian Ramadhan adalah pemimpin yang berwibawa di dalam keluarganya, menjadi contoh buat isteri dan anak-anaknya, dan menciptakan lingkungan rumah yang kondusif buat ibadah kepada Allah. Ia adalah pemimpin yang selektif memilih bithanahnya (orang dekatnya) sehingga selalu mengingatkannya jika terjadi kekeliruan. Ia juga akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendukung terwujudnya nilai-nilai taqwa dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Di antara wujud nilai taqwa dalam kehidupan sehari-hari yang akan digulirkan oleh pemimpin jenis ini adalah: Gerakan Peduli Pemuda, Gerakan kembali mencintai masjid, menghidupkan nilai-nilai ukhuwah terhadap sesama, gerakan sumbangan sukarela dalam membangun kekuatan ekonomi negara, gerakan anti pornografi, gerakan menghidupkan malam dengan ibadah.&lt;br /&gt;Gerakan peduli pemuda tumbuh dari kesadaran pemimpin dalam merespon perintah Allah untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Kealfaan memperhatikan perkembangan pemuda berakibat fatal bagi kualitas keberagamaan mereka, sekaligus menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan suatu negara.&lt;br /&gt;Sedangkan gerakan kembali cinta masjid, muncul dari kenikmatan yang mereka dapatkan di saat sholat berjamaah dan merasakan dampak positifnya berkumpul di masjid jika dibandingkan dengan berkumpul di tempat-tempat keramaian yang lain. Nilai-nilai ukhuwah terbangun dengan seringnya berkumpul bersama di dalam tempat yang suci.&lt;br /&gt;Sumbangan sukarela dapat digerakkan karena rakyat melihat bahwa pemimpin mereka juga mengeluarkan infaq, sedekah, sama seperti yang mereka lakukan. Sedangkan gerakan anti pornografi dapat efektif karena pemimpinnya tidak pernah terperangkap dalam jerat ini dengan energi besar dari Ramadhan. Dan, gerakan mengisi keheningan malam dengan ibadah, mereka gulirkan saat merasakan betapa indahnya shalat tahajjuad dan i’tikaf di hari-hari akhir Ramadhan.&lt;br /&gt;Ramadhan yang menyentuh kutub pemimpin di satu sisi dan masyarakat di sisi yang lain, akan melahirkan ketaqwaan dari keduanya sekaligus. Pemimpin yang bertaqwa akan menggulirkan kebijakan-kebijakan yang menopang terealisasinya ketaqwaan di masyarakat. Dan, masyarakat yang bertaqwa akan menjadi pengawas berlangsungnya nilai-nilai ketaqwaan di kalangan elit.&lt;br /&gt;Sumber: 30 Tadabbur Ramadhan, MENJADI HAMBA ROBBANI, Meraih Keberkahan Bulan Suci&lt;br /&gt;Penulis: Dr. Achmad Satori Ismail, Dr. M. Idris Abdul Shomad, MA Samson Rahman, Tajuddin, MA, H. Harjani Hefni, MA A. Kusyairi Suhail, MA, Drs. Ahlul Irfan, MM, Dr. Jamal Muhammad, Sp.THT&lt;br /&gt;Source: IKADI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4411776417511420583?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hidayat-soeryana.blogspot.com/2007/10/artikel-serial-ramadhan-15.html' title='MEMBANGUN TAKWA POLITIK DENGAN RAMADHAN'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4411776417511420583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4411776417511420583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/membangun-takwa-politik-dengan-ramadhan.html' title='MEMBANGUN TAKWA POLITIK DENGAN RAMADHAN'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-8677172748438143854</id><published>2008-09-15T01:45:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T02:00:16.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>8 Pintu Surga</title><content type='html'>1.Darul Jalal namaku&lt;br /&gt;Dan kau lihat saja mutiara putihku&lt;br /&gt;Masuklah para nabi dan rasul-Nya&lt;br /&gt;Serta para dermawan pun syuhada&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Darussalam namaku&lt;br /&gt;Dan kau lihat yaqut merah melingkupiku&lt;br /&gt;Masuklah kau yang mendirikan shalat&lt;br /&gt;Dan menegakan rukun-rukun shalatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ma’wa namaku&lt;br /&gt;Dan kau lihat zabarjut yang hijau itu&lt;br /&gt;Masuklah kau yang selalu tunaikan zakatmu&lt;br /&gt;Dengan niat ikhlasmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Khuldi namaku&lt;br /&gt;Dan kau lihat merjan merah-kuning jadi satu&lt;br /&gt;Masuklah kau yang menyeru kepada kebajikan&lt;br /&gt;Pun mencegah kemungkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Na’im namaku&lt;br /&gt;Dan kau lihat perak putih menghiasiku&lt;br /&gt;Masuklah kau yang memelihara syahwatmu&lt;br /&gt;Pun mengekang nafsu – nafsu burukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Firdaus namaku&lt;br /&gt;Dan kau lihat emas merah menaungiku&lt;br /&gt;Masuklah kau yang membela agama samara&lt;br /&gt;Pun berjihad di jalan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Adn namaku&lt;br /&gt;Dan kau lihat intan putih berkilau indah&lt;br /&gt;Masuklah kau yang selalu sabar dalam hidupmu&lt;br /&gt;Pun menahan lapar dahaga di hari-harimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Darul Qarar namaku&lt;br /&gt;Kau lihat aku setali tiga uang dengan firdaus itu&lt;br /&gt;Masuklah kau yang bertaqwa dan menjaga pandanganmu&lt;br /&gt;Pun kau yang selalu berbuat kebaikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-8677172748438143854?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pks-dpcpancoran.blogspot.com/2008/09/8-pintu-surga.html' title='8 Pintu Surga'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8677172748438143854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8677172748438143854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/8-pintu-surga.html' title='8 Pintu Surga'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-6804115835273017106</id><published>2008-09-15T01:34:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T01:45:38.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>38 Parpol Ditetapkan Jadi Peserta Pemilu 2009</title><content type='html'>Komisi Pemilihan Umum menetapkan empat partai politik nasional tambahan peserta pemilu 2009, dengan demikian jumlah partai nasional peserta pemilu adalah 38.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan dan pengundian nomor urut empat partai nasional tambahan adalah Partai Merdeka, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia, Partai Sarikat Indonesia (tidak seperti yang diberitakan sebelumnya yaitu Partai Sarikat Islam), dan Partai Buruh, berlangsung di kantor KPU, di Jakarta, Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan penetapan dan pengundian nomor urut partai politik tambahan peserta pemilu adalah tindak lanjut dari putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Putusan PTUN mewajibkan KPU untuk memproses permohonan penggugat (empat partai) untuk menetapkan peserta pemilu 2004 berhak menjadi peserta pemilu 2009 sesuai dengan undang-undang," katanya saat membuka rapat pleno terbuka pengambilan dan penetapan nomor urut parpol tambahan peserta pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan nomor urut parpol sesuai dengan urutan abjad. Masing-masing pimpinan parpol maupun yang mewakili mengambil nomor urut yang telah disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengundian yakni Partai Merdeka mendapatkan nomor urut 41, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia mendapat nomor urut 42, Partai Sarikat Indonesia mendapat nomor urut 43, dan Partai Buruh mendapat nomor urut 44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, KPU telah menetapkan partai politik nasional peserta pemilu 2009 sebanyak 34 partai politik, dan 6 partai lokal Aceh peserta pemilu 2009 yaitu Partai Aceh Aman Sejahtera (35), Partai Daulat Atjeh (36), Partai Suara Independen Rakyat Aceh (37), Partai Rakyat Atjeh (38), Partai Aceh (39),dan Partai Bersatu Atjeh (40).(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Antara news&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-6804115835273017106?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6804115835273017106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6804115835273017106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/38-parpol-ditetapkan-jadi-peserta.html' title='38 Parpol Ditetapkan Jadi Peserta Pemilu 2009'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-2475643590019860685</id><published>2008-09-15T01:32:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T01:33:58.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Foto Caleg Tidak Dicantumkan Dalam Surat Suara.</title><content type='html'>Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan tidak akan mencantumkan foto calon anggota legislatif (caleg) pada lembaran surat suara. Pemasangan foto caleg dianggap tidak efisien dan akan memakai jumlah kertas yang lebih banyak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan yang dipilih KPU untuk desain surat suara adalah memanjang, bukan melebar, dengan pertimbangan ukuran bilik suara. Hal itu dikatakan anggota KPU, Abdul Aziz kepada SP di sela-sela pertemuan antara KPU pusat dan KPU provinsi seluruh Indonesia, di Jakarta, Senin (8/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aziz mengatakan, desain surat suara itu memang akan dikonsultasikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Desain yang melebar tidak memungkinkan kalau dilihat dari ukuran bilik suara. Desain surat suara yang memanjang lebih memungkinkan. Kalau menggunakan foto pada lembar surat suara, itu tidak bisa. Ukuran surat suara akan besar," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait penandaan, KPU memang belum mengeluarkan peraturan tentang itu, tetapi salah satu alternatif adalah dengan menggunakan contreng. Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary, mengatakan untuk surat suara sah KPU memutuskan untuk menganggap sah penandaan di luar contreng, seperti memberikan garis datar, garis, lingkaran, dan silang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, untuk sosialisasi diseragamkan dengan penggunaan penandaan dengan cara mencontreng. "Seragam di contreng. Tapi, untuk suara sah, kadang-kadang orang di daerah tidak terbiasa dengan contreng, jadi garis saja bisa. Tanda titik-titik tidak bisa, karena khawatir nanti surat suara rusak karena percikan tinta. Penandaan bintang juga boleh," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan pula, alat untuk penandaan di surat suara untuk sementara ini disepakati menggunakan spidol berwarna dan pulpen. Sayangnya, Hafiz tidak dapat menjelaskan jika menggunakan spidol berwarna kecenderungan adanya cipratan dari tinta atau spidol tersebut ke kolom lain apakah masih dapat dianggap sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum diatur secara terperinci. Misalnya, bagaimana kalau meleleh. Kalau menyebelah (tinta terpercik ke kolom sebelah). Yang mana diambil," kata Hafiz. Menurut dia, hal itu akan didiskusikan dengan DPR saat rapat dengar pendapat pada 15 September nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, untuk penandaan dapat dilakukan di kolom partai, nama calon, dan nomor urut calon. Tetapi, penandaan hanya dapat dilakukan di salah satu dari tiga kolom tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penandaan yang dilakukan di kolom partai dipastikan tidak akan mempengaruhi bilangan pembagi pemilih. Seperti diberitakan sebelumnya, KPU sudah menyiapkan empat desain surat suara. Undang-Undang 10/2008 tentang Pemilu Anggota Legislatif memang menyatakan KPU mengkonsultasikan desain surat suara dengan DPR dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Aziz mengatakan secara umum KPU menawarkan dua desain, yaitu memanjang ke atas dan melebar ke samping. Dalam rancangan Peraturan KPU tentang Surat Suara, disebutkan bahwa ada tiga ukuran kertas suara, yaitu 55 x 40 sentimeter, 42 x 80,5 sentimeter, dan 55 x 80 centimeter. Surat suara dicetak di atas kertas HVS 80 gram. [L-10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Suara Pembaruan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-2475643590019860685?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2475643590019860685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2475643590019860685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/foto-caleg-tidak-dicantumkan-dalam.html' title='Foto Caleg Tidak Dicantumkan Dalam Surat Suara.'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3413402573736096093</id><published>2008-09-15T01:27:00.001+07:00</published><updated>2008-09-15T01:32:20.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>KPU Putuskan Desain Surat Suara Memanjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1YhjSpvOI/AAAAAAAAAbI/e9a3NPxzZxI/s1600-h/surat-suara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1YhjSpvOI/AAAAAAAAAbI/e9a3NPxzZxI/s320/surat-suara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245946474388896994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan memilih desain surat suara memanjang daripada melebar. KPU beralasan lebar bilik pemungutan suara relatif sempit jika menggunakan desain yang lebar sehingga menyulitkan konstituen untuk memilih.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami putuskan tidak ada yang melebar tapi memanjang. Alasannya adalah untuk memudahkan pemilih lakukan penandaan karena luas biliknya hanya segini (kira-kira lebarnya 30 cm)," tutur Anggota KPU Andi Nurpati saat mengadakan konferensi pers di ruang kerjanya di Jakarta, Rabu (10/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain surat suara sudah mengerucut menjadi dua jenis desain surat suara. Dalam desain yang ditunjukkan kepada wartawan, perbedaan nyata diantara kedua desain yang akan dibawa dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR pada Kamis (10/9) adalah kolom tambahan untuk penandaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat suara pertama hanya mencantumkan logo partai dan urutan nama caleg beserta nomornya tanpa menyediakan kolom khusus untuk penandaan. Sedangkan, surat suara kedua menambahkan kolom untuk penandaan baik pada kolom logo partai maupun kolom penandaan untuk memilih caleg serta ada garis pemisah antarnama caleg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami merasa desain yang paling memudahkan adalah desain yang kedua karena ada kolom sehingga pemilih tidak lari kemana-mana (menandanya). Selain itu, memudahkan KPPS untuk menghitung suara karena tempatnya jelas walaupun untuk itu butuh dana yang lebih besar daripada desain surat suara pertama yang lebih sederhana," lanjut Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, dalam UU Nomor 10/2008 mengatakan penandaan yang sah adalah pemberian tanda satu kali pada logo partai atau nama caleg ataupun nomor caleg jadi penandaan yang ada diluar kolom khusus tetap bisa dianggap sah asalkan tetap berada di dalam kolom. Untuk itu, KPU akan menyediakan kolom petunjuk penandaan dalam surat suara sehingga pemilih bisa lebih mengerti. Namun, desain akhir ini masih belum rigid karena harus dikonsultasikan kepada DPR. "Itu (konsultasi) berdasar ketentuan undang-undang yang berlaku," ujarnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPU kemudian berencana untuk mengadakan simulasi permulaan di satu tempat walaupun desainnya belum pasti. "Simulasi ini bagian dari proses," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi juga sempat mengungkapkan KPU memutuskan menggunakan centang sebagai bentuk penandaan yang digunakan. Ini hasil telaah dari KPU yang dilihat dari segi waktu, kemudahan dan rentannya membuat kesalahan. (*/OL-03)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Media Indonesia (Dinny Mutiah)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3413402573736096093?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3413402573736096093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3413402573736096093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/kpu-putuskan-desain-surat-suara.html' title='KPU Putuskan Desain Surat Suara Memanjang'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1YhjSpvOI/AAAAAAAAAbI/e9a3NPxzZxI/s72-c/surat-suara.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3517232705025212182</id><published>2008-09-15T01:25:00.002+07:00</published><updated>2008-09-15T01:26:59.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>PKS Syaratkan 5 W Bagi Calegnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1XNUZQNUI/AAAAAAAAAbA/2ABkWyKR9fg/s1600-h/Hilmijpg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1XNUZQNUI/AAAAAAAAAbA/2ABkWyKR9fg/s320/Hilmijpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245945027281040706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh kemenangan pada Pemilu 2009, PKS menetapkan adanya rumus 5 W. Tanpa rumus ini, posisi kemenangan PKS pada pemilu dinilai akan lemah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 W yang dimaksud, menurut Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin adalah bahwa setiap calon anggota legislatif PKS wajib memiliki memiliki winning value, winning concept, winning system, winning team, dan winning goal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanpa adanya 5 W atau tidak terpenuhinya syarat-syarat 5 W, maka ikhtiar kita bagi datangnya kemenangan sangat lemah,” ujarnya, dalam ‘Pembekalan Nasional Calon Anggota Dewan Legislatif PKS 2009-2014’, di Hotel Bidakara, Rabu (3/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks 5W, lanjutnya, akan menjadi jelas posisi platform kebijakan PKS. Platform ini akan menjadi motivasi dan penggerak utama kegiatan partai. “Semua aset dakwah PKS di semua sektor kehidupan dapat digunakan dan diberdayakan,” kata Hilmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Platform, menurutnya, merupakan cara pandang institusi dakwah terhadap negara serta wahana dari ideologi partai. Karena platform merupakan sekumpula nilai, masing-masing kader akan bertindak sebagai dai, agar dapat mehami gerak langkah, sikap, dan arah institusi PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan pembekalan hari ini akan menjadi faktor perekat dan pemersatu untuk mendorong bangsa ini terbebas dari korupsi serta memperkokoh NKRI,” kata Hilmi. [R2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: inilah.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3517232705025212182?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3517232705025212182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3517232705025212182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/pks-syaratkan-5-w-bagi-calegnya.html' title='PKS Syaratkan 5 W Bagi Calegnya'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1XNUZQNUI/AAAAAAAAAbA/2ABkWyKR9fg/s72-c/Hilmijpg.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-8110967794626482824</id><published>2008-09-15T01:21:00.001+07:00</published><updated>2008-09-15T01:24:16.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>SMS Kampanye Mulai Diatur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1WrZHsMVI/AAAAAAAAAa4/HUWp7o8Lg8s/s1600-h/sms-thumb.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 176px; height: 176px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1WrZHsMVI/AAAAAAAAAa4/HUWp7o8Lg8s/s320/sms-thumb.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245944444434002258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah tanggal  13 Agustus 2008 telah mengeluarkan aturan kampanye melalui pesan singkat (SMS).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan yang disusun Direktorat Jenderal (Ditjen) Pos dan Telekomunikasi Depkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tersebut berupa rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Kampanye Pemilihan Umum melalui Sarana dan Prasarana Telekomunikasi. Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewa Broto menyebutkan, ada 12 larangan kampanye yang diatur dalam peraturan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama larangan kampanye melalui sarana dan prasarana telekomunikasi.”Kampanye pemilu melalui sarana dan prasarana telekomunikasi dapat dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Gatot. Yang dimaksud dengan kampanye langsung adalah dengan menggunakan layanan jasa telekomunikasi yang disediakan penyelenggara telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kampanye tidak langsung adalah melalui kerja sama dengan penyelenggara telekomunikasi atau dengan penyelenggara konten (content provider). ”Kampanye model ini bisa dilakukan dengan menggunakan bentuk tulisan, suara, gambar, tulisan, dan gambar atau suara dan gambar yang bersifat naratif,grafis,karakter, interaktif atau tidak interaktif,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye, ujar Gatot, bisa dilaksanakan melalui jasa telepon dasar dan fasilitas layanan tambahannya, termasuk melalui jasa pesan singkat, jasa pesan multimedia (multimedia messaging service/MMS), jasa pesan premium, nada dering (ring tone), nada dering balik (ringback tone), jasa nilai tambah telepon, dan/atau jasa multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatot juga menegaskan, dalam aturan itu disebutkan, penyelenggara telekomunikasi dilarang memberikan data nomor pelanggan maupun data lain yang terkait dengan pelanggan kepada pelaksana kampanye dan/atau penyelenggara konten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wahidah Suaib menyatakan, pengawasan terhadap pelanggaran kampanye melalui SMS tetap didasarkan pada Pasal 84 ayat 1 UU 10/2008 tentang Pemilu. Wahidah memperkirakan, pelanggaran kampanye lewat SMS besar kemungkinan akan mengarah pada tindak pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, diperkirakan akan banyak pihak yang berusaha menyudutkan dan menjelek-jelekkan pihak lain melalui cara ini. ”Misalnya, menghina seseorang, agama,suku, ras, golongan, calon,dan/atau peserta pemilu lain, menghasut, dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat, ini diperkirakan akan marak,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu,Bawaslu akan bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk melacak pelanggaran jenis ini. Meski demikian,Wahidah mengaku pengawasan kampanye via SMS akan sulit dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, SMS merupakan teknologi yang mudah dan cepat menyebar.Apalagi, dengan teknologi ini, seseorang bisa dengan cepat mengganti nomor telepon yang tentu susah untuk dilakukan pelacakan. (kholil/okezone)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Sindo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-8110967794626482824?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8110967794626482824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8110967794626482824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/sms-kampanye-mulai-diatur.html' title='SMS Kampanye Mulai Diatur'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1WrZHsMVI/AAAAAAAAAa4/HUWp7o8Lg8s/s72-c/sms-thumb.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-7662600463442131282</id><published>2008-09-15T01:15:00.002+07:00</published><updated>2008-09-15T01:21:37.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>28 Peraturan KPU Terkatung-katung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1V4F70NRI/AAAAAAAAAaw/9N6fDUdIim0/s1600-h/gembok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 182px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1V4F70NRI/AAAAAAAAAaw/9N6fDUdIim0/s320/gembok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245943563110593810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 28 peraturan terkait proses Pemilu 2009 masih terkatungkatung, belum diselesaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga kini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 48 peraturan Pemilu 2009, KPU baru bisa menyelesaikan 20 peraturan. Sisanya, hingga kini belum jelas. Anggota KPU Endang Sulastri mengatakan, peraturan KPU terakhir yang telah selesai adalah Peraturan Nomor 20 tentang Perubahan Tahapan Pemilu 2009 setelah ada pengunduran hari pemungutan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endang mengatakan, ke- 28 peraturan tersebut rencananya akan disesuaikan dengan tahapan-tahapan Pemilu 2009.”Yang jelas nanti sebelum tahapan (tahapan pemilu yang belum berjalan) mulai, peraturan akan selesai,” tandas Endang di Jakarta kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endang mengungkapkan, saat ini peraturan yang sedang dibahas antara lain adalah peraturan KPU soal logistik, peraturan tentang pemantau pemilu, dana udit dana kampanye. Nantinya,KPU juga akan membuat peraturan hingga tahapan akhir pemilu, misalnya peraturan tentang penentuan calon terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui sebelumnya, KPU sudah menyelesaikan beberapa peraturan saat tahapan hampir dimulai. Misalnya, Peraturan KPU Nomor 19 tentang Kampanye. Sekalipun peraturan tersebut telah ditetapkan pada 30 Juni 2008, hingga 9 Juli 2008 peraturan itu belum juga disinkronkan secara redaksional. Padahal, kampanye sudah dimulai sejak 12 Juli 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,KPU juga belum berhasil menyelesaikan peraturan tentang kode etik sekalipun KPU mengklaim peraturan tersebut telah selesai dibahas. Padahal, kode etik seharusnya sudah ada sejak tiga bulan setelah pelantikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 9 April 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Bawaslu Bambang Eka Cahya Widodo mengatakan, belum selesainya pembahasan 28 peraturan itu menandakan kinerja KPU tidak maksimal.” ItuberartikinerjaKPU lambat,” tandasnya. Dia mengatakan, hendaknya setiap peraturan dibuat jauh hari sebelum tahapan Pemilu 2009 dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, peraturan bukan dibuat ketika tahapan akan dimulai. Pembuatan peraturan yang mepet, ujar dia, justru akan menyusahkan proses sosialisasi peraturan tersebut. Bambang mengungkapkan, jika peraturan dibuat mepet, sosialisasi eksternal tidak akan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, sosialisasi kepada parpol yang terkait langsung dengan sebagian besar peraturan KPU. Selain sisi eksternal,Bambang mengatakan,sosialisasi internal pun akan susah berjalan mulus.”Sosialisasi yang mepet akan membuat kacaunya pemahaman tingkat bawah (pegawai atau jajaran KPU yang menjadi eksekutor setiap peraturan KPU),” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jeirry Sumampow mengatakan, banyaknya peraturan KPU yang belum tuntas membuktikan perencanaan KPU tidak baik. ”Harusnya, peraturan apa saja yang akan dibuat direncanakan dengan baik,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu,lanjut dia, pembuatan peraturan tidak dilakukan mepet ketika tahapan akan bergulir. Jeirry mengatakan, jika dibuat secara mepet,peraturan itu justru akan menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaannya. Salah satu contoh kurang matangnya perencanaan adalah terkait peraturan logistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, peraturan logistik dibuat ketika pengadaan akan dilakukan. Karena itu, wacana penunjukan langsung muncul dalam pengadaan form salinan daftar pemilih sementara (DPS). Padahal, mekanisme detail pengadaannya belum tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi II DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, sampai saat ini kinerja KPU memang jauh dari memuaskan. ”KPU masih lambat dalam menyelesaikan pekerjaannya,” tandasnya. Dia mengungkapkan, KPU jangan berdalih apa pun dalam menyelesaikan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait peraturan, seharusnya KPU membuatnya sesegera mungkin. KPU, kata Mahfudz, tidak perlu memperlambat sehingga peraturan diselesaikan ketika tahapan akan berlangsung.Menurut dia, jika cara-cara yang lambat terus dilakukan, parpol juga terkena imbasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan,dengan peraturan yang lambat dan mendekati tahapan,masa untuk sosialisasi peraturan semakin singkat. Jadi, parpol tidak mengetahui secara detail setiap peraturan KPU. Bahkan, karena sosialisasi yang kurang, besar kemungkinan ada pelanggaran parpol terhadap peraturan KPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan, salah satu solusi yang bisa ditempuh KPU adalah memanfaatkan kesekjenan untuk memproses peraturan.Bahkan,KPU pun bisa menggunakan tenaga ahli untuk menyelesaikan setiap peraturan sehingga lebih cepat tuntas.”Penggunaan ahli tersebut dimungkinkan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.seputar-indonesia.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-7662600463442131282?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7662600463442131282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7662600463442131282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/28-peraturan-kpu-terkatung-katung.html' title='28 Peraturan KPU Terkatung-katung'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1V4F70NRI/AAAAAAAAAaw/9N6fDUdIim0/s72-c/gembok.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-9057601436449298245</id><published>2008-09-15T00:52:00.002+07:00</published><updated>2008-09-15T01:05:02.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Suara Sah Jika Tandai Gambar.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1R4jMTuII/AAAAAAAAAao/yoiYqrlPyMg/s1600-h/suara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 385px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1R4jMTuII/AAAAAAAAAao/yoiYqrlPyMg/s320/suara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245939172917885058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemberian suara dengan tanda contreng (V) pada gambar parpol dalam surat suara dianggap sebagai suara yang sah. Padahal, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD menegaskan pemberian tanda satu kali pada kolom nama partai atau nomor calon atau nama calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terungkap dalam rapat konsultasi tertutup Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dan Komisi II DPR mengenai desain surat suara, Kamis (11/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan memberikan tanda contreng pada tanda gambar sebagai suara sah akan bertentangan dengan penentuan calon anggota legislatif (caleg) terpilih dengan menggunakan sistem proporsional. UU No 10/2008 menegaskan caleg terpilih harus mendapatkan suara sekurang- kurangnya 30 persen dari bilangan pembagi pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 176 Ayat 1 Huruf b UU No 10/2008 dengan tegas menyebutkan pemberian tanda satu kali pada kolom nama partai atau kolom nomor calon atau kolom nama calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi II DPR EE Mangindaan seusai rapat konsultasi mengatakan, DPR memberikan masukan, dalam Pemilu 2009, pemilih harus memilih nama caleg, tetapi bila ada yang menandai tanda gambar parpol tetap sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, aturan itu tidak melanggar UU No 10/2008 karena ada pasal lain yang mengatur surat suara (pasal 143) dan ambang batas parlemen (pasal 202). Pasal 143 UU No 10/2008 menyebutkan surat suara memuat tanda gambar parpol, nomor urut calon, dan nama calon tetap parpol. Pasal 202 UU No 10/2008 menyebutkan, parpol harus memenuhi ambang batas perolehan suara sekurang-kurangnya 2,5 persen dari jumlah suara sah untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”KPU tetap harus menyosialisasikan memberi tanda pada nama caleg karena itulah semangat dari UU No 10/2008 supaya orang memilih siapa wakilnya di lembaga legislatif. Tetapi, memberi tanda pada gambar parpol juga sah,” kata Mangindaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota KPU, Andi Nurpati, mengatakan, KPU akan melaksanakan UU No 10/2008, tetapi bila ada pemilih yang menandai gambar parpol, akan dinyatakan sah dan dihitung sebagai suara parpol. ”Suara parpol akan dipakai untuk menghitung perolehan kursi dan juga ambang batas parlemen, sesuai dengan Pasal 202 UU No 10/2008,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menjanjikan akan menyosialisasikan pemberian tanda pada surat suara yang sah adalah pada nama atau nomor caleg. ”Boleh contreng di logo parpol, nomor urut, atau nama calon, tetapi nanti dalam sosialisasi, kami akan tekankan contreng di nama caleg,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, anggota Komisi II DPR, Ferry Mursyidan Baldan (Fraksi Partai Golkar, Jawa Barat II), mengatakan, seharusnya menandai gambar parpol pada surat suara tidak sah karena penghitungan suara caleg terpilih berdasarkan perolehan suara sekurang-kurangnya 30 persen bilangan pembagi pemilih. ”Angka itulah yang harus dikejar caleg. Kalau boleh memberi tanda di gambar parpol, bagaimana nanti menghitungnya?” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Mardiyanto mengungkapkan, desain surat suara harus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memberikan suara. ”Yang perlu diperhatikan adalah waktunya karena semakin hari semakin dekat waktu pemungutan suara. KPU harus menyosialisasikan semaksimal mungkin,” ujarnya. (SIE)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-9057601436449298245?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/9057601436449298245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/9057601436449298245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/suara-sah-jika-tandai-gambar.html' title='Suara Sah Jika Tandai Gambar.'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1R4jMTuII/AAAAAAAAAao/yoiYqrlPyMg/s72-c/suara.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4928977652509020312</id><published>2008-09-15T00:51:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T00:52:11.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Awas, Golput Terus Berlipat !!!</title><content type='html'>Pilkada digelar sejak 2005. Dari waktu ke waktu, partisipasi publik menurun. Di Pilkada Kabupaten, tercatat 25% pemilih jadi golput. Di Pilkada Kotamadya dan Provinsi, golput mencapai 35%. Ada apa?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilkada digelar sejak 2005. Dari waktu ke waktu, partisipasi publik menurun. Di Pilkada Kabupaten, tercatat 25% pemilih jadi golput. Di Pilkada Kotamadya dan Provinsi, golput mencapai 35%. Ada apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4928977652509020312?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4928977652509020312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4928977652509020312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/awas-golput-terus-berlipat.html' title='Awas, Golput Terus Berlipat !!!'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-933931808552772365</id><published>2008-09-15T00:48:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T00:49:54.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Demokrasi Belum Dapat Memberikan Kesejahteraan</title><content type='html'>Demokrasi yang saat ini berlaku di Indonesia hanya berhasil pada tataran proses dan masih belum mampu memberikan manfaat yang substantif, yaitu membaiknya kesejahteraan rakyat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Warsito pada Temu Akbar Alumni dan Dies Natalis Ke-42 FISIP Undip, Minggu (3/8) di Semarang, Jawa Tengah. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono (HB) X juga menghadiri acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena demokrasi belum mampu menyejahterakan rakyat, lanjut Warsito, terjadi fenomena menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. ”Hal itu bisa dilihat dari semakin tingginya angka golongan putih (golput atau orang yang sengaja tak menggunakan hak pilihnya) dalam pemilihan kepala daerah,” ucap Warsito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terus seperti itu, Warsito menuturkan, dalam proses demokrasi yang terus berkembang di Indonesia, dimungkinkan untuk memunculkan sikap apatis dari rakyat. Bahkan, bisa memicu naiknya penguasa yang bersikap otoritarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak reformasi bergulir, Warsito menambahkan, hingga kini Indonesia belum memiliki sistem nilai penyelenggaraan pemerintahan yang mapan. ”Nilai lama mulai dilepaskan, tetapi nilai baru belum terbentuk,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi kebudayaan&lt;br /&gt;Sebaliknya, Sultan HB X menegaskan, tidak ada jalan lain untuk membangun sebuah kultur demokratis di Indonesia selain dengan menggelar strategi kebudayaan. ”Konkretnya, membangun sistem pendidikan yang menjadi prinsip kemandirian dan nalar publik sebagai pijakan konseptual,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan ini, lanjut Sultan HB X, berfokus pada penciptaan individu yang otonom dan kritis dalam daya pertimbangan. ”Otonom di sini bukan berarti egosentris dari pemerintahan yang ada,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sultan, dalam kehidupan politik sehari-hari, biaya dan manfaat tidak selalu hadir dalam bentuk fisik dan material, tetapi juga dapat diurai dalam bentuk nilai simbolik, seperti kepercayaan, stabilitas, solidaritas, serta loyalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan HB X juga menuturkan, kondisi negara sekarang ini membutuhkan prioritas untuk dilakukan perbaikan pada aspek seperti penyediaan pangan, pendidikan, dan kesehatan. ”Hal itu adalah faktor utama untuk membangun bangsa,” ucapnya. Tanpa itu, rakyat bisa semakin tak percaya pada demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.kompas.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-933931808552772365?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.calegindonesia.com/script/news/IncNewsDetail.asp?NewsID=61&amp;no=61' title='Demokrasi Belum Dapat Memberikan Kesejahteraan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/933931808552772365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/933931808552772365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/demokrasi-belum-dapat-memberikan.html' title='Demokrasi Belum Dapat Memberikan Kesejahteraan'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-6138082328991014682</id><published>2008-09-15T00:36:00.002+07:00</published><updated>2008-09-15T00:44:18.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Elite Politik Harus Cerahi Masyarakat, Hidup Dalam Terang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1M7zxDSnI/AAAAAAAAAag/RFFRpKTokT8/s1600-h/tes_lampu-2a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1M7zxDSnI/AAAAAAAAAag/RFFRpKTokT8/s320/tes_lampu-2a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245933731348433522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalangan elite politik partai bernafaskan Islam utamanya yang akan menjadi aktor di pentas Pemilu 2009, harus menjadi tauladan dalam menaati nilai-nilai sosial dan spiritual yang mencerahi masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka harus menjadi tauladan, karena kondisi masyarakat di Bangka Belitung (Babel) kini makin menjauh dari tatanan idealnya, dengan banyaknya perilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat," ujar tokoh masyarakat, H. Hajar di Pangkalpinang, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengingatkan masalah kebersamaan kini semakin menipis dalam kehidupan bermasyarakat. Kebersamaan dalam wujudnya paling konkrit yaitu gotong royong dan juga kepedulian sosial makin menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lainnya pola hidup sederhana seharusnya sangat penting dilakukan masyarakat, namun kenyataannya dalam situasi krisis sosial dan ekonomi seperti sekarang masyarakat semakin terjerumus budaya individu, kurang toleransi dan memiliki pola hidup senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pola hidup senang ini mengakibatkan berbagai degradasi moral berupa pergaulan bebas hingga tindakan kriminal untuk memenuhi pola hidupnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti anak-anak gadis tidak malu-malu lagi keluyuran pada malam hari saat seharusnya sudah tidur di rumahnya untuk memenuhi budaya kesenangan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, dengan akan banyaknya tampil elite politik menjelang pemilu terutama dari partai-partai berbasis Islam, diharapkan mampu mencerahi masyarakat terkait memperbaiki perilaku menyimpang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan justru seperti yang sudah-sudah dimana elite politik justru yang menambah ruwetnya situasi sosial, sehingga masyarakat bertambah bingung dengan mendengar banyaknya janji dan permasalahan politik yang berujung hingga ke pengadilan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu terus caranya, menurut H Hajar, kasihan masyarakat. Berilah masyarakat contoh perilaku yang baik dan hakekat demokrasi yang damai agar semua bisa hidup tenang dan nyaman sesuai tujuan hidup manusia.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Pangkalpinang (ANTARA News)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-6138082328991014682?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6138082328991014682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6138082328991014682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/elite-politik-harus-cerahi-masyarakat.html' title='Elite Politik Harus Cerahi Masyarakat, Hidup Dalam Terang'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SM1M7zxDSnI/AAAAAAAAAag/RFFRpKTokT8/s72-c/tes_lampu-2a.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-7111999079456060905</id><published>2008-09-15T00:28:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T00:30:29.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Koalisi Bukan Sekadar Bagi Kekuasaan</title><content type='html'>Koalisi partai-partai politik (parpol) seharusnya dilakukan dengan semangat untuk membangun sistem pemerintahan yang efektif melalui pemilihan umum. Koalisi hendaknya dibangun bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan, tapi harus diorientasikan pada program atau agenda permasalahan bangsa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran itu mengemuka dalam diskusi "Koalisi Permanen Jelang Pemilu 2009" di Jakarta, Jumat (29/8). Diskusi menampilkan pembicara Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Machfud Sidiq, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sutradara Gintings, Ketua DPP Partai Golkar (PG) Burhanuddin Napitupulu, dan pengamat politik M Qodari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machfud mengatakan sepanjang koalisi masih bersifat bagi-bagi kekuasaan, sulit mencapai suatu perubahan untuk membawa Indonesia baru dalam bingkai pemerintahan yang baik dan bersih. Koalisi bagi-bagi kekuasaan hanya berorientasi pada siapa calon presiden/wakil presiden (capres/cawapres), jabatan menteri, atau kekuasaan lain di pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Partai kami akan fokus kepada bentuk koalisi program atau koalisi agenda. Artinya, kerja sama politik yang dibicarakan lebih pada permasalahan bangsa yang semakin carut marut dan bagaimana solusinya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Gintings sependapat dengan Machfud. Menurutnya, kerja sama politik ke depan hendaknya diarahkan pada persoalan-persoalan bangsa yang lebih konkret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal platform partai yang berbeBurhanuddin Napitupulu mengatakan koalisi permanen agak sulit dibangun karena belum ada kesepakatan tentang bentuknya. Misalnya, Jika PDI-P menang pemilu legislatif, apakah sudah disepakati partai itu yang akan memimpin koalisi selama lima tahun pemerintahan. Hal seperti itu harus dipertegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, Mo Qodari menilai pada prinsipnya ada tiga bentuk koalisi yang bisa dilakukan untuk membentuk sistem pemerintahan yang kuat dan efektif, yaitu koalisi pemilu legislatif, pemilihan presiden, dan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Koalisi yang terlalu besar justru bikin lebih ruwet, banyak kepentingan. Jadi, siapa pun pemerintahan yang terpilih ke depan, tak perlu membangun koalisi yang terlalu besar. Cukup gabungan tiga parpol saja di parlemen atau bisa capai kekuatan 48 persen," ujarnya. [128]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Suara Pembaruan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-7111999079456060905?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.calegindonesia.com/script/news/IncNewsDetail.asp?NewsID=211&amp;no=211' title='Koalisi Bukan Sekadar Bagi Kekuasaan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7111999079456060905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7111999079456060905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/koalisi-bukan-sekadar-bagi-kekuasaan.html' title='Koalisi Bukan Sekadar Bagi Kekuasaan'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3398464476218966368</id><published>2008-09-14T23:10:00.002+07:00</published><updated>2008-09-14T23:44:57.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>8 Kemuliaan Ramadhan</title><content type='html'>Oleh: Aus Hidayat&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/8-kemuliaan-ramadhan"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt; - Rasulullah saw. memberikan sambutannya menjelang Bulan Suci Ramadhan. “Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh berkah bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunnah.Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang dimana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan Nabi Muhammad saw. ini merupakan teladan bagi umatnya dalam menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. Sambutan hangat penuh kegembiraan yang Beliau sampaikan menunjukkan perlunya tarhib Ramadhan seperti khutbah Nabi ini ditradisikan kaum muslimin. Jika ada satu momen dimana kepala negara menyampaikan pidatonya tentulah momen tersebut bukan momen biasa. Itu sebuah program superpenting dengan momen paling istimewa. Demikian pula dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keunggulan dan kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits tersebut, Nabi kita menyebutkan 8 keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azhim adalah nama dan sifat Allah Ta’ala. Namun juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Sesuatu yang diagungkan Nabi tentulah memiliki nilai yang jauh lebih besar dan sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia biasa. Alasan mengagungkan bulan Ramadhan adalah karena Allah juga mengagungkan bulan ini. Firman Allah, “Waman yu’azhim sya’iirillah fa-innahha mintaqwal quluub, barangsiapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah, maka itu datang dari hati yang bertakwa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagungkan Allah karena pada bulan inilah Allah mewajibkan puasa sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Allah Yang Maha Pemurah Penyayang menetapkan dan mensucikan bulan ini kemudian memberikan segala kemurahan, kasih sayang, dan kemudahan bagi hamba-hamba yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syahrul Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan berhasil guna, bermanfaat secara maksimal. Detik demi detik di Bulan Suci ini bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Pasalnya semua perbuatan kita di saat berpuasa menjadi ibadah berpahala yang balasannya langsung dari Allah. Amal baik sekecil apapun nilainya&lt;br /&gt;dilipatgandakan sehingga kita menjadi puas dalam melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberkahan Ramadhan oleh Nabi kita secara garis besar dibagi 3, yaitu 10 malam periode pertama penuh rahmat Allah,  10 berikutnya diisi dengan ampunan (maghfirah), sedangkan di 10 malam terakhir merupakan pembebas manusia dari api neraka. Keberkahan yang Allah berikan ini akan optimal jika kita mengelola waktu pendekatan diri kepada Allah sebagaimana arahan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syahru Nuzulil Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengistimewakan Ramadhan sekaligus menyediakan target terbesar, yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Simaklah firman Allah dalam rangkaian ayat puasa, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan&lt;br /&gt;(pembeda).” (Al-Baqarah: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menjelaskan bahwa target utama amaliyah Ramadhan membentuk insan takwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul hayat (pedoman hidup). Dapat dikatakan bahwa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dengan Al-Qur’an. Rasulullah saw. mendapatkan wahyu pertama pada bulan Ramadhan dan di setiap bulan Ramadhan Malaikat Jibril datang sampai dua kali untuk menguji hafalan dan pemahaman Rasulullah saw. terhadap Al-Qur’an. Bagi ummat Muhammad, ada jaminan bahwa Al-Qur’an kembali nuzul ke dalam jiwa mereka manakala mengikuti program Ramadhan dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syahrus Shiyam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari 5 rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa). Kewajiban puasa sebagaimana kewajiban ibadah shalat 5 waktu.  Maka sebulan penuh seorang muslim mengkonsentrasikan diri untuk ibadah sebagaimana dia mendirikan shalat Subuh atau Maghrib yang memakan waktu beberapa menit saja. Puasa Ramadhan dilakukan tiap hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari (Magrib). Tidak cukup menilai dari yang membatalkannya seperti makan dan minum atau berhubungan suami-istri di siang hari saja, tetapi wajib membangun akhlaqul karimah, meninggalkan perbuatan maksiat dan yang makruh (yang dibenci Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Syahrul Qiyam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan orang-orang saleh seperti sholat tahajjud dan membaca Al-Qur’an dengan benar di dalam shalat malamnya. Di Bulan Ramadhan Kitabullah mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap mukmin sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar Ramadhan dia bisa terbiasa mengamalkan qiyamullail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Syahrus Sabr (bulan sabar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan melatih jiwa muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar lahir bersama dengan segala bentuk kerja besar yang beresiko seperti dalam dakwah dan jihad fi sabilillah. Ramadhan melatih muslim beramal islami dalam  berjamaah untuk meninggikan kalimat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan menjadi bulan santunan manakala orang-orang beriman sadar sepenuhnya bahwa puasanya mendidik mereka untuk memiliki empati kepada fakir miskin karena merasakan lapar dan haus sebagaimana yang mereka rasakan. Karena itu kaum muslimin selayaknya menjadi pemurah dan dermawan. Memberi dan berbagi harus menjadi watak yang ditanamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala amal yang berkaitan dengan amwal (harta) seperti zakat fitrah sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun sebaiknya dilakukan di bulan yang mulia ini. Memberi meskipun kecil, bernilai besar di sisi Allah. Siapa yang memberi makan minum  pada orang yang berpuasa meskipun hanya seteguk air, berpahala puasa seperti yang diperoleh orang yang berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini rezeki orang-orang beriman bertambah karena segala kemudahan dibuka oleh Allah seluas-luasnya. Para pedagang akan beruntung, orang yang jadi pegawai dapat kelebihan pendapatan dan sebagainya. Namun rezeki terbesar adalah hidayah Allah kemudian hikmah dan ilmu yang begitu mudah diperoleh di bulan mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3398464476218966368?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3398464476218966368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3398464476218966368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/8-kemuliaan-ramadhan.html' title='8 Kemuliaan Ramadhan'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-2538426339876094753</id><published>2008-09-12T17:30:00.002+07:00</published><updated>2008-09-12T17:39:33.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>4 Pelajaran Demokratis Sholat Berjamaah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SMpGYUZfFCI/AAAAAAAAAaY/Q7Pq4u-1ODM/s1600-h/20080910164247.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 103px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SMpGYUZfFCI/AAAAAAAAAaY/Q7Pq4u-1ODM/s320/20080910164247.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245082099632772130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh: A.Taufiq Imron, M.Si&lt;br /&gt;Salat berjamaah, di samping memberikan pahala yang berlipat kepada pelakunya, ternyata juga bisa dijadikan pelajaran tentang bagaimana seharusnya kita hidup bermasyarakat, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antara pemimpin (imam) dan yang dipimpin (makmum).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimal ada empat pelajaran mengenai kehidupan bermasyarakat yang bisa kita petik dari salat berjamaah. Pertama, kriteria utama menjadi imam dalam salat adalah keahlian, yakni yang lebih berhak menjadi imam adalah yang paling ahli mengenai kandungan Alquran dan hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini tampak bahwa demokrasi ala salat berjamaah dalam memilih pemimpin bukan berorientasi kepada kepopuleran sang calon, tetapi lebih berorientasi kepada keahlian. Ini berbeda dengan banyak sistem politik demokratis, di mana akibat prinsip bahwa suara mayoritas yang menentukan, seorang pemimpin bisa terpilih sekadar karena kepopulerannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kriteria bagi imam salat berjamaah adalah wawasan yang luas dan integritasnya pada Islam. Bila terjadi bahwa di antara para calon imam, ternyata sama-sama ahli tentang kandungan Alquran dan hadis, maka harus dilihat siapa di antara mereka yang mempunyai wawasan dan integritas yang lebih pada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sangat tampak pada pemilihan pemimpin umat Islam, sepeninggal Nabi Muhammad SAW. Empat Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib), semuanya berasal dari suku Quraisy. Mereka dipilih umat Islam menjadi Khalifah (pemimpin), karena dinilai telah teruji wawasannya, loyalitasnya, serta integritasnya kepada Islam. Di antaranya, mereka merupakan kelompok pertama yang memeluk Islam, dan kemudian ikut berjuang bersama Nabi SAW dengan jiwa dan raganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kreteria seorang imam salat harus bersedia dikoreksi. Hal itu terlihat tatkala sang imam melakukan kesalahan dalam bacaan salatnya, maka makmum (rakyat) harus membenarkan bacaannya. Kemudian, apabila imam salah langkah (kurang atau lebih gerakannya) dalam memimpin salat berjamaah, maka makmum harus mengingatkan dengan membaca ''Subhanallah''. Mendengar bacaan tersebut, sang imam harus mawas diri dan menyadari bahwa ia telah salah langkah dan segera memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, imam yang batal harus bersedia mundur dan mempersilakan salah seorang makmum di belakangnya untuk menggantikannya menjadi imam, meskipun masa jabatannya (sebagai imam salat) belum berakhir. (ah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://republika.co.id/launcher/view2/mid/161/news_id/2282"&gt;republika&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-2538426339876094753?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2538426339876094753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2538426339876094753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/4-pelajaran-demokratis-sholat-berjamaah.html' title='4 Pelajaran Demokratis Sholat Berjamaah'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SMpGYUZfFCI/AAAAAAAAAaY/Q7Pq4u-1ODM/s72-c/20080910164247.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4869467276672233852</id><published>2008-09-11T08:28:00.001+07:00</published><updated>2008-09-11T08:30:43.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Memerangi Kemungkaran</title><content type='html'>Fiqh Da'wah, Syarah Hadits&lt;br /&gt;27/4/2007 | 10 Rabiul Akhir 1428 H | Hits: 2.206&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerangi Kemungkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Tim dakwatuna.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Sa'id Al-Khudri –semoga Allah meridainya– ia mengatakan, aku&lt;br /&gt;mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Siapa di antara kalian yang&lt;br /&gt;melihat kemungkaran maka ia harus mengubah dengan tangannya. Jika ia&lt;br /&gt;tidak bisa maka ia harus mengubah dengan lidahnya. Jika ia tidak bisa&lt;br /&gt;maka ia harus mengubah dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah&lt;br /&gt;iman." (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan lainnya.)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kewajiban seorang mukmin adalah melakukan amrun bil-ma'ruf&lt;br /&gt;wa nahyun 'anil-munkar (memerintahkan untuk melakukan kebajikan dan&lt;br /&gt;melarang melakukan kemungkaran). Rasulullah saw. menggambarkan&lt;br /&gt;pentingnya pekerjaan ini dalam hadits berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perumpaan orang-orang yang melaksanakan hukum-hukum Allah dengan&lt;br /&gt;orang-orang yang melanggarnya bagaikan sekelompok orang yang naik&lt;br /&gt;kapal. Lalu mereka melakukan undian untuk menentukan siapa yang duduk&lt;br /&gt;di bagian atas dan siapa yang duduk di bagian bawah (dek). Orang-orang&lt;br /&gt;yang duduk di bagian bawah itu harus naik ke atas jika mereka&lt;br /&gt;membutuhkan air. Lalu salah seorang dari mereka mengatakan, "Sebaiknya&lt;br /&gt;kita membolongi tempat kita ini sehingga kita tidak mengganggu orang&lt;br /&gt;lain." Jika orang-orang yang ada di atas membiarkan mereka&lt;br /&gt;melaksanakan apa yang mereka inginkan, maka niscaya akan binasalah&lt;br /&gt;semuanya. Namun, jika mereka membimbingnya, maka mereka yang ada di&lt;br /&gt;atas akan selamat dan selamat pula mereka yang ada di bawah."&lt;br /&gt;(Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat jelas, Allah swt. menyebut pekerjaan tersebut sebagai&lt;br /&gt;salah satu sifat yang harus melekat pada orang-orang beriman. Hal itu&lt;br /&gt;dijelaskan dalam ayat ini: "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan&lt;br /&gt;perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang&lt;br /&gt;lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang&lt;br /&gt;munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada&lt;br /&gt;Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah;&lt;br /&gt;sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tercapainya tujuan-tujuan nahyi munkar itu, Islam mengiringi&lt;br /&gt;perintah tersebut dengan beberapa aturan. Karena, mencegah kemungkaran&lt;br /&gt;ditujukan untuk menyelamatkan dan mewujudkan yang maslahat atau yang&lt;br /&gt;lebih maslahat. Bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pelaku amar makruf nahyi munkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Qadir Audah –rahimahullah– menyebutkan tiga syarat yang&lt;br /&gt;disepakati oleh para ulama yang harus ada pada setiap pelaku amar&lt;br /&gt;makruf dan nahyi munkar. Ketiga syarat itu adalah: mukallaf, memahami,&lt;br /&gt;dan bebas dari tekanan; mengimani agama Islam; dan memiliki kemampuan&lt;br /&gt;untuk melakukan amar makruf dan nahyi munkar itu. Jika tidak, maka&lt;br /&gt;kewajibannya adalah menolak dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun syarat yang tidak semua ulama menyepakatinya adalah: pertama,&lt;br /&gt;sifat 'adalah, yakni sifat shalih, takwa, dan terpercaya. Tentang ini,&lt;br /&gt;Sa'id bin Jubair mengatakan, "Jika amar ma'ruf dan nahyi munkar hanya&lt;br /&gt;dilakukan oleh orang yang sempurna segala sesuatunya, maka niscaya&lt;br /&gt;tidak akan ada seorang pun yang melakukannya." Kedua, izin imam&lt;br /&gt;(pemimpin). Ini juga termasuk yang diperselisihkan. Jumhur ulama tidak&lt;br /&gt;mensyaratkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pelaksanaan nahyi munkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua syarat pelaksanaan nahyi munkar. Pertama, ada atau terjadinya&lt;br /&gt;kemungkaran. Kemungkaran adalah segala kemaksiatan yang diharamkan&lt;br /&gt;atau dilarang oleh Islam. Kedua, kemungkaran yang dimaksud hadits di&lt;br /&gt;atas dan wajib diperangi adalah perbuatan yang secara qath'i (tegas,&lt;br /&gt;eksplisit) dinyatakan sebagai kemungkaran dalam Al-Qur'an atau Sunnah,&lt;br /&gt;atau berdasarkan ijma' dan bukan yang diperselisihkan.&lt;br /&gt;Kemungkaran-kemungkaran yang qath'i itu adalah yang disebutkan dalam&lt;br /&gt;Al-Qur'an sebagai fahsya atau munkar, seperti zina, mencuri, riba, dan&lt;br /&gt;melakukan kezhaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga termasuk kemungkaran qath'i yang disebutkan oleh Rasulullah saw.&lt;br /&gt;sebagai al-mubiqat (hal-hal yang membinasakan), seperti yang&lt;br /&gt;diuraikannya dalam hadits berikut. "Jauhilah tujuh hal yang&lt;br /&gt;membinasakan." Para sahabat bertanya, "Apa itu?" Rasulullah saw.&lt;br /&gt;menjelaskan, "Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah&lt;br /&gt;haramkan kecuali dengan cara haq, makan riba, makan harta yatim, lari&lt;br /&gt;dari gelanggang saat jihad, dan menuduh zina kepada wanita suci."&lt;br /&gt;(Muslim, Abu Dawud, dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkaran itu tampak karena dilakukan secara terbuka dan bukan hasil&lt;br /&gt;dari tajassus (mencari-cari kesalahan). Sebab Rasulullah saw.&lt;br /&gt;bersabda, "Sesungguhnya kamu jika mencari-cari aurat&lt;br /&gt;(kesalahan-kesalahan) manusia, maka kamu menghancurkan atau nyaris&lt;br /&gt;menghancurkan mereka." (Shahih Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan-tahapan pelaksanaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama memberikan arahan agar dalam pelaksanaan menghilangkan&lt;br /&gt;kemungkaran diambil langkah-langkah seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Pertama, melakukan penyadaran dan pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. Berfirman, "Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan&lt;br /&gt;suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga&lt;br /&gt;dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (At-Taubah: 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Kedua, menyampaikan nasihat dan pengarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penjelasan dan informasi tentang ketentuan-ketentuan Allah yang&lt;br /&gt;harus ditaati sudah disampaikan, maka langkah berikutnya adalah&lt;br /&gt;menasihati dan memberikan bimbingan. Cara ini dilakukan Rasulullah&lt;br /&gt;terhadap seorang pemuda yang ingin melakukan zina dan terhadap orang&lt;br /&gt;Arab yang kencing di Masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Ketiga, peringatan keras atau kecaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan jika ia tidak menghentikan perbuatannya dengan&lt;br /&gt;sekadar kata-kata lembut dan nasihat halus. Dan ini boleh dilakukan&lt;br /&gt;dengan dua syarat: memberikan kecaman hanya manakala benar-benar&lt;br /&gt;dibutuhkan dan jika cara-cara halus tidak ada pengaruhnya. Dan, tidak&lt;br /&gt;mengeluarkan kata-kata selain yang yang benar dan ditakar dengan&lt;br /&gt;kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Keempat, dengan tangan atau kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bagi orang yang memiliki walayah (kekuasaan, kekuatan). Dan untuk&lt;br /&gt;melakukan hal ini ada dua catatan, yakni: catatan pertama, tidak&lt;br /&gt;secara langsung melakukan tindakan dengan tangan (kekuasaan) selama ia&lt;br /&gt;dapat menugaskan si pelaku kemungkaran untuk melakukannya. Jadi,&lt;br /&gt;janganlah si pencegah kemungkaran itu menumpahkan sendiri khamer,&lt;br /&gt;misalnya, selama ia bisa memerintahkan peminumnya untuk melakukannya.&lt;br /&gt;Catatan kedua, melakukan tindakan hanya sebatas kebutuhan dan tidak&lt;br /&gt;boleh berlebihan. Jadi, kalau bisa dengan menarik tangannya, tidak&lt;br /&gt;perlu dengan menarik jenggotnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Kelima, menggunakan ancaman pemukulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman diberikan sebelum terjadi tindakannya itu sendiri, selama itu&lt;br /&gt;mungkin. Dan ancaman tentu saja tidak boleh dengan sesuatu yang tidak&lt;br /&gt;dibenarkan untuk dilakukan. Misalnya, "Kami akan telanjangi kamu di&lt;br /&gt;jalan," atau "Kami akan menawan isterimu," atau "Kami akan penjarakan&lt;br /&gt;orangtua kamu." (Lebih jauh lihat Fahmul-Islam Fi&lt;br /&gt;Zhilalil-Ushulil-'Isyrin, Jum'ah Amin 'Abdul-'Aziz, Darud-Da'wah,&lt;br /&gt;Mesir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah –semoga Allah merahmatinya– menjelaskan&lt;br /&gt;akhlak amar ma'ruf dan nahyi munkar sebagai berikut:&lt;br /&gt;Amal seseorang tidak dapat dikatakan shalih jika dilakukan tanpa ilmu&lt;br /&gt;dan pemahaman. Umar bin Abdul Aziz pernah mengatakan, "Siapa yang&lt;br /&gt;beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka kerusakannya akan lebih besar&lt;br /&gt;dari pada kebaikannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk perbuatan baik adalah melakukan amar dan nahyi&lt;br /&gt;berdasarkan jalan lurus, yakni keridhaan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amar dan nahyi harus dilakukan secara lemah lembut. Rasulullah saw.&lt;br /&gt;bersabda, "Tidaklah sikap lemah lembut dalam sesuatu melainkan&lt;br /&gt;membuatnya indah. Dan tiadalah sikap kasar dalam sesuatu melainkan&lt;br /&gt;membuatnya buruk." (Muslim dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin haruslah bersifat penyantun dan penyabar dalam menerima&lt;br /&gt;cobaan. (lihat Etika Beramar Ma'ruf Nahi Mungkar, Ibnu Taimiyyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Imam Ibnul Qayyim menegaskan, "Bila yang akan terjadi&lt;br /&gt;–dengan nahyi munkar itu- semakin kuat dan semakin hebatnya&lt;br /&gt;kemungkaran, maka melakukannya dilarang dan jika engkau melakukannya&lt;br /&gt;maka engkau berdosa." Ini menegaskan bahwa untuk melaksanakan perintah&lt;br /&gt;Allah, khususnya amar ma'ruf dan nahyi munkar, harus memakai akhlak&lt;br /&gt;yang diajarkan-Nya dan dicontohkan oleh Rasul-Nya. Allahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dakwatuna.com/2007/memerangi-kemungkaran/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4869467276672233852?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ekakurnia.multiply.com/journal/item/190/Memerangi_Kemungkaran' title='Memerangi Kemungkaran'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4869467276672233852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4869467276672233852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/memerangi-kemungkaran.html' title='Memerangi Kemungkaran'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-1461665064639037401</id><published>2008-09-11T07:35:00.002+07:00</published><updated>2008-09-11T08:01:01.751+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Awas Ghibah !!!</title><content type='html'>Dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian kamu yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ?" (Al-Hujurat:12)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam sangat menekankan tegaknya prilaku dan akhlakyang baik pada diri pribadi maupun masyarakat. Seseorang yangingin mengharapkan ‘bertemu’ denganRabb-nya, selain kalbunya harus selalu terkonsentrasi kepada AllahSWT, juga harus bersih dari sifat-sifatyang tercela dan terisi dengan segala sifat yang terpuji. Maka untukmewujudkan perlu usaha riyadhahdan mujahadah. Riyadhah adalah melatih diri dengan segala sifat terpuji,agar melekat pada diri seseorang.Sedangkan mujahadah adalah berjuang melawan hawa nafsu yang selalu menarik orang berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya cukup berat dalam pelaksanaan,tetapi akhirnya membahagiakan. Keduanya amat berat dirasakan oleh orang yang mempunyai karakter banyak bicara dalam mengatur pembicaraanya,agar tidak berbohong yang membawa dosa. Dalam kaitaninilah, akan mudah dipahami sebuahtamtsil Al-Ghazali, yang dikutib darikitabnya yang monumental Ihya’Ulumuddin, yang berbunyi: mankatsura kalamuhu katsura kidzbuh,yang secara harfiyah berarti barang siapa yang banyak perkataannya,niscaya banyak pula dustanya. Ini mengisyaratkan kepada kita tentang besarnya bahaya perkataan yangdisebabkan oleh penggunaan lidah seseorang dalam kehidupan bila tidak terkontrol. Status lidah adalah yang utama dibandingkan anggota lainnya dari tubuh manusia. Lidah manusia merupakan satu nikmat Allah yang besar dan penuh misteri. Bentuknya kecil, tetapi besar pahala dan dosa yang ditimbulkannya. Iman dan kufurtidak dianggap ada kecuali dituturkanoleh lidah selain diyakini oleh hati tentunya. Padahal iman dan kufur adalah puncak perbuatan taat danmaksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, perlu kiranya diangkat tentang bahaya-bahaya lidah ini,sebagai pelajaran bagi kita agar kita tidak terjebak ke dalamnya. Di antara penyakit lidah dalam perkataan adalah ghibah. Penyakit ini merajalela dimana-mana baik laki-laki maupunperempuan, baik tua maupun muda,karena kurangnya pengetahuanagama dan kontrol diri, sehinggaseakan-akan saat kita melakukanperbuatan itu pun tidak merasa ituadalah ghibah dan kita berdosakarenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat Ghibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImageGhibah adalah membicarakan oranglain dengan hal yang tidak disenanginya bila ia mengetahuinya, baik yang disebut-sebut itu kekurangan yang ada pada badan, nasab, tabiat,ucapan maupun agama hingga padapakaian, rumah atau harta miliknyayang lain. Menyebut kekurangannyayang ada pada badan seperti mengatakania pendek, hitam, kurus danlain sebagainya dan sering pula inidijadikan sebagai nama julukan baginya.Atau pada agamanya sepertimengatakan ia pembohong, fasik,munafik dan lain-lain. Kadang orangtidak sadar ia telah melakukan ghibah,dan saat diperingatkan ia menjawab: "Yang saya katakan ini benaradanya!" Padahal Rasulullah SAWdengan tegas menyatakan per-buatantersebut adalah ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanyakan kepada beliau,bagaimana bila yang disebut-sebut itumemang benar adanya pada orangyang sedang digunjingkan, beliaumenjawab: "Jika yang engkau gunjingkanbenar adanya pada orang tersebut,maka engkau telah melakukanghibah, dan jika yang engkau sebuttidak ada pada orang yang engkausebut, maka engkau telah melakukandusta atasnya." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah tidak terbatas dengan lisan saja, namun juga bisa terjadi dengan tulisan atau isyarat seperti kerdipan mata, gerakan tangan, cibiran bibir dan sebagainya. Sebab intinya adalah memberitahukan kekurangan seseorang kepada orang lain. Suatu ketika ada seorang wanita datang kepada ‘Aisyah r.a. Ketika wanita itu sudah pergi, ‘Aisyah mengisyaratkan dengan tangannya yang menunjukkan bahwa wanita itu berbadan pendek. Rasulullah SAW lantas bersabda: "Engkau telah melakukan ghibah!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semisal dengan ini adalah gerakan memperagakan orang lain seperti menirukan cara jalan seseorang, berbicaranya dan lain-lain. Bahkan yang demikian ini lebih parah dari pada ghibah, karena di samping mengandung unsur memberitahu kekurangan orang, juga mengandung tujuan mengejek atau meremehkan. Tak kalah meluasnya adalah ghibah dengan tulisan (media), karena tulisan adalah lisan kedua. Media massa sudah tidak segan dan malu-malu membuka aib seseorang yang paling rahasia sekali pun. Yang terjadi kemudian, sensor perasaan malu masyarakat menurun sampai pada tingkat yang paling rendah. Aib tidak lagi dirasakan sebagai aib yang seharusnya ditutupi, perbuatan dosa menjadi makanan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipublikasikannya berita-berita tentang kejahatan dan segala bentuk kriminal baik di media massa, televisi, situs internet dan media lainnya merupakan bentuk dari ghibah dan membongkar aib seseorang. Akibat pemberitaan ini, maksiat menjadi tidak tabu lagi di mata masyarakat sebab mereka selalu dicekoki berita seputar kriminal. Dan secara langsung maupun tidak langsung media-media tersebut telah turut andil dalam mendidik masyarat untuk berbuat kriminal. Padahal maksiat semestinya harus ditutupi. Dan bagi yang mengetahuinya, sebisa mungkin jangan memberitahukan kepada orang lain sebagaimana yang Rasulullah SAW pesankan dalam banyak haditsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam &amp; Bentuk Ghibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah mempunyai berbagai macam dan bentuk, yang paling buruk adalah ghibah yang disertai dengan riya’ seperti mengatakan: "Saya berlindung kepada Allah dari perbuatan yang tidak tahu malu semacam ini, semoga Allah menjagaku dari perbuatan itu." Padahal maksudnya mengungkapkan ketidaksenangannya kepada orang lain, namun ia menggunakan ungkapan doa untuk mengutarakan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang orang melakukan ghibah dengan cara pujian, seperti mengatakan: "Betapa baik orang itu, tidak pernah meninggalkan kewajibannya, namun sayang ia mempunyai perangai seperti yang banyak kita miliki, kurang sabar." Ia menyebut juga dirinya dengan maksud mencela orang lain dan mengisyaratkan dirinya termasuk golongan orang-orang shalih yang selalu menjaga diri dari ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk ghibah yang lain misalnya mengucapkan: "Saya kasihan terhadap teman kita yang selalu diremehkan ini. Saya berdoa kepada Allah agar dia tidak lagi diremehkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan semacam ini bukanlah do’a, karena jika ia menginginkan doa untuknya, tentu ia akan mendoakannya dalam kesendiriannya dan tidak mengutarakannya semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah yang diperbolehkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua jenis ghibah dilarang dalam agama. Ada beberapa jenis ghibah yang diperbolehkan, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang benar, dan tidak mungkin tercapai kecuali dengan ghibah. Setidaknya ada enam jenis ghibah yang diperbolehkan, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang benar, dan tidak mungkin tercapai kecuali dengan ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melaporkan perbuatan aniaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang teraniaya boleh melaporkan kepada hakim dengan mengatakan ia telah dianiaya oleh seseorang. Pada dasarnya ini adalah perbuatan ghibah, namun karena dimaksudkan untuk tujuan yang benar, maka hal ini diperbolehkan dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Usaha untuk mengubah kemungkaran dan membantu seseorang keluar dari dari perbuatan maksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mengutarakan kepada orang yang mempunyai kekuasaan untuk mengubah kemungkaran. "Si Fulan telah berbuat tidak benar, cegahlah dia!" Maksudnya adalah meminta orang lain untuk mengubah kemungkaran. Jika tidak bermaksud demikian, maka ucapan tadi adalah ghibah yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk tujuan meminta nasehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dengan mengucapkan: "Ayah saya telah berbuat begini kepada saya, apakah perbuatannya itu diperbolehkan? Bagaimana caranya agar saya tidak diperlakukan demikian lagi? Bagaimana cara mendapatkan hak saya?" Ungkapan demikian ini diperbolehkan. Tapi lebih selamat bila ia mengutarakannya dengan ungkapan misalnya: "Bagaimana hukumnya bila ada seseorang yang berbuat begini kepada anaknya, apakah hal itu diperbolehkan?" Ungkapan semacam ini lebih selamat karena tidak menyebut orang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Untuk memperingatkan atau menasehati kaum muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dalam hal ini adalah jarh (menyebut cela perawi hadits) yang dilakukan para ulama hadits. Hal ini diperbolehkan menurut ijma’ ulama, bahkan menjadi wajib karena mengandung maslahat untuk umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bila seseorang berterus terang dengan menunjukkan kefasik-an dan kebid’ahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti minum arak, berjudi dan lain sebagainya, ma-ka boleh menyebut seseorang terse-but dengan sifat yang dimaksudkan, namun ia tidak boleh menyebutkan aibnya untuk umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Untuk memberi penjelasan dengan suatu sebutan yang telah masyhur pada diri seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dari Ghibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengobati kebiasaan ghibah yang merupakan penyakit yang sulit dideteksi dan sulit diobati ini, ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Selalu mengingat bahwa perbuatan ghibah adalah penyebab kemarahan dan kemurkaan Allah serta turunnya adzab dariNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Bahwasannya timbangan kebaikan pelaku ghibah akan pindah kepada orang yang akan digunjingkannya. Jika ia tidak mempunyai kebaikan sama sekali, maka diambilkan dari timbangan kejahatan orang yang digunjingkannya dan ditambahkan kepada timbangan kejahatannya. Jika mengingat hal ini selalu, niscaya seseorang akan berpikir seribu kali untuk melakukan perbuatan ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Hendaknya orang yang melakukan ghibah mengingat dulu aib dirinya sendiri dan segera berusaha memperbaikinya. Dengan demikian akan timbul perasaan malu pada diri sendiri bila membuka aib orang lain, sementara dirinya sendiri masih mempunyai aib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Jika aib orang yang hendak digunjingkan tidak ada pada dirinya sendiri, hendaknya ia segera bersyukur kepada Allah karena Dia telah menghindarkannya dari aib tersebut, bukannya malah mengotori dirinya dengan aib yang lebih besar yang berupa perbuatan ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Selalu ingat bila ia membicarakan saudaranya, maka ia seperti orang yang makan bangkai saudaranya sendiri, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT: "Dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati?" (Al-Hujuraat : 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Hukumnya wajib mengingatkan orang yang sedang melakukan ghibah, bahwa perbuatan tersebut hukumnya haram dan dimurkai Allah. Ketujuh: Selalu mengingat ayat-ayat dan hadits-hadits yang melarang ghibah dan selalu menjaga lisan agar tidak terjadi ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk hamba yang selalu memelihara lidah dan perkataan dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji yang hanya menjauhkan kita dari Ridla-Nya dan mendekatkan pada siksa-Nya. Akhirnya marilah kita berdo’a semoga kita diberikan petunjuk bahwa yang benar itu benar dan diberikan kekuatan untuk melaksanakannya. Dan diberikan petunjuk bahwa yang bathil itu itu bathil dan diberikan kekuatan untuk menjauhinya. Amin.&lt;br /&gt;Wallohu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alhijrah.cidensw.net"&gt;Majalah Al-Hijrah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-1461665064639037401?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/1461665064639037401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/1461665064639037401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/awas-ghibah.html' title='Awas Ghibah !!!'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-7584009552730727271</id><published>2008-09-09T08:29:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T08:31:58.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>INDAHNYA KEBERSAMAAN</title><content type='html'>Kata kunci yang bisa kita ambil dari keberhasilan itu adalah kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas, kerja mawas dan kerja tuntas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Allah SWT telah memberikan nikmat-Nya kepada kita melebihi harapan kita kepada-Nya. Dalam pemilihan umum legislatif 2004, Allah memberikan lompatan yang luar biasa kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dari perolehan 2 kursi DPRD Kota Bekasi pada pemilu 1999 melonjak menjadi 11 kursi pada pemilu 2004. Jumlah ini bahkan melebihi jumlah kursi yang diperoleh partai-partai lain yang sudah mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci yang bisa kita ambil dari keberhasilan itu adalah kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas, kerja mawas dan kerja tuntas. Dengan keikhlasan kita kerahkan segala kemampuan kita tanpa pamrih dan tanpa menunggu dilihat orang. Kerja keras kita pun telah kita tunjukkan tanpa lelah, siang maupun malam; ketika kita mengadakan rapat untuk merencanakan kegiatan, ketika kita sibuk memasang atribut maupun ketika kita harus menunggu angka-angka perolehan suara di kelurahan maupun di kecamatan. Kecerdasan kita pun ditunjukkan oleh Allah SWT dengan pandainya kita memilih sarana yang kita gunakan untuk mendekati orang, memilih tema kampanye yang menarik sehingga menyentuh hati orang sampai kecerdasan memetakan konstituen. Kita sangat memahami pemilu sebagai jihad siyasi, namun tetap tidak melupakan kemawasan, kita tetap hati-hati dalam bekerja dan tidak sembrono sehingga tingkat kecelakaan pun sangat minimal dan kita pun tidak pernah mencari-cari musuh. Akhirnya, kerja tuntas kita telah kita tunjukkan dengan melakukan finishing touch yang baik. Kita sangat menyadari berbagai kekurangan dan kekhilafan di tengah upaya kita memenangkan partai kita, hal itu ditunjukkan dengan permohonan maaf kepada masyarakat serta meminta masukan dan saran-saran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja seperti itulah yang telah membuahkan hasil yang gemilang. Kerja seperti itulah yang akan dilihat oleh Allah, Rasul dan orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah �Dan katakanlah: �Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan��.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang harus kita ingat bahwa hasil kerja itu bukanlah merupakan hasil kerja pribadi-pribadi kita tetapi lebih merupakan hasil kerja bersama kita atau yang biasa disebut dengan amal jama�i. Oleh karenanya, sama sekali kita tidak boleh mengklaim bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja kita. Semua kerja kita tidak akan berarti apa-apa jika hanya dilakukan oleh seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mengenang sejenak bagaimana kebersamaan yang sudah kita bangun selama ini. Saat kita menyadari perbekalan dana yang sangat minim untuk melakukan jihad siyasi ini, kita pun sama-sama menggalang dana dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp87.649.500,00. Bahkan ketika tidak ada uang tunai yang bisa kita diberikan, ada yang memberikan cincin, gelang dan perhiasan lain yang dicintainya bahkan ada juga yang memberikan plotter (printer ukuran besar) untuk kemenangan da�wah. Itu semua belum termasuk pembelian atribut oleh diri kita masing-masing atau penyediaan makanan dan minuman oleh kita masing-masing untuk rapat dan untuk kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga masih ingat bagaimana ketika kelelahan mata kita dapat kita kalahkan dengan semangat kita untuk memasang atribut-atribut partai pada malam pertama pemilu, sementara ibu-ibu sibuk membuat lem kanji dan makanan-makanan kecil. Bahkan malam itu pun kadang kita bersitegang dengan kader dan simpatisan dari partai-partai lain karena memperebutkan lahan untuk pemasangan atribut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sangat menarik adalah ketika menjelang pemilu 2004, Allah memberikan ujian kepada bangsa ini dengan mewabahnya penyakit demam berdarah sehingga menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun demikian KLB ini tidak kita sikapi dengan kepanikan tetapi bahkan menjadi sarana bagi kita untuk bisa berkhidmat kepada masyarakat. Kita sikapi dengan sigap dengan menurunkan Tim Fogging yang dari hari ke hari keliling di Bekasi Barat dan Medan Satria memberantas nyamuk Aides Aegepty. Walaupun tidak mendapatkan bayaran, kelelahan-kelelahan Tim Fogging ini terhibur dengan canda di antara mereka dan kepuasan bisa menyelamatkan masyarakat dari demam berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak bisa kita lupakan adalah perjuangan pada hari-h dan beberapa hari sesudahnya dimana giliran saksi-saksi yang harus berjaga-jaga di tempat pemungutan suara (TPS), di kelurahan dan di kecamatan memelototin angka-angka perolehan suara. Terkadang harus bersitegang dengan KPPS dan KPK atau dengan saksi-saksi dari partai-partai lain karena mempertahankan suara yang benar dan menolak penggelembungan suara. Demikian juga halnya dengan Tim Peng-input Data yang bekerja siang dan malam tanpa mengenal lelah melakukan peng-inputan data-data perolehan suara untuk diberikan kepada para saksi sebagai data pendukung mereka. Ternyata data-data ini sangat bermanfaat bukan untuk partai kita saja tetapi untuk partai-partai yang lain sehingga mereka sangat berharap terhadap data-data kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagian kisah kebersamaan kita pada pemilu 2004. Rasanya sangat disayangkan jika kebersamaan seperti itu menghilang begitu saja dengan selesainya pemilu. Kebersamaan seperti itu harus kita jaga terus menerus di setiap saat, dalam suka maupun duka, bahkan harus kita tumbuhsuburkan pada masa-masa yang akan datang. Ingatlah, perjalanan da�wah masih sangat panjang bahkan mungkin lebih panjang dari umur kita sendiri. &lt;a href="http://www.ahmadsyaikhu.com"&gt;(Ahmad Syaikhu)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-7584009552730727271?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ahmadsyaikhu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=14&amp;Itemid=28' title='INDAHNYA KEBERSAMAAN'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7584009552730727271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7584009552730727271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/indahnya-kebersamaan.html' title='INDAHNYA KEBERSAMAAN'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-6126171685912325229</id><published>2008-09-09T08:10:00.001+07:00</published><updated>2008-09-09T08:24:41.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Membangun Masa Depan Tanpa Korupsi</title><content type='html'>Hilangnya ketegasan, hukum yang pilih kasih, adalah pangkal bencana. Dalam khasanah hukum Islam, ada keteladanan yang layak dicontoh. Di zaman Nabi, ada wanita ningrat dari bani Makhzum mencuri sehingga orang Quraisy enggan menetapkan hukuman. Nabi mengecam keras. "Orang-orang sebelummu binasa adalah karena jika ada seseorang yang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membebaskannya, dan jika ada orang lemah di antara mereka mencuri, mereka menegakkan hukum padanya. Demi Allah, sekiranya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya." &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara berturut-turut, berita utama (headline) beberapa media cetak Nasional dua bulan terakhir, mengetengahkan banyaknya potensi penyelewengan pada proyek yang bersumber dari anggaran negara baik APBN maupun APBD. Pada sektor infrastruktur jalan misalnya, banyak kontraktor yang mengerjakan proyek tidak sesuai bestek. Sampai pada waktu penyerahan, ternyata banyak jalan yang sudah rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilakukan cross check ke daerah maka pihak Dinas PU menyatakan para kontraktor paling bertanggung jawab terhadap permasalahan tersebut. Tapi, para kontraktor kemudian "bernyanyi." Mereka menyatakan tentang banyaknya "setoran" yang harus mereka serahkan ke oknum Dinas PU. Dana yang terbatas itulah yang membuat proyek berjalan asal-asalan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Korupsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelewengan proyek pembangunan jalan agaknya telah menjadi tradisi tahunan. Juga seperti pungutan Penerimaan Siswa Baru (PSB), di awal tahun ajaran baru kemarin. Berulangkali dilarang, sekolah (negeri) tetap melakukan  pungutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan tren penyelewengan proyek tersebut seolah meneguhkan tesis Myrdal. Sudah lama Gunnar Myrdal (1987) menilai negara kita sebagai "soft state" (negara  lunak), yaitu negara yang pemerintahnya tidak memiliki ketegaran moral yang jelas, khususnya moral sosial-politik. Menurut ahli ekonomi Swedia pemenang hadiah Nobel itu, "lunak" berasosiasi pada tidak adanya disiplin sosial di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita umumnya mengidap kelembekan (leinency), sikap serba memudahkan (easy going), sehingga tidak memiliki kepekaan cukup terhadap masalah penyelewengan dan kejahatan. Myrdal menyebut gejala ini sebagai "korupsi," yang telah begitu mengakar dalam budaya bangsa kita.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek buruk korupsi (dengan berbagai variannya) ialah menyebarnya sikap sinis di kalangan masyarakat luas. Korupsi kemudian banyak mengintroduksi elemen-elemen yang tak rasional. Penyimpangan kebijakan di seluruh tingkatan, keinginan untuk memperoleh hasil dengan jalan pintas,  juga kesenjangan sosial di masyarakat. Menurunnya partisipasi politik masyarakat tampak juga dipengaruhi hal ini. Agaknya, elemen irasional inilah yang juga menjadi penjelasan anomali parpol. Di tengah merosotnya kredibilitas/citra parpol, Pemilu 2009 malah diikuti 34 parpol, lebih banyak dari Pemilu 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triwulan pertama 2008, kita mendapat hadiah memilukan dan memalukan. Indonesia termasuk di dalam indeks 60 negara gagal tahun 2007 (failed state index 2007). Indeks itu dibuat Majalah Foreign Policy, bekerja sama dengan lembaga think-tank Amerika, The Fund for Peace. Banyak ukuran dalam membuat indeks itu. Parameternya antara lain adalah kemiskinan merajalela, ekonomi merosot, pelayanan umum jelek, korupsi dan kriminalitas menyebar, pemerintah pusat sangat lemah dan tak efektif.  Negara paling gagal adalah Sudan, Irak, Somalia, dan Zimbabwe. Bayangkan, Indonesia masuk satu jajaran dengan negeri itu, bersama sejumlah negara Afrika, Asia, dan Amerika Latin, semacam Timor Timur, Myanmar, Kongo, Haiti, Ethiopia, dan Uganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata dunia internasional kita punya predikat buruk. Mungkin ada yang menyangsikan penilaian majalah Foreign Policy. Tapi fenomena di lapangan banyak menemukan  kesesuaian. Masyarakat semakin berat menanggung beban. Mahalnya harga kebutuhan pokok tak diiringi dengan peningkatan daya beli. Pelayanan umum—sebutlah jalan, sebagai sarana dasar kebutuhan publik—tak beranjak bagus. Rasa aman semakin mahal. Berita di koran tak jeda mengabarkan perampokan yang makin nekat dan kejam.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegasan dan Efek Jera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, tak selalu kabar buruk yang kita terima. Telah banyak perkara korupsi yang terungkap. Para pejabat yang dulunya nyaris musykil tersangkut dakwaan korupsi, sekarang telah terjerat. Mulai banyak pejabat yang menghuni hotel prodeo. Sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah membuat ciut nyali para pelaku korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah pengusutan perkara korupsi tersebut cukup sebagai kompensasi untuk meraih kepercayaan publik? Semuanya masih memerlukan syarat yang dipenuhi: ketegasan hukum. Saat ini, komitmen penegakan hukum itu masih sering terlihat terlalu birokratis—padahal musuh besar perubahan itu ada pada birokrasi yang bertele-tele dan formalistik. Pemimpin negeri ini masih banyak terjebak mekanisme birokrasi. Banyak perkara yang berlarut-larut dalam pengadilan. Pada gilirannya, pemberantasan korupsi saat ini masih banyak yang berupa dakwaan, belum menghasilkan keputusan yang memuaskan. Bahkan di daerah sering terjadi ironi. Perkara korupsi hanya menjadi polemik di koran—karena wartawan kritis yang mengungkapkan. Setelah itu, hilang tanpa ada tindak lanjut di pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangnya ketegasan, hukum yang pilih kasih, adalah pangkal bencana. Dalam khasanah hukum Islam, ada keteladanan yang layak dicontoh. Di zaman Nabi, ada wanita ningrat dari bani Makhzum mencuri sehingga orang Quraisy enggan menetapkan hukuman. Nabi mengecam keras. "Orang-orang sebelummu binasa adalah karena jika ada seseorang yang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membebaskannya, dan jika ada orang lemah di antara mereka mencuri, mereka menegakkan hukum padanya. Demi Allah, sekiranya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China bisa juga menjadi contoh lain tentang sukses memberantas korupsi. Zhu, Perdana Menteri Cina itu telah menghukum mati ratusan pelaku korupsi. Hasilnya,  ekonomi di China maju sangat pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberantasan korupsi—di pusat dan daerah—tampak menjadi komponen penting dalam pembangunan. Penegakan hukum menjadi bagian penting membangun  optimisme kita. Agar selalu ada keberanian kita untuk berharap (audacity of hope). Berharap bahwa pemerintahan mendatang akan lebih baik. Agar predikat negara gagal itu tidak berlanjut menjadi  negara hancur (collapsed state).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.Aboebakar.Info"&gt;Aboe Bakar Al-Habsyi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengirim: Mutia Febrina&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-6126171685912325229?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://aboebakar.info/?op=isi&amp;id=5704' title='Membangun Masa Depan Tanpa Korupsi'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6126171685912325229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6126171685912325229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/membangun-masa-depan-tanpa-korupsi.html' title='Membangun Masa Depan Tanpa Korupsi'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-1653814549440230004</id><published>2008-09-09T08:05:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T08:10:01.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Hidayat siap 'saingi' Puan</title><content type='html'>"Saya tidak melihat Jateng V sebagai dapil neraka justru dapil surga," kata Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (28/8).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang juga caleg DPR dari PKS siap bersaing dengan Puan Maharani, Zaenal Maarif, Icuk Sugiarto dan Dita Indah Sari. Dapil Jawa Tengah V tempat mereka bersaing bukan 'neraka'.&lt;br /&gt;"Saya tidak melihat Jateng V sebagai dapil neraka justru dapil surga," kata Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (28/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Hidayat, sejumlah caleg yang bersaing menjadi anggota DPR dari dapil Jateng V yang meliputi Surakarta, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo itu adalah Puan Maharani (PDIP), Zaenal Maarif (Partai Demokrat), Icuk Sugiarto (PPP), dan Dita Indah Sari (PBR). Puan adalah anak Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Zaenal mantan Wakil Ketua DPR, Icuk mantan pebulu tangkis, dan Dita aktivis buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Presiden PKS itu mengatakan persaingan merebut suara rakyat di dapil Jateng V akan sengit tetapi justru dari sisi demokrasi terlihat semarak. PKS menargetkan dua kursi DPR dari dapil Jateng V dan Hidayat tak yakin PKS mampu memenuhi target itu. Jumlah kursi DPR yang diperebutkan dari dapil Jateng V itu sebanyak delapan kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, PKS kemungkinan tidak akan menyapu bersih kursi yang ada. "Kehadiran saya di dapil Jateng V bukan kemauan pribadi, tetapi perintah partai," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski persaingan akan berlangsung sengit dan semarak, tetapi Hidayat Nurwahid tetap tenang. "Saya malah bisa bermain bulutangkis dengan Mas Icuk," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan Mas Zaenal juga bisa bicara soal poligami, apalagi di dapil ini ada yang punya (restoran) Ayam Bakar Wong Solo," selorohnya bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: WASPADA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-1653814549440230004?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hnw.or.id/?op=isi&amp;id=5792' title='Hidayat siap &apos;saingi&apos; Puan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/1653814549440230004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/1653814549440230004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/hidayat-siap-saingi-puan.html' title='Hidayat siap &apos;saingi&apos; Puan'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-5065825082827956880</id><published>2008-09-09T07:52:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T08:04:25.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Telat Datang, Hidayat Nur Wahid Duduk di Barisan Belakang</title><content type='html'>Hidayat tiba sekitar pukul 11.30 WIB dengan mengenakan batik lengan panjang. Setelah duduk di kursi bagian belakang, Hidayat langsung menyalami wartawan yang ada disebelahnya. Wartawan itu langsung kaget.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nur Wahid datang terlambat pada acara pembekalan caleg nasional PKS. Hidayat langsung masuk ke ruangan dan duduk di kursi barisan belakang, yang merupakan barisan wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat tiba sekitar pukul 11.30 WIB dengan mengenakan batik lengan panjang. Setelah duduk di kursi bagian belakang, Hidayat langsung menyalami wartawan yang ada disebelahnya. Wartawan itu langsung kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah aku kaget juga pas dia duduk di sampingku," ujar seorang wartawan kepada detikcom, di Komplek Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar Hidayat duduk di bagian belakang, beberapa kader PKS menyalami Hidayat dan mengucapkan selamat datang dengan bahasa Arab. Seorang kader sempat mempersilakan Hidayat untuk duduk di depan, tapi ditolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biar saja, terlambat duduknya di belakang," kata mantan Presiden PKS itu menanggapi tawaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada wartawan yang mencoba memanfaatkan kesempatan tersebut untuk wawancara, Hidayat menolak dengan menunjuk ke arah depan. Itu artinya Hidayat ingin menyimak dahulu ttausiyah dari Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sampai Presiden PKS Tifatul Sembiring memberikan tausiyahnya, Hidayat menolak juga ajakan Tifatul untuk pindah ke kursi bagian depan. Hidayat pun tetap duduk di belakang sampai acara selesai.(ddt/nik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: DetikCom&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-5065825082827956880?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hnw.or.id/?op=isi&amp;id=5805' title='Telat Datang, Hidayat Nur Wahid Duduk di Barisan Belakang'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5065825082827956880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5065825082827956880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/telat-datang-hidayat-nur-wahid-duduk-di.html' title='Telat Datang, Hidayat Nur Wahid Duduk di Barisan Belakang'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3479345515766491002</id><published>2008-09-03T13:12:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T13:18:56.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Menjaga Amanah Allah</title><content type='html'>Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 27)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab turunnya ayat ini ada beberapa versi, antara lain riwayat dari Al-Kalbi, bahwa Abu Lubabah Bin Abdul Mundzir diutus oleh Nabi SAW pada Bani Quraidzah (sebuah suku Yahudi Madinah yang telah melanggar perjanjian waktu perang Khandak), sebab dia selama ini adalah sahabat baik dari suku tersebut. Dia juga menitipkan harta dan anak-anaknya pada Bani Quraidzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu dengan para pemuka Yahudi itu, dia sampaikan usulan Nabi SAW agar mereka menyerah pada Sa’ad bin Mu’adz yang diperintah Nabi SAW untuk menangani kasus mereka. Lalu pemuka Yahudi bertanya, “Jika mereka turun, apa kira-kira hukuman yang dijatuhkan pada mereka”. Lalu dengan tidak pikir panjang Abu Lubabah menggesekkan tangan ke lehernya, mengisyaratkan akan dibunuh semua. Kelancangan Abu Lubabah itulah yang ditegur oleh ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah turun ayat ini, rasulullah SAW memanggil isteri Abu Lubabah dan bertanya, “Apakah Abu Lubabah tetap mengerjakan shaum dan shalat. Dan adakah dia mandi junub setelah bersetubuh?” Isterinya menjawab, “Dia shaum, shalat dan mandi junub, bahkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bertanya demikian, karena meragukan keimanannya, sehingga isterinya ditanya ditanya tentang kehidupannya, apakah dia Islam atau munafiq. Isterinya menjawab pasti bahwa dia shaum, shalat dan setelah bersetubuh dia tetap mandi junub. Ini menunjukkan keimanannya baik. Tapi ia telah berkhianat, lancang dan membuka rahasia, yang merupakan perbuatan orang munafiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Lubabah memang bukan orang munafiq, tetapi karena kelancangannya dia telah dicap sebagai penghianat. Setelah turun ayat ini, Abu Lubabah merasa sangat menyesal, sebab Allah sendiri telah menuduhnya sebagai pengkhianat, kemudian dia segera bertaubat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat Qotadah dan Az-Zuhri, taubatnya itu lain sekali. Dia bersumpah untuk tidak makan dan minum, sampai diberi ampun oleh Allah. Kemudian dia mengikatkan diri di tonggak masjid sampai sembilan hari, tidak makan dan tidak minum sampai jatuh pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Allah menerima taubatnya, beberapa orang datang memberitahu bahwa Allah telah menerima taubatnya dan mereka hendak melepas ikatannya. Tetapi Abu Lubabah bersumpah bahwa dia tidak mau dilepas kecuali oleh Rasulullah SAW. Beliau pun melepas ikatannya. Setelah bebas Abu Lubabah berkata, “Ya Rasulullah, saya bernadzar untuk mensedekahkan seluruh harta saya”. Beliau menjawah, “Jangan semuanya, cukup sepertiga saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ayat ini turun mengenai Abu Lubabah, tetapi maksudnya umum. Ayat ini menjadi peringatan keras bagi umat Islam untuk teguh dan setia dalam memegang amanat. Tak ada artinya shalat, puasa taat beribadah apabila seseorang tidak setia kepada amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata amanah mempunyai akar kata yang sama dengan kata iman dan aman, sehingga mukmin berarti beriman dan mendatangkan keamanan, juga memberi dan menerima amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh para ulama amanat itu dibagi menjadi 3 (tiga) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amanat manusia pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ar-razi, termasuk dalam hal ini adalah amanat dalam memilih yang baik bagi dirinya untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Termasuk menuntut ilmu, bermata pencaharian, tidak menganggur, menjaga kesehatan, berobat kalau sakit, menjaga diri dari penyakit menular dan segala hal yang merusak tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Amanat terhadap sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk menyampaikan kiriman pada yang berhak, menyimpan titipan sampai yang punya datang meminta, menyimpan rahasia, menjaga hubungan silaturahim, mentaati undang-undang, memelihara keamanan rakyat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Amanat manusia dari Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amanat inilah yang disinggung dalam firman Allah. “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan memikulnya dan merasa berat, dan dipikul amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan bodoh”. (QS. Al-Hasyr: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Qaffal, ayat ini hanya perumpamaan, yang ditekankan di sini ialah perhatian kita terhadap amanat yang Allah letakkan di atas pundak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurtubi menyalin dalam tafsirnya, “Ini adalah kata majaz atau kiasan. Langit, bumi dan gunung-gunung merasa berat memikul (apalagi manusia), sebab itulah manusia hendaknya berhati-hati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pendapat ulama tentang maksud amanah pada ayat tersebut, yaitu : Agama, hal-hal yang difardlukan, batas-batas yang ditentukan oleh Allah, taat kepada Allah, shalat, puasa, wanita yang diamanati menjaga kehormatannya, dan mandi janabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari pendapat-pendapat ini, Ibnu Katsir berkata, “Semua pendapat ini tidak bertentangan satu sama lain, bahkan semua kembali pada satu titik persamaan bahwa amanat ialah semua pembebanan hukum, dan menerima beban itu dengan melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan dengan segala konsekuensinya. Jika ia melaksanakan beban itu, diberi pahala dan ganjaran, sebaliknya, jika ia tinggalkan, ia akan dihukum dan disiksa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, amanat Allah kepada manusia itu antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ilmu pengetahuan yang Allah berikan pada manusia. Amanah berupa ilmu ini harus kita tunaikan dengan mengamalkan dan mengajarkannya pada orang lain. Rasulullah SAW mengecam keras orang yang berkhianat dalam hal ilmu tersebut. Dalam sebuah hadits beliau bersabda : “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan, lalu menyembunyikannya, niscaya dia akan dikekang di hari kiamat dengan kekangan yang terbuat dari api neraka.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pekerjaan atau usaha tempat kita mencari rizki adalah amanat Allah yang harus ditunaikan dan dipelihara sebaik-baiknya dengan menepati waktu dan menjaga kejujuran. Jadi menyia-nyiakan waktu dalam tugas kerja ialah khianat. Begitu juga korupsi, menyalahgunakan jabatan, manipulasi data dan sebagainya adalah khianat. Kalau semua pegawai jujur di dalam menunaikan amanat mereka, pastilah suatu bangsa akan maju pesat dan rencana pembangunan akan berjalan lancar sehingga target yang telah ditentukan akan mudah tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Isteri atau suami adalah amanat Allah, oleh karena itu masing-masing harus memelihara satu sama lain. Suami harus memelihara hak-hak isteri, seperti memberinya nafkah dan membimbing agamanya. Sebaliknya isteri harus memelihara hak-hak suami, seperti mentaati dan melayani sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anak yang telah dikaruniakan Allah pada kita adalah amanat. Untuk memelihara amanat ini orangtua harus menunaikan hak-hak anak dengan sebaik-baiknya. Abul Hasan meriwayatkan bahwa suatu hari seseorang bertanya pada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, apakah hak anakku terhadapku?” Nabi menjawab, “Engkau baguskan nama dan pendidikannya, lalu kau tempatkan ia di tempat yang baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Harta, rumah, pakaian dan semua yang Allah izinkan untuk kita adalah amanah. Semuanya harus kita tunaikan haknya dengan dikeluarkan sedekah dan zakatnya serta kita rawat dan pelihara dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila semua amanah tersebut kita tunaikan maka kita akan memperoleh kekayaan rohani yang tak ternilai banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;“Empat perkara yang jika engkau pelihara baik-baik, kayalah engkau walaupun banyak kemegahan dunia yang tidak engkau capai, yaitu: Memelihara amanat; Berkata jujur; Perangai yang baik; Mengendalikan kerakusan makan.” (HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr) :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengirim : Ardan Ramadlan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.MyQuran.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3479345515766491002?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3479345515766491002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3479345515766491002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/09/menjaga-amanah-allah.html' title='Menjaga Amanah Allah'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4573474876563633768</id><published>2008-08-31T17:29:00.000+07:00</published><updated>2008-08-31T17:33:24.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan</title><content type='html'>Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah 'azimat' Nabi tatkala memasuki Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah). (Bul/Hidayatullah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4573474876563633768?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4573474876563633768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4573474876563633768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan.html' title='Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-6320480518761885841</id><published>2008-08-31T17:15:00.001+07:00</published><updated>2008-08-31T17:19:05.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rihlah'/><title type='text'>Marhaban Yaa Ramadhan...</title><content type='html'>Mata kadang salah melihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut kadang salah berucap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kadang salah menduga&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk lisan yang tak terjaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk janji yang terabaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk hati yang berprasangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk semua sikap yang pernah menyakitkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf segala kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk jelang Ramadhan 1429H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqobbalallaahu minnaa wa minkum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-6320480518761885841?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6320480518761885841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6320480518761885841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban Yaa Ramadhan...'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3850294702017653341</id><published>2008-08-31T17:10:00.001+07:00</published><updated>2008-08-31T17:20:15.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ramadhan, Cermin Miniatur Negara Islami</title><content type='html'>BULAN Ramadhan disebut-sebut sebagai bulan suci. Esensi kesucian bulan Ramadhan, direalisasikan dalam bentuk ketaatan kaum muslimin dalam menjalankan perintah Allah berupa ibadah puasa. Bulan Ramadhan, juga dianggap sebagai bulan yang istimewa, karena di bulan inilah Al-Quran diturunkan, selain itu amalan setiap muslim akan diberi pahala oleh Allah dengan berlipat ganda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bulan ini membawa perubahan drastis pada sikap-mental umat Islam. Secara massal, ketundukan mereka kepada aturan Allah mengalami peningkatan, yang mana di hari-hari selain Ramadhan sedikit sekali yang serius mengindahkan aturan itu. Terlintas kesan utopis atas ketaatan mereka, karena seolah-olah hanya menyertai ibadah puasa saja. Meskipun demikian, tak bisa dipungkiri bahwa kekhusu’an dan keikhlasan umat Islam dalam menjalankan perintah puasa ini, telah merubah suasana dalam kehidupan masyarakat. Hal ini didasarkan pada pengharapan kaum muslim atas ridha dan perhatian khusus dari Allah kepada orang yang tulus menjalankanya. Atas ibadah puasa Allah meberi pahala tanpa perantaraan orang lain. Perhatian khusus dari Allah atas ibadah puasa ini, seakan menjadi inspirator kaum muslim dalam berpuasa dengan sebaik-baiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua muslim mendapat pahala puasa yang sama, karena segala hal yang terkait dengan amalan hamba, selalu bergantung pada niat yang ia ciptakan dalam hatinya. Niat adalah salah satu faktor penentu diterimanya sebuah amal, karena niat merupakan cerminan keimanan seorang hamba dan ketulusan aqidahnya. Setiap muslim yang melaksanakan puasa, hendaklah mampu mengambil hikmahnya, salah satunya yaitu kesalehan sosial yang muncul dari hati yang bersih karena disucikan dengan puasa. Mereka harus merasakan penderitaan yang sama, rasa lapar dan haus yang sama, sehingga rasa tenteram aman damai dan sejahtera lebih bisa dinikmati pada tiap-tiap bulan Ramadhan, karena adanya rasa persaudaraan yang lebih erat dan rasa kebersamaan yang melekat antar sesama muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah puasa juga menuntut adanya kejujuran pada individu yang melaksanakanya. Karena hal-hal yang membatalkan puasa lebih bersifat perbuatan individu dan sangat kecil kemungkinan orang lain bisa mengetahuinya. Dengan adanya larangan makan, minum, dan bersetubuh (mengumbar hawa nafsu) di siang hari, menjadikan orang yang berpuasa merasa selalu diawasi Allah. Di sinilah orang yang berpuasa dengan sikap suka atau tidak suka harus jujur pada dirinya sendiri karena Allah selalu mengawasinya. Sekalilagi realitas menyuguhkan data empirisnya, yaitu di jaman sekarang ini moralitas bangsa tercoreng oleh ketidak jujuran berbagai pihak dan ketidak beraturan semakin mengikis ketenteraman bangsa dan Negara. Namun sebaliknya, di saat orang-orang jujur pada dirinya sendiri, sebagaimana yang terlaksana di saat mereka menjalani puasa di bulan Ramadhan, keteraturan kehidupan manusia terjaga dan terjamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena perpecahan dan ketidak teraturan bangsa ini, tak jauh dari soal nasi dan kehilangan jati diri. Di dunia modern ini, banyak orang yang hanya ingin mengisi perutnya sendiri, tanpa memperhatikan orang lain yang masih kelaparan. Dampak negatif dari perbuatan sebagian besar orang kaya ini, terlihat pada maraknya penjarahan, perampokan dan tindakan nekat orang-orang yang kelaparan, demi sesuap nasi untuk menyambung hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di bulan puasa, semua muslim merasakan lapar yang sama dan diharamkan mengisi perut walaupun hanya dengan sesuap nasi. Di sinilah seorang muslim ditempa untuk peka pada penderitaan bersama. Hikmah yang besar pada bulan ini, munculnya kesadaran kaum muslimin untuk mewujudkan kesalehan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan ramadhan, orang lebih leluasa untuk berbohong, dan berbuat tidak jujur, karena jika ia makan dan berniat untuk membatalkan puasanya di tempat sepi maka orang lain tidak bakal mengetahui. Sedangkan kejujuran adalah sebuah tonggak manusia dalam menghargai jati dirinya sebagai makhluk yang tak berdaya tanpa pertolongan Allah. Di saat orang tidak jujur maka nafsulah yang telah mendominasi perbuatannya itu. Dan di bulan inilah umat Islam mendidik nafsunya untuk mentaati perintah Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca pada hikmah puasa yang berimplikasi pada tatanan kehidupan rapi, damai dan tenteram selama bulan puasa, maka bulan Ramadhan layaknya sebuah miniatur kehidupan bangsa dengan sistem ajaran Islam. Dengan mengambil pelajaran dan menerapkan hikmah puasa pada kehidupan di luar bulan puasa, maka kaum muslim harus bertindak dengan penuh keikhlasan, kedamaian dan ketaatan pada aturan Allah akan tumbuh sikap saling menjaga serta memenuhi hak dan kewajiban.[edo@webmail.umm.ac.id]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rohmadi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Rohmadi adalah mahasiswa sekaligus ketua Himpunan Mahasiswa Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) FAI-Universitas Muhammadiyah Malang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.alhikmah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3850294702017653341?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3850294702017653341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3850294702017653341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/ramadhan-cermin-miniatur-negara-islami.html' title='Ramadhan, Cermin Miniatur Negara Islami'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-919857750508280226</id><published>2008-08-30T14:47:00.002+07:00</published><updated>2008-08-30T15:16:17.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rihlah'/><title type='text'>Abi...aku mau puasa ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Klaten,&lt;/span&gt; Sinar mentari pagi yang cerah pada hari sabtu, 29 Agustus 2008 menyambut celotehan - celotehan anak-anak dari beberapa sekolah islam terpadu di klaten, yang pagi itu berbaur dengan asap knalpot dan deruman kendaraan bermotor, mereka dengan penuh semangat berjalan dari GOR Gelarsena Klaten menuju alun-alun kota klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara kirab menyambut bulan suci Ramadhan 1429H &lt;span class="fullpost"&gt; yang di ikuti ratusan siswa dan guru sekolah - sekolah islam terpadu di Klaten,antara lain SMPIT Tahfidzul Qur'an Ibnu Abbas, SDIT Hidayah, SDIT Ibnu Sina Cawas, MIM Gading,KBTKIT Mutiara Hati, KBTK Alam Harapan Kita dll. Menempuh perjalan sekitar 2km yang diawali dari GOR Gelarsena klaten dan berakhir di Masjid Raya Klaten tidak membuat calon generasi terbaik umat ini loyo, bahkan dengan penuh keceriaan dan semangat mereka mengajak masyarakat yang melewati jl. Pemuda dan sepanjang jalan yang mereka lewati untuk melaksanakan puasa Ramadhan kali ini dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mebagi-bagikan bunga, jadwal imsyakiyah Ramadhan, membawa poster-poster ajakan untuk berpuasa. Dalam orasinya di atas mobil komando, Ust. Ali Ghufron yang juga Wakil Kepala Sekolah SMPIT Tahfidzul Qur'an Ibnu Abbas mengajak seluruh masyarakat muslim untuk meningkatkan kualitas diri di bulan suci Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu aksi yang perlu mendapat apresiasi positif, disamping mengenalkan dan menanamkan tentang pentingya Ramadhan pada anak-anak, juga mengingatkan kepada masyarakat yang masih menganggap remeh dan biasa datangnya bulan Ramadhan. Walaupun banyak anak-anak balita yang ikut jalan kaki, tapi sedikit sekali mereka menangis berbeda dengan saat mereka ditinggal abi dan uminya disekolah, bahkan salah satu anak  yang baru berumur sekitar 2-3tahun bertanya pada abinya, " Abi, besok aku mau puasa boleh ?",Oleh karenanya mari bersama kita jadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum perubahan diri agar lebih berkualitas, sunguh celaka orang yang melewati Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan dari Allah SWT.Wallahu'alam (AbuJundi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-919857750508280226?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/919857750508280226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/919857750508280226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/abiaku-mau-puasa.html' title='Abi...aku mau puasa ...'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-2865244121550086462</id><published>2008-08-29T17:38:00.003+07:00</published><updated>2008-08-30T14:47:13.902+07:00</updated><title type='text'>Siap Bersama Ust. Dayat....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SLfYvXL0MOI/AAAAAAAAAVQ/RWRu5ug2bU4/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SLfYvXL0MOI/AAAAAAAAAVQ/RWRu5ug2bU4/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239894999657885922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SEMARANG - Hidayat Nurwahid, politikus senior PKS, akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR dalam Pemilu 2009. Tokoh yang kini menjabat ketua MPR itu akan mendaftar lewat dapil (daerah pemilihan) 5 Jateng yang meliputi Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Klaten, dan Kota Surakarta.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat yang juga mantan presiden PK (sebelum menjadi PKS) tersebut tercantum pada nomor urut pertama atau nomor jadi. Untuk menjaga komitmen sebagai caleg PKS, dia kemarin menandatangani kontrak politik yang berlangsung di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh caleg PKS dari Jateng membubuhkan kontrak politik yang berisi delapan komitmen kerakyatan. Isinya, antara lain, menghilangkan budaya dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Baik yang berupa suap, uang pelicin, pungutan liar, maupun gratifikasi. Para caleg PKS juga harus siap mundur atau melaksanakan pergantian antarwaktu jika tidak mampu melaksanakan komitmen yang telah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Hidayat, nama lain yang akan maju sebagai caleg DPR PKS dari Jateng adalah Wakil Ketua Komisi IV DPR Suswono, anggota Komisi IX DPR Zuber Safawi, Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Pusat Bambang Wirahyoso, pengusaha sekaligus mantan cawabup Banyumas Tossy Aryanto, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jateng Abdul Kharis, Ketua DPP PKS M. Martri Agoeng, serta Bendahara DPP PKS Priyatno Edi Kuncoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua DPW PKS Jateng Arif Awaludin menjelaskan, sebagian besar caleg memang didominasi kader internal. Porsi untuk kader eksternal sekitar 20 persen dan caleg perempuan untuk kursi DPR 36 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat yang akan maju dari dapil 5 Jateng itu bakal mendapat saingan yang cukup kuat dari parpol lain. Setidaknya, PDIP akan mencalonkan Puan Maharani, putri Megawati Soekarnoputri. (ton/tof)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa Post, Agustus 2008 &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-2865244121550086462?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2865244121550086462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2865244121550086462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/siap-siaga-ust-dayat.html' title='Siap Bersama Ust. Dayat....'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SLfYvXL0MOI/AAAAAAAAAVQ/RWRu5ug2bU4/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-6133304684423171187</id><published>2008-08-29T17:21:00.001+07:00</published><updated>2008-08-29T17:21:54.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>Pascakarnaval, ribuan tanaman penghias kota rusak,</title><content type='html'>Pascakarnaval, ribuan tanaman penghias kota rusak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaten (Espos)--Ribuan tanaman penghias Kota Klaten yang ditanam di sepanjang jalan protokol, mulai dari Jalan Veteran hingga Jalan Pemuda, mengalami rusak parah. Kerusakan disebabkan ulah pengunjung karnaval yang tidak mengindahkan pagar pembatas dari bambu yang telah terpasang.&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan salah seorang Staf Kasi Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum, Joko Harjono di Klaten, Kamis (21/8). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut dia, berdasarkan inventarisir sementara dari pihaknya, tercatat tanaman jenis baugenville variegata, soka, bakung dan lilibrasil mengalami rusak parah. Padahal, harga tanaman penghias keindahan kota tersebut ada yang mencapai harga Rp 100.000/batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena inventarisir kerusakan tanaman belum sepenuhnya tuntas, maka kami belum memastikan berapa kerugian akibat ulah penonton itu,” ucap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perkiraan, Joko mengatakan, setiap tahun pihaknya melakukan penanaman ribuan tanaman penghias kota. Untuk merealisasikannya, dibutuhkan anggaran senilai Rp 70 juta.&lt;br /&gt;Ditambahkannya, kerusakan tanaman yang terjadi pascakarnaval tahun ini melebihi separuh dari tanaman yang telah ditanam. Sehingga perkiraan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Joko bahwa insiden serupa selalu terulang setiap tahun. Dari catatan, tahun ini merupakan yang terburuk karena jumlah penonton jauh lebih banyak. Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan solusi tepat untuk meminimalisasi kerusakan akibat ulah para pengunjung karnaval.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dewan Wahyudi &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-6133304684423171187?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6133304684423171187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6133304684423171187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/pascakarnaval-ribuan-tanaman-penghias.html' title='Pascakarnaval, ribuan tanaman penghias kota rusak,'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-2853627574835189354</id><published>2008-08-29T17:05:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T17:16:59.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>12 Bendungan di Klaten akan diperbaiki</title><content type='html'>12 Bendungan di Klaten akan diperbaiki,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaten (Espos)—Karena kondisinya sudah rusak, sebanyak 12 bendungan di Kabupaten Klaten direncanakan akan segera dilakukan perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-12 bendungan tersebut adalah Bendungan Tukuman (di Kecamatan Cawas); Bendungan Kowangan; Bendungan Pepe (Kecamatan Ngawen);&lt;span class="fullpost"&gt;Bendung Blabor (Kecamatan Cawas); Bendungan Sidodadi (Kecamatan Cawas), Bendungan Pacing (Kecamatan Wedi); Bendungan Jetis (Kecamatan Cawas);  Bendungan Maron (Kecamatan Ngawen); Bendungan Ngelarangan (Kecamatan Trucuk): Bendungan Kluwih (Kecamatan Manisrenggo); Bendungan Mudal (Kecamatan Prambanan); Bendungan  dan Cumpikan (Kecamatan Kebon Arum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Subdin Pengairan Kabupaten Klaten, Djoko Wirjanko mengatakan di Klaten ada 406 bendungan, namun perbaikan akan diproiritaskan di 12 bendungan tersebut karena bendungan-bendungan itu mengairi lebih banyak areal persawahan dan lebih berat kerusakannya dibandingkan dengan yang lain.  Hal itu antara lain tampak dari badan bendungan yang sudah banyak yang jebol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, dana perbaikan bendungan tersebut akan diambil dari APBD sebensar Rp 7 miliar. Proyek itu sendiri akan dimulai bulan Agustus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dewan Wahyudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-2853627574835189354?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2853627574835189354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2853627574835189354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/12-bendungan-di-klaten-akan-diperbaiki.html' title='12 Bendungan di Klaten akan diperbaiki'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-7448127715252691684</id><published>2008-08-28T09:28:00.004+07:00</published><updated>2008-08-29T00:21:32.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>8 Amanat Pemenangan Pemilu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SLYOmDYUKyI/AAAAAAAAASM/vXw6hEQ_-CY/s1600-h/logo+PKS_8_even_nasional.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SLYOmDYUKyI/AAAAAAAAASM/vXw6hEQ_-CY/s320/logo+PKS_8_even_nasional.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239391263397260066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi seluruh rumah warga Republik Indonesia untuk mendengarkan harapan dan suara hati mereka yang mungkin tidak tertulis media atau tidak tersuarakan di parlemen serta mengajak mereka berpartisipasi aktif bersama PKS dalam pesta rakyat pada pemilu 2009.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;1. Meningkatkan taqorub pada Allah dan meniatkan dengan penuh keikhlasan kepada Allah semua amal dalam pemenangan pemilu 2009 sebagai ibadah jihad politik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Meningkatkan ukhuwah dan soliditas sesama kader da’wah sebagai sumber kekuatan syarat kemenangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Memekarkan struktur partai sampai seluruh desa agar da’wah dapat menjangkau seluruh jengkal tanah republik yang telah diamanahkan Allah sebagai media da’wah tanpa kecuali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Memperbanyak silaturahim dengan seluruh tokoh dan kelompok masyarakat tanpa membedakan aliran ideologi, agama, suku, ormas bahkan parpol mereka karena perjuangan kita adalah untuk kepentingan mereka semua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Menebarkan senyum, sapa dan salam cinta pada seluruh warga masyarakat kapan dan dimanapun menerima mereka, karena itu mendekatkan hubungan batin dengan rakyat sekaligus sedekah yang murah dan meriah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Meningkatkan pelayanan pada seluruh warga masyarakat baik mutu maupun kuantitasnya karena cinta kepada rakyat harus dibuktikan dengan pelayanan yang tulus dan tidak kenal lelah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Mengunjungi seluruh rumah warga Republik Indonesia untuk mendengarkan harapan dan suara hati mereka yang mungkin tidak tertulis media atau tidak tersuarakan di parlemen serta mengajak mereka berpartisipasi aktif bersama PKS dalam pesta rakyat pada pemilu 2009.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Meningkatkan hubungan dengan insan media dan menjadikan mereka sebagai mitra strategis dalam mengusung agenda-agenda perubahan menuju Indonesia baru yang lebih baik. (Ketua TPPN, M Anis Matta)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Pengirim:&lt;/b&gt; Ningsih &lt;b&gt;Update:&lt;/b&gt;  27/08/2008 &lt;b&gt;Oleh:&lt;/b&gt; Ningsih&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-7448127715252691684?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7448127715252691684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7448127715252691684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/8-amanat-pemenangan-pemilu.html' title='8 Amanat Pemenangan Pemilu'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SLYOmDYUKyI/AAAAAAAAASM/vXw6hEQ_-CY/s72-c/logo+PKS_8_even_nasional.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4810136878613706269</id><published>2008-08-25T16:30:00.002+07:00</published><updated>2008-08-31T16:57:01.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Bidwan'/><title type='text'>Singkong Kemerdekaan</title><content type='html'>Ngawen, Ahad,24 Agustus 2008. Terik matahari siang itu tidak menyurutkan langkah ibu-ibu utusan dari PWK Ranting di wilayah kecamatan Ngawen, dengan penuh semangat mereka membawa peralatan-peralatan makan, waduh…mau kemana nich? “oooo…&lt;span class="fullpost"&gt;ternyata mereka mau mengikuti lomba masak dan menghias yang diadakan oleh PWK Cabang Ngawen  di Markaz DPC PKS Ngawen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana telah menunggu beberapa pengurus ikhwan, Bidwan DPC, dan Pengurus PWK Cabang Ngawen. Hari ini PWK Cabang Ngawen menyelenggarakan lomba masak dan menghias makanan dari bahan dasar “Singkong” saudara tuanya “Ketela”. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI yang ke-63 dengan mengambil tema “ Bersama PKS, Bangkitlah Negriku, Harapan Itu Masih Ada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesertanya adalah seluruh anggota PWK Ranting di Kecamatan Ngawen, per kelompok 5 orang, Pada kesempatan itu terjaring 7 kelompok ibu-ibu utusan PWK ranting Kahuman, Ngawen, Duwet, Tempursari, Mayungan yang mengikuti perlombaan tersebut. Setelah mendapat penjelasan singkat dari PWK Cabang, para peserta langsung beraksi disaksikan oleh para supporter dari masing-masing kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam kesempatan itu sebagai juri, Ust. Masykuri Nanang ( Ketua Fraksi PKS Klaten), dr. Dadak ( Tim Medis PKPU), Ustadzah Windu Sundari ( Bidwan DPD PKS Klaten), hadir pula Ust. Hilmy Qadarusman ( DSD PKS Klaten), Fuad Al Akhwani ( Ketua DPC PKS Ngawen) beserta segenap jajaran pengurus cabang dan ranting.&lt;br /&gt;“ Lomba memasak dan menghias dengan bahan dasar singkong yang dipilih karena murah, meriah, sehat dan bergizi serta mudah mendapatkannya…tutur dari Dumiyati selaku ketua panitia sekaligus Ketua Bidwan DPC PKS Ngawen.”, sungguh suatu solusi alternatif yang jitu dalam menghadapi situasi dimana semakin sulit dan mahalnya untuk mendapatkan bahan pokok kebutuhan sehari-hari saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil sebagai pemenang adalah kelompok perwakilan dari PWK Ranting Duwet dengan resep “Kroket  Bunga Matahari” nya dan berhak mendapatkan hadiah dan piala bergilir. Dimana kriteria penilaian adalah penyajian yang bernuansa PKS, rasa masakan, kreatifitas dan pengolahan.  Yang pasti para peserta puas dan gembira karena mendapatkan pengalaman dan wawasan baru walaupun ada yang belum menang dalam lomba tersebut. Insya Alloh kita bertanding lagi tahun depan ….yang penting tetap semangat, pantang menyerah dan rapatkan barisan untuk menyongsong kemenangan sejati…AllahuAkbar (3x), Merdeka!!! (AbuJundi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4810136878613706269?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4810136878613706269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4810136878613706269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/singkong-kemerdekaan.html' title='Singkong Kemerdekaan'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-8236351171646882382</id><published>2008-08-21T22:58:00.000+07:00</published><updated>2008-09-14T23:05:13.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>Caleg PKS Klaten di dominasi kaum muda</title><content type='html'>KLATEN (KR) - Para calon anggota Legislatif (Caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Klaten resmi didaftarkan ke KPUK, Selasa (19/8). Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD PKS) Klaten dr Yudi B Prabawa menyampaikan, dari  58 Caleg yang di daftarkan, terdiri 12 caleg Daerah Pemilihan (DP) eks kawedanan Kota, 12 caleg DP Gondang, 9 caleg DP Jatinom, 11 caleg DP Delanggu, dan 14 caleg DP Pedan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberangkatan para Caleg ke KPU menggunakan sebanyak 8  sepeda dan 8 becak hias, dengan diantar oleh jajaran pengurus DPD PKS Klaten beserta kader dan simpatisan berangkat dari kantor PKS Klaten Jl Srigading, Perak Jamalan, Tonggalan.&lt;br /&gt;Sekretaris DPD PKS Klaten Pardi SSos menyampaikan angka 8 melambangkan no urut yang menjadi kendara PKS pada Pemilu 2009. Sedangkan sepeda dan becak dipilih sebagai lambang kesederhanaan (hemat) dan merakyat.&lt;br /&gt;Sebanyak 18 dari 58 Caleg atau 31%  adalah perempuan, dan mereka berada pada nomor urut jadi. Ummi Setyaningsih, AMd,  merupakan caleg perempuan nomor urut 1 (satu) dari DP V, Heny Setyaningsih, SPi, Sri Anjarini AMd, Prembayun Miji Lestari MHum, Sri Widayati SPd menempati nomor urut 3. Selain itu, Asri P Mahanani (25 tahun) merupakan caleg perempuan termuda dari DP 5.&lt;br /&gt;Selain itu, dr Yudi mengatakan hasil Muskerda II beberapa waktu lalu merevisi target pencapaian 10 kursi dewan di legislatif menjadi 13 kursi. Hal ini antara lain karena DR Hidayat Nur Wahid yang berada pada nomor urut 1 dari Klaten (Dapil V) Jawa Tengah di prediksi mampu mendongkrak suara. "Semoga optimisme ini tidak berlebihan," kata dr Yudi.&lt;br /&gt;Dari sisi usia caleg, caleg termuda adalah Sidik Anshori SSos I (24 tahun) dan caleg tertua adalah Suhirman (55 tahun) hanya ada 2 orang yang berusia di atas 40 tahun (3%), 36 orang berusia antara 30-40 tahun (62%), dan 20 orang berusia di bawah 30 tahun (35%). Dengan melihat komposisi usia tersebut terlihat bahwa caleg PKS hampir semua berusia muda.&lt;br /&gt;Dalam proses pendaftaran Caleg, DPD PKS Klaten tidak memungut biaya sedikitpun alias gratis. Bahkan PKS Klaten memberikan fasilitas kepada semua caleg untuk pembuatan SKCK, tes kesehatan, dan pemenuhan syarat-syarat administratif lainnya secara kolektif dengan dibiayai secara total oleh DPD PKS Klaten. Untuk keperluan pemenuhan persyaratan 58 Caleg Kabupaten ditambah 4 orang caleg propinsi yang berangkat dari Klaten, PKS Klaten telah mengeluarkan dana sebesar lebih dari Rp 25 juta. (Sit)-o&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-8236351171646882382?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=174757&amp;actmenu=38' title='Caleg PKS Klaten di dominasi kaum muda'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8236351171646882382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8236351171646882382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/08/caleg-pks-klaten-di-dominasi-kaum-muda.html' title='Caleg PKS Klaten di dominasi kaum muda'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4881748665612479127</id><published>2008-07-20T23:19:00.000+07:00</published><updated>2008-09-14T23:21:42.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Daftar Caleg PKS Pusat</title><content type='html'>Lampiran Surat Keputusan Presiden PKS&lt;br /&gt;No. 019/D/SKEP/DPP- PKS/1429.&lt;br /&gt;( Diprint tanggal: 13 Juni 2008 )&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAD 1 (Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Banda Aceh, Nagan Raya, Simeuleu, Gayo Lues, Sabang, Aceh Tenggara, Pidie):&lt;br /&gt;1. M. Nasir Djamil&lt;br /&gt;2. M. Ihsan&lt;br /&gt;3. Mulyani&lt;br /&gt;4. M. Rizal&lt;br /&gt;5. Salihin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAD 2 (Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Langsa, Lhoksumawe):&lt;br /&gt;1. Raihan Iskandar&lt;br /&gt;2. Andi Salahuddin&lt;br /&gt;3. Suryani&lt;br /&gt;4. Azhar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMUT 1 (Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai):&lt;br /&gt;1. Tifatul Sembiring&lt;br /&gt;2. M. Idris Luthfi&lt;br /&gt;3. Kusuma Dewi Munthe&lt;br /&gt;4. Porkas Halomoan Rangkuti&lt;br /&gt;5. Suriya Aifan&lt;br /&gt;6. Pinta Siregar&lt;br /&gt;7. Hesti Mardiani&lt;br /&gt;8. Ummi Kalsum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMUT 2 (Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir):&lt;br /&gt;1. Iskan Qolba Lubis&lt;br /&gt;2. Yusri Efendi Lubis&lt;br /&gt;3. Hanni Sarihati Siregar&lt;br /&gt;4. Doli Gunawansyah Harahap&lt;br /&gt;5. Maratusshalihah&lt;br /&gt;6. Olivia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMUT 3 (Asahan, Tanjung Balai, Pematang Siantar, Simalungun, Pak-Pak Barat, Dairi, Karo, Binjai, Langkat):&lt;br /&gt;1. Ansory Siregar&lt;br /&gt;2. Hidayani Fazriah Sitompul&lt;br /&gt;3. Saut Maruli Tua Saragih Munthe&lt;br /&gt;4. Fitri Harahap&lt;br /&gt;5. Yose Rizal Geneng&lt;br /&gt;6. Annio Indah Lestari&lt;br /&gt;7. Rico Marbun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBAR 1 (Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Padang, Solok, Sawahlunto / Sijunjung, Tanah Datar, Padang Panjang):&lt;br /&gt;1. Irwan Prayitno&lt;br /&gt;2. Hermanto&lt;br /&gt;3. Deri Permatasari&lt;br /&gt;4. Syaurium Sy. Khatib&lt;br /&gt;5. M. Taufik&lt;br /&gt;6. Desi Asriani&lt;br /&gt;7. Fuadi Yatim&lt;br /&gt;8. Enita Marsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBAR 2 (Pasaman, Lima Puluh Koto, Payakumbuh, Agam, Bukittinggi, Padang Pariaman, Pariaman):&lt;br /&gt;1. Refrizal&lt;br /&gt;2. Ferry Nur&lt;br /&gt;3. Susi Yemita&lt;br /&gt;4. Amrizal M Nur&lt;br /&gt;5. Rusdi Muchtar&lt;br /&gt;6. Hidayetti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIAU 1 (Siak, Pekan baru, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Dumai):&lt;br /&gt;1. Chairul Anwar&lt;br /&gt;2. Veny Zano&lt;br /&gt;3. Asih Drajad Lumintu&lt;br /&gt;4. Alfaisal Jayuska&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIAU 2 (Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kampar):&lt;br /&gt;1. Abdul Jabbar&lt;br /&gt;2. Hidayat Rohim&lt;br /&gt;3. Aida Malikha&lt;br /&gt;4. Tyas Soekarsono Utomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEP. RIAU (Kepulauan Riau):&lt;br /&gt;1. Herlini Amran&lt;br /&gt;2. Sa’id Iqbal&lt;br /&gt;3. Khusnul Inayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMSEL 1 (Banyu Asin, Musi Banyu Asin, Musi Rawas, Palembang, Lubuklinggau) :&lt;br /&gt;1. Musthafa Kamal&lt;br /&gt;2. HM Yunus&lt;br /&gt;3. Fira Arsyad&lt;br /&gt;4. Abdul Malik&lt;br /&gt;5. Junaedi Syahputra&lt;br /&gt;6. Febriansyah&lt;br /&gt;7. Hero Ekonomosa&lt;br /&gt;8. Amarullah Adhi Saputra&lt;br /&gt;9. Husna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMSEL 2 (Muara Enim, Lahat, Ogan Komering Ulu, Pagar Alam, Prabumulih, Ogan Komering Ilir):&lt;br /&gt;1. Bukhori Yusuf&lt;br /&gt;2. Dewi Meryati Azka&lt;br /&gt;3. M. Darocky Willynova&lt;br /&gt;4. M Hermawan Ibnu Nurdin&lt;br /&gt;5. Thol’at Wafa&lt;br /&gt;6. M Lili Nur Aulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAMBI (Kerinci, Merangin, Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Bungo, Jambi):&lt;br /&gt;1. Ruly Tisna Yuliansa&lt;br /&gt;2. Desi Novrianti&lt;br /&gt;3. Janawir&lt;br /&gt;4. Suryadi&lt;br /&gt;5. Sulthan&lt;br /&gt;6. Khairul Walid&lt;br /&gt;7. Rina Novita&lt;br /&gt;8. Nining Wilasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENGKULU (Bengkulu, Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Muko-Muko):&lt;br /&gt;1. M Syahfan Badri Sampurno&lt;br /&gt;2. Elza Septarini&lt;br /&gt;3. M Yunus&lt;br /&gt;4. Erniwati&lt;br /&gt;5. Rida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPUNG 1 (Bandar Lampung, Lampung Barat, Lampung Selatan, Tanggamus):&lt;br /&gt;1. Almuzzammil Yusuf&lt;br /&gt;2. Agus Nurhadi&lt;br /&gt;3. Desy Eviani&lt;br /&gt;4. Murdiansyah&lt;br /&gt;5. Rahman Muzni&lt;br /&gt;6. M Nazir Hasan&lt;br /&gt;7. Abdul Kadir&lt;br /&gt;8. Husna Hidayati&lt;br /&gt;9. Ananto Pratikno&lt;br /&gt;10. Deden Wahyudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPUNG 2 (Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulangbawang, Way Kanan, Metro, Lampung Timur):&lt;br /&gt;1. Abdul Hakim&lt;br /&gt;2. Kinkin Anida&lt;br /&gt;3. Ari Wibowo&lt;br /&gt;4. Qomaratul Kurniati&lt;br /&gt;5. Agus Wibowo&lt;br /&gt;6. Hilmudin Sulani&lt;br /&gt;7. Siti Asma&lt;br /&gt;8. Effendi Husein&lt;br /&gt;9. Bambang Edin Purnomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BABEL (Bangka, Belitung, Belitung Timur, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Barat, Pangkal Pinang):&lt;br /&gt;1. Syahidil&lt;br /&gt;2. Iie Sumirat&lt;br /&gt;3. Silvia Emilia&lt;br /&gt;4. Menkiong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANTEN 1 (Pandeglang, Lebak):&lt;br /&gt;1. Syamsu Hilal&lt;br /&gt;2. Oke Setiadi&lt;br /&gt;3. Lilis Mahmudah&lt;br /&gt;4. Yayat Suhartono&lt;br /&gt;5. Emma Ruchaemah&lt;br /&gt;6. Samson Rahman&lt;br /&gt;7. Muhsin Soleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANTEN 2 (Cilegon, Serang):&lt;br /&gt;1. Zulkiflimansyah&lt;br /&gt;2. Sadeli Karim&lt;br /&gt;3. Tini Rahmawati&lt;br /&gt;4. Zaenal Arifin&lt;br /&gt;5. Eti Rusmiati&lt;br /&gt;6. M Nadjib Soewarno&lt;br /&gt;7. Eman Sukirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANTEN 3 (Tangerang):&lt;br /&gt;1. Yoyoh Yusroh&lt;br /&gt;2. Jazuli Juwaini&lt;br /&gt;3. Warsito&lt;br /&gt;4. Ahmad Aryandra&lt;br /&gt;5. Indra&lt;br /&gt;6. Nurul Hidayati&lt;br /&gt;7. Abu Yasir Kamino&lt;br /&gt;8. Nirwan Nazaruddin&lt;br /&gt;9. Nurul Hurriyah&lt;br /&gt;10. M Nasir Abdullah&lt;br /&gt;11. Ajisman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DKI 1 (Jakarta Timur):&lt;br /&gt;1. Ahmad Zainuddin&lt;br /&gt;2. Rama Pratama&lt;br /&gt;3. Suzy Mardiani&lt;br /&gt;4. Adi Susilo&lt;br /&gt;5. Agung Yulianto&lt;br /&gt;6. Anis Byarwati&lt;br /&gt;7. Ali Ahmadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DKI 2 (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan &amp; Luar Negeri):&lt;br /&gt;1. M Sohibul Iman&lt;br /&gt;2. Ahmad Faradis&lt;br /&gt;3. Nursanita Nasution&lt;br /&gt;4. Fitra Arsil&lt;br /&gt;5. Abdul Muiz&lt;br /&gt;6. Azimah Subagio&lt;br /&gt;7. Evi Risnayanti&lt;br /&gt;8. Abdullah Haidir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DKI 3 (Jakarta Barat, Jakarta Utara, Kep. Seribu):&lt;br /&gt;1. Adang Daradjatun&lt;br /&gt;2. Ahmad Relyadi&lt;br /&gt;3. Wirianingsih&lt;br /&gt;4. Taufik Ramlan Wijaya&lt;br /&gt;5. Eka Wardiyati&lt;br /&gt;6. Abdul Aziz Matnur&lt;br /&gt;7. Haekal Jauhari&lt;br /&gt;8. Samin Barkah&lt;br /&gt;9. Lilik Solihah&lt;br /&gt;10. Ofiyati Sobriyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 1 (Cimahi, Bandung):&lt;br /&gt;1. Suharna Supriatna&lt;br /&gt;2. Ledia Hanifa&lt;br /&gt;3. Adang&lt;br /&gt;4. Setiadi Yazid&lt;br /&gt;5. Upik Siti Ranah&lt;br /&gt;6. Saiful Islam&lt;br /&gt;7. Asep Wawan&lt;br /&gt;8. Arif Minardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 2 (Bandung, Bandung Barat):&lt;br /&gt;1. Ma’mur Hasanuddin&lt;br /&gt;2. Dumilah Ayuningtyas&lt;br /&gt;3. Husein Al Banjari&lt;br /&gt;4. Joko Sarwono&lt;br /&gt;5. Achmad Nuryasin&lt;br /&gt;6. Neneng Fathonah&lt;br /&gt;7. Agus Kusnayat&lt;br /&gt;8. Zirly Noval Jamil&lt;br /&gt;9. Jajang Rohana&lt;br /&gt;10. Ayi Khodijah&lt;br /&gt;11. M Ibrahim&lt;br /&gt;12. Abdul Hadi Wijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 3 (Cianjur, Bogor):&lt;br /&gt;1. Untung Wahono&lt;br /&gt;2. Ahmad Mabruri&lt;br /&gt;3. Ana Mariani Kartasasmita&lt;br /&gt;4. Eki Awal Muharam&lt;br /&gt;5. Jalaluddin Syatibi&lt;br /&gt;6. Nenah Haryati&lt;br /&gt;7. Abbas Aula&lt;br /&gt;8. Occu Wiguna Juanda&lt;br /&gt;9. Burdah Athori&lt;br /&gt;10. Karantiano Sadasa Putra&lt;br /&gt;11. Syahrul Arif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 4 (Sukabumi):&lt;br /&gt;1. Yudi Widiana Adia&lt;br /&gt;2. Achyar Eldin&lt;br /&gt;3. Ratih Nilam Widyani&lt;br /&gt;4. Budi Muhammad&lt;br /&gt;5. Asep Burhanudin&lt;br /&gt;6. Primanita Sukmawijaya&lt;br /&gt;7. Sugeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 5 (Bogor):&lt;br /&gt;1. Sunmanjaya Rukmandis&lt;br /&gt;2. M Razikun&lt;br /&gt;3. Sarah Handayani&lt;br /&gt;4. Ahmad Muarif&lt;br /&gt;5. Sofyan Tsauri&lt;br /&gt;6. Hana Rohayani&lt;br /&gt;7. Rudi Rahmat&lt;br /&gt;8. Taufiq Azhar&lt;br /&gt;9. Rina Ningsih&lt;br /&gt;10. Tubagus Agus Yusuf&lt;br /&gt;11. Arfan Malik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 6 (Bekasi, Depok):&lt;br /&gt;1. Mahfudz Abdurrahman&lt;br /&gt;2. Musholi&lt;br /&gt;3. Sitaresmi Soekanto&lt;br /&gt;4. DH Al Yusni&lt;br /&gt;5. Nani Handayani&lt;br /&gt;6. Alamsyah Agus&lt;br /&gt;7. Hanri Basel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 7 (Karawang, Bekasi):&lt;br /&gt;1. Arifinto&lt;br /&gt;2. Mardani&lt;br /&gt;3. Dwi Septiawati&lt;br /&gt;4. Aryo Judhoko&lt;br /&gt;5. Najiyullah&lt;br /&gt;6. Ana Rosaliani&lt;br /&gt;7. RB Suryama&lt;br /&gt;8. Iwan A Fuad&lt;br /&gt;9. Nurul Hidayati&lt;br /&gt;10. Kodar Slamet&lt;br /&gt;11. Mukhayar Rustamudin&lt;br /&gt;12. Laila Fauziah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 8 (Indramayu, Cirebon):&lt;br /&gt;1. Mahfudz Sidik&lt;br /&gt;2. Aan Rohana&lt;br /&gt;3. Karyatin Subiyantoro&lt;br /&gt;4. Iman Santoso&lt;br /&gt;5. Bakrun Syafei&lt;br /&gt;6. Sri Hana&lt;br /&gt;7. Sunardi&lt;br /&gt;8. Muhammad Apud Kusaeri&lt;br /&gt;9. Sri Pulungsari&lt;br /&gt;10. Ahmad Rusli&lt;br /&gt;11. Rizal Darmaputra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 9 (Subang, Sumedang, Majalengka):&lt;br /&gt;1. Nur Hasan Zaidi&lt;br /&gt;2. Wahyudin Munawir&lt;br /&gt;3. Suhartimah&lt;br /&gt;4. Ayon Prasetyawan&lt;br /&gt;5. Ade Syabul Huda&lt;br /&gt;6. Ike Medyawati&lt;br /&gt;7. Agus Harsanto&lt;br /&gt;8. Tata Nurwita&lt;br /&gt;9. Eulis&lt;br /&gt;10. Dwi Fahrial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 10 (Kuningan, Banjar, Ciamis):&lt;br /&gt;1. Surahman Hidayat&lt;br /&gt;2. Umung A Sanusi&lt;br /&gt;3. Sri Martini&lt;br /&gt;4. Cahya Zaelani&lt;br /&gt;5. Handi Al Husein&lt;br /&gt;6. Nenen Mulyani&lt;br /&gt;7. Ita Nurwita&lt;br /&gt;8. Dhadi G Drajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABAR 11 (Garut, Tasikmalaya):&lt;br /&gt;1. Kemal Stamboel&lt;br /&gt;2. Ade Barkah&lt;br /&gt;3. Sigit Pramono&lt;br /&gt;4. Kokom Komalasari&lt;br /&gt;5. Nasdiyanto&lt;br /&gt;6. Hilman Rosyad&lt;br /&gt;7. Ade Ruhimat&lt;br /&gt;8. Yusi Fitri Mardiah&lt;br /&gt;9. Hermawan&lt;br /&gt;10. Aep Saefullah&lt;br /&gt;11. Azriah Aini&lt;br /&gt;12. Yanti Humairo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 1 (Kendal, Semarang, Salatiga):&lt;br /&gt;1. Zuber Safawi&lt;br /&gt;2. Bambang Wirahyoso&lt;br /&gt;3. Dini Inayati&lt;br /&gt;4. Handoyo&lt;br /&gt;5. Wahid Hasyim&lt;br /&gt;6. Malichah&lt;br /&gt;7. Nana Sudiana&lt;br /&gt;8. Maria Septrianan&lt;br /&gt;9. Ahmad Irfan&lt;br /&gt;10. Bayu Laksana Henditya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 2 (Jepara, Kudus, Demak):&lt;br /&gt;1. Abdul Kharis&lt;br /&gt;2. Tolhah Bin Nokin&lt;br /&gt;3. Feni Feristin&lt;br /&gt;4. Imam Nur Aziz&lt;br /&gt;5. Muhith M Ishaq&lt;br /&gt;6. Nurusysyahadah&lt;br /&gt;7. Ahmad Dzakirin&lt;br /&gt;8. Ulis Tofa M Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 3 (Grobogan, Pati, Rembang, Blora):&lt;br /&gt;1. HM Gamari&lt;br /&gt;2. M Najib Subroto&lt;br /&gt;3. Siti Aminah&lt;br /&gt;4. Muqoddam Kholil&lt;br /&gt;5. M Abdul Hamid&lt;br /&gt;6. Anisah Rohimah&lt;br /&gt;7. Ganjar Lestari&lt;br /&gt;8. Nuryati&lt;br /&gt;9. Choiriyah&lt;br /&gt;10. Marsudi Budi Utomo&lt;br /&gt;11. Yuni Setyawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 4 (Sragen, Karanganyar, Wonogiri):&lt;br /&gt;1. M Mantri Agoeng&lt;br /&gt;2. Amin Wahyudi&lt;br /&gt;3. Wuryanti&lt;br /&gt;4. Pramono&lt;br /&gt;5. Heri Tomi&lt;br /&gt;6. Dian Savitri&lt;br /&gt;7. Umar Sanusi&lt;br /&gt;8. Nurul Fitri Isfari&lt;br /&gt;9. Lely Firli Rohmani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 5 (Boyolali, Sukoharjo, Klaten):&lt;br /&gt;1. M Hidayat Nur Wahid&lt;br /&gt;2. Joko Widodo&lt;br /&gt;3. Setiawati Intan Safitri&lt;br /&gt;4. Fadlan Adham Hasyim&lt;br /&gt;5. Haryo Setyoko&lt;br /&gt;6. Ida Trisnawati&lt;br /&gt;7. Hartono Iggi Putro&lt;br /&gt;8. Zaenal Abidin&lt;br /&gt;9. Mujiati&lt;br /&gt;10. Ahmad Supriyanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 6 (Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo):&lt;br /&gt;1. Priyatno Edi Kuncoro&lt;br /&gt;2. Budi Santoso&lt;br /&gt;3. Siti Zaenab&lt;br /&gt;4. Saefudin&lt;br /&gt;5. M Syahid&lt;br /&gt;6. Nur Hayati&lt;br /&gt;7. Hertanto Widodo&lt;br /&gt;8. Dardewantara&lt;br /&gt;9. Dartomo M Sidik&lt;br /&gt;10. Dwi Ambarwati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 7 (Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga):&lt;br /&gt;1. Sugihono&lt;br /&gt;2. Amrullah Ahmad&lt;br /&gt;3. Nur Chasanah&lt;br /&gt;4. Faqih Munandar&lt;br /&gt;5. Dzuroh Eniyati&lt;br /&gt;6. Syamsiyah&lt;br /&gt;7. Ishaq Abdul Azis&lt;br /&gt;8. Tuty Kurniawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 8 (Banyumas, Cilacap):&lt;br /&gt;1. Tossy Aryanto&lt;br /&gt;2. Suwarso&lt;br /&gt;3. Arum Nur Aini&lt;br /&gt;4. Pardan Prasetyo&lt;br /&gt;5. Suharto B Wiyono&lt;br /&gt;6. Wiwiek Yuning Prapti&lt;br /&gt;7. Unggul Wibawa Widhayaka&lt;br /&gt;8. Anggoro Wignyo Saputro&lt;br /&gt;9. Darmadi Nugroho Agung&lt;br /&gt;10. Rumanti Agustina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 9 (Brebes, Tegal):&lt;br /&gt;1. Suswono&lt;br /&gt;2. Abdul Karim Nagib&lt;br /&gt;3. Sri Kusnaeni&lt;br /&gt;4. Ahmad Hanafi&lt;br /&gt;5. Rohmani&lt;br /&gt;6. Muniroh&lt;br /&gt;7. Kuntjoro Pinardi&lt;br /&gt;8. Faisal Amri&lt;br /&gt;9. Nur Pujiasih&lt;br /&gt;10. Fachrudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATENG 10 (Pemalang, Batang, Pekalongan):&lt;br /&gt;1. Asrul Sani&lt;br /&gt;2. Ainun Mardiyah&lt;br /&gt;3. Umar Salim&lt;br /&gt;4. Mustaqim&lt;br /&gt;5. Abdul Syukur&lt;br /&gt;6. Siti Rahmah&lt;br /&gt;7. Saptadi Imam Santoso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIY (Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, Sleman, Yogjakarta):&lt;br /&gt;1. Agus Purnomo&lt;br /&gt;2. Naharus Surur&lt;br /&gt;3. Dwi Kurnia Handayani&lt;br /&gt;4. Bodi Dewantoro&lt;br /&gt;5. RMA Hanafi&lt;br /&gt;6. Dwi Aprilisasi&lt;br /&gt;7. Basuki Abdurrahman&lt;br /&gt;8. Habibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 1 (Surabaya, Sidoarjo):&lt;br /&gt;1. Sigit Sosiantomo&lt;br /&gt;2. Suripto&lt;br /&gt;3. Iswiyanti Widyawati&lt;br /&gt;4. M Sodik&lt;br /&gt;5. Syarif Muhtarom&lt;br /&gt;6. Lina Ariani&lt;br /&gt;7. Farid Marzuki&lt;br /&gt;8. Rudi Artono&lt;br /&gt;9. Lisdiyarti&lt;br /&gt;10. Rusli Efendi&lt;br /&gt;11. Ahmad Syukron&lt;br /&gt;12. Dyah Ayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 2 (Pasuruan, Probolinggo):&lt;br /&gt;1. M Firdaus&lt;br /&gt;2. Misbakhun&lt;br /&gt;3. Aliyah Attamimi&lt;br /&gt;4. M Badarudin&lt;br /&gt;5. Edi Waskito&lt;br /&gt;6. Siti Marsiyah&lt;br /&gt;7. Zufar Bawazir&lt;br /&gt;8. Imam Joko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 3 (Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo):&lt;br /&gt;1. Usman Efendi&lt;br /&gt;2. Cung Kusaeri&lt;br /&gt;3. Maryam Laila Musthofa&lt;br /&gt;4. Widodo&lt;br /&gt;5. Warsidiyanto&lt;br /&gt;6. Dwi Hardiyanti&lt;br /&gt;7. Imaduddin Jamil&lt;br /&gt;8. Farida Kurniawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 4 (Lumajang, Jember):&lt;br /&gt;1. Agoes Kooshartoro&lt;br /&gt;2. Gunawan&lt;br /&gt;3. Elly Nikmawati&lt;br /&gt;4. Syamsul Bahri&lt;br /&gt;5. Tintin Farida&lt;br /&gt;6. Ridho Kurniawan&lt;br /&gt;7. Hendratno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 5 (Malang, Batu):&lt;br /&gt;1. Luthfi Hasan Ishaaq&lt;br /&gt;2. Budiyanto&lt;br /&gt;3. Imamah Zuhro&lt;br /&gt;4. Otto Budihardo&lt;br /&gt;5. Juni Farhan&lt;br /&gt;6. Maya Novita&lt;br /&gt;7. Muhamadun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 6 (Tulungagung, Kediri, Blitar):&lt;br /&gt;1. Amin&lt;br /&gt;2. Nur Azizah Tamhid&lt;br /&gt;3. Junef Ismaliyanto&lt;br /&gt;4. M Hamim&lt;br /&gt;5. Susilo&lt;br /&gt;6. Syamsul Hadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 7 (Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, Ngawi):&lt;br /&gt;1. Rofi’ Munawar&lt;br /&gt;2. Navis Murbiyanto&lt;br /&gt;3. Nuzulia&lt;br /&gt;4. Maryudhi Wahyono&lt;br /&gt;5. Abdul Hakim Syafii&lt;br /&gt;6. Retno Damayanti&lt;br /&gt;7. Saiful Wari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 8 (Jombang, Nganjuk, Madiun, Mojokerto):&lt;br /&gt;1. Memed Sosiawan&lt;br /&gt;2. Ananto Pratikno&lt;br /&gt;3. Zahrul Azhar&lt;br /&gt;4. Indah Sat Rahmaniati&lt;br /&gt;5. Makhsusiati&lt;br /&gt;6. Zulhilmi Asa&lt;br /&gt;7. Nur Aini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 9 (Bojonegoro, Tuban):&lt;br /&gt;1. Zakaria Sorga&lt;br /&gt;2. Taridi&lt;br /&gt;3. Ningrum Agustina&lt;br /&gt;4. Syamsu Kohar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 10 (Lamongan, Gresik):&lt;br /&gt;1. Aunurrofiq Sholeh T&lt;br /&gt;2. Ratri Handayani&lt;br /&gt;3. Slamet Wahyudi&lt;br /&gt;4. Turhan Faqih&lt;br /&gt;5. M Azhari Hatim&lt;br /&gt;6. Zuhrotin Niskiyah&lt;br /&gt;7. Ahmad Rofi’ Syamsuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATIM 11 (Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep):&lt;br /&gt;1. Sapto Waluyo&lt;br /&gt;2. Budi Hermawan&lt;br /&gt;3. Sri Hidayati&lt;br /&gt;4. Tamar Jaya&lt;br /&gt;5. Hikmah&lt;br /&gt;6. Amir Faishol Fath&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BALI (Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, Denpasar):&lt;br /&gt;1. Deni Daruri&lt;br /&gt;2. Ismail Lahji&lt;br /&gt;3. Sri Wahyuni Pujiani&lt;br /&gt;4. I Gusti Agung Gde Eka&lt;br /&gt;5. Turmudzi&lt;br /&gt;6. Evi Diana Kusumawati&lt;br /&gt;7. Slamet Sugiono&lt;br /&gt;8. Irianto&lt;br /&gt;9. Juwita Rarasmara&lt;br /&gt;10. Mabni Darsi&lt;br /&gt;11. Yayuk Herawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NTB (Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, Mataram):&lt;br /&gt;1. Dwi Trijono&lt;br /&gt;2. Fahri Hamzah&lt;br /&gt;3. Istiningsih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NTT 1 (Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Nageko, Sumba Tengah, Manggarai Timur, Sumba Barat Daya):&lt;br /&gt;1. Sugeng Susilo&lt;br /&gt;2. Zainuddin Paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NTT 2 (Sumba Barat, Sumba Timur, Kupang, Rote Ndao, Belu, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan):&lt;br /&gt;1. Sulaiman&lt;br /&gt;2. Muhammad&lt;br /&gt;3. Mailan Sari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALBAR (Sambas, Bengkayang, Landak, Pontianak, Sanggau, Sekadau, Ketapang, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Kubu Raya, Singkawang):&lt;br /&gt;1. Rahman Amin&lt;br /&gt;2. Abdullah&lt;br /&gt;3. Abdussalam Bambang Mulyono Al Hinduan&lt;br /&gt;4. Ida Jumiati&lt;br /&gt;5. Uray Santi&lt;br /&gt;6. Yacub Muchsin&lt;br /&gt;7. Joni Tanjung&lt;br /&gt;8. Syarifah Helda Al Haddad&lt;br /&gt;9. Arba’in&lt;br /&gt;10. Ruswati&lt;br /&gt;11. Solehah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALTENG (Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, Gunung Mas, Barito Timur, Murung Raya, Palangkaraya) :&lt;br /&gt;1. Antang Dwi Dasono&lt;br /&gt;2. Endang Hariyanti&lt;br /&gt;3. Ana Indriani&lt;br /&gt;4. M Taufik B Darus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALSEL 1 (Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Balangan):&lt;br /&gt;1. Aboe Bakar Al Habsyi&lt;br /&gt;2. Musyaffa Ahmad Rahim&lt;br /&gt;3. Syariffah Ramadhana&lt;br /&gt;4. Shabran&lt;br /&gt;5. Bahrani&lt;br /&gt;6. Iis&lt;br /&gt;7. Bardiansyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALSEL 2 (Tanah Laut, Kota Baru, Tanah Bumbu, Banjarmasin, Banjar Baru):&lt;br /&gt;1. Nabiel Fuad Al Musawa&lt;br /&gt;2. Badrani&lt;br /&gt;3. Hernawati&lt;br /&gt;4. M Asy’ari&lt;br /&gt;5. M Basyuni&lt;br /&gt;6. Boy Hamidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALTIM (Paser, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur, Berau, Malinau, Bulungan, Nunukan, Penajam Paser Utara, Tana Tidung, Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Bontang):&lt;br /&gt;1. Aus Hidayat Nur&lt;br /&gt;2. Achmad Chudori&lt;br /&gt;3. Purwinahyu&lt;br /&gt;4. Satya Graha&lt;br /&gt;5. Herminah Junaid&lt;br /&gt;6. Nur Laili Puspa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULUT (Bolaang Mongondow, Minahasa, Minahasa Utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Minahasa Selatan, Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Utara, Siau Tagulandang Biaro, Kotamobagu):&lt;br /&gt;1. Khalilullah Akhmas&lt;br /&gt;2. Najmi Puspasari Marasabessy&lt;br /&gt;3. Muslih Abdul Gani&lt;br /&gt;4. Jefry Johanes Makalegi&lt;br /&gt;5. Ridwan Olili&lt;br /&gt;6. Marina Limbanadi&lt;br /&gt;7. Irawan Damopolii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULTENG (Banggai Kepulauan, Banggai, Morowali, Poso, Tojo Una-una, Donggala, Toli-Toli, Buol, Parigi Moutong, Palu):&lt;br /&gt;1. Adhyaksa Dault&lt;br /&gt;2. Akbar Zulfakar&lt;br /&gt;3. Rahmawati Ottoluwa&lt;br /&gt;4. Abdul Haris N Baginda&lt;br /&gt;5. Syifa Abd. Rauf Sulaeman&lt;br /&gt;6. Hasan Bastari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULSEL 1 (Selayar, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, Makassar):&lt;br /&gt;1. M Anis Matta&lt;br /&gt;2. M Ihsan&lt;br /&gt;3. Ismayati&lt;br /&gt;4. Halim A. Razak&lt;br /&gt;5. Andi Maddusila Andi Ijo&lt;br /&gt;6. Defty Rezkiwati Ande Latief&lt;br /&gt;7. Asmin Amin&lt;br /&gt;8. Tajuddin Noer&lt;br /&gt;9. Sri Handini Chrisagiati&lt;br /&gt;10. Ahmad Maulana Dg Emba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULSEL 2 (Sinjai Bone Maros, Bulukumba, Pangkajene Kepulauan, Barru, Pare Pare, Soppeng dan Wajo):&lt;br /&gt;1. Tamsil Linrung&lt;br /&gt;2. Cahyadi Takariawan&lt;br /&gt;3. Fadliyah Syamsuddin&lt;br /&gt;4. Mubyl Handaling&lt;br /&gt;5. M Nadjib Bustan&lt;br /&gt;6. Kasma F Amin&lt;br /&gt;7. Andi Baso Abdullah&lt;br /&gt;8. M Nasyit Umar&lt;br /&gt;9. Munarti Ismail Paroki&lt;br /&gt;10. M Yahya Rasyid&lt;br /&gt;11. Muzakkir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULSEL 3 (Sidenreng Rappang, Enrekang, Luwu, Tanah Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Pinrang, Palopo):&lt;br /&gt;1. Andi Rahmat&lt;br /&gt;2. Muzakkir Arif&lt;br /&gt;3. Irmawati Tahir&lt;br /&gt;4. Bachder Djohan&lt;br /&gt;5. Iskandar Pasadjo&lt;br /&gt;6. Salmiyah&lt;br /&gt;7. Syahrir&lt;br /&gt;8. Niswaty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULTRA (Buton,Wakatobi, Bombana, Muna, Kendari/Konawe, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Selatan, Konawe Utara, Buton Utara, Kendari, Bau Bau):&lt;br /&gt;1. Yan Herizal&lt;br /&gt;2. La Mpasa&lt;br /&gt;3. Anaway Irianti&lt;br /&gt;4. Hawaera&lt;br /&gt;5. Suryadi&lt;br /&gt;6. Waode Hasriyanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GORONTALO (Boalemo, Gorontalo, Pohuwato, Bone Bolango, Gorontalo Utara):&lt;br /&gt;1. Habib Fahmi Alaydrus&lt;br /&gt;2. Suprisno Baderan&lt;br /&gt;3. Marleni Limonu&lt;br /&gt;4. Asep Teguh Firmansyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULBAR (Mamuju Utara, Mamuju, Mamasa, Polewali Mamasa, Majene):&lt;br /&gt;1. Said Saggaf&lt;br /&gt;2. Tajuddin Usman&lt;br /&gt;3. St. Aisyah Sinring&lt;br /&gt;4. Supriyadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALUKU (Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, Ambon, Tual):&lt;br /&gt;1. Abdul Aziz Arbi&lt;br /&gt;2. Gamar Wakano&lt;br /&gt;3. Abdurrahman&lt;br /&gt;4. Sumiyati T Marwut&lt;br /&gt;5. Abdurrahman Makatita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALUT (Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Ternate, Tidore Kepulauan):&lt;br /&gt;1. Kusnandar Prijadi Kusuma&lt;br /&gt;2. Muslim Abdullah&lt;br /&gt;3. Achlana Bahmid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAPUA BARAT (Fak-fak, Sorong, Manokwari, Kaimanan, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama):&lt;br /&gt;1. Muammar Khadafi Bauw&lt;br /&gt;2. Ade Chalifah M&lt;br /&gt;3. Nurhaya Djafar&lt;br /&gt;4. M Zain Wajo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAPUA (Merauke, Jaya Wijaya, Jayapura, Nabire, Yapen Waropen, Biak Numfor, Supiori, Puncak Jaya, Mimika, Baven Digul, Mappi, Asmat, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Sarmi, Keerom,Waropen, Mamberamo Raya, Yalimo, Mamberamo Tengah, Nduga, Lanny Jaya, Puncak, Dogiyai):&lt;br /&gt;1. MK Renwarin&lt;br /&gt;2. Aidil Heryana&lt;br /&gt;3. Erni O Rumbekwan&lt;br /&gt;4. Fahmi Islam Jiwanto&lt;br /&gt;5. Rahadi Mantikno&lt;br /&gt;6. Bekti Nur Ayomi&lt;br /&gt;7. M Muzakkir Aso&lt;br /&gt;8. Tatik Nuryanti&lt;br /&gt;9. Sumini&lt;br /&gt;10. Andi Wahab&lt;br /&gt;11. Hasnah Askari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Juni 2008-07-20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tifatul Sembiring&lt;br /&gt;Presiden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salinan disampaikan kepada:&lt;br /&gt;1. Ketua MS PKS&lt;br /&gt;2. Ketua MPP PKS&lt;br /&gt;3. Ketua DSP PKS&lt;br /&gt;4. CAD PKS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4881748665612479127?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4881748665612479127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4881748665612479127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/07/daftar-caleg-pks-pusat.html' title='Daftar Caleg PKS Pusat'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4402411673802855886</id><published>2008-06-29T17:35:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T17:37:01.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Humas'/><title type='text'>DPC PKS Ngawen Lantik TPPC</title><content type='html'>NGAWEN -- Dewan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera (DPC PKS) Ngawen selenggarakan Milad PKS ke-10 di kantor sekretariat setempat, Ahad (4/5/2008). Acara tersebut dihadiri sekitar 250-an tokoh masyarakat dan warga se-kecamatan Ngawen.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembukaannya Ketua DPC PKS Ngawen, Fuad Al Akhwani, mengucapkan terima kasih atas sambutan masyarakat yang begitu besar terhadap undangan Milad PKS ke-10 ini. Fuad mengimbau kepada masyarakat agar tetap memilki semangat yang tinggi dan jangan pernah putus asa dalam menghadapi kondisi bangsa yang masih belum berpihak pada rakyat kecil ini. Bahkan ia mengajak masyarakat untuk tetap memiliki harapan pada masa depan dan bangkit bersama untuk meraih harapan tersebut sebagaimana tema Milad ke-10 tahun ini, yaitu ”Bangkitlah Bangsaku Harapan itu Masih Ada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Ngawen, Drs Joko Supriyanto. Dalam sambutannya dia menyampaikan bahwa sebagai pengayom masyarakat, ia menyambut baik segenap organisasi politik maupun organisasi apapun. Hal yang terpenting, menurut Joko, semua harus mampu menjaga iklim dan suasana yang kondusif di masyarakat. Secara khusus dia sampaikan kepada DPC PKS Klaten agar mampu lebih dekat dengan masyarakat dan ikut serta secara aktif membangun masyarakat, karena hanya dengan begitulah pembangunan bangsa ini akan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perhelatan Milad tersebut, dilantik dan dikukuhkannya Tim Pemenagan Pemilu Cabang (TPPC) Ngawen oleh Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Klaten dr Yudi B Prabawa. Dalam sambutannya, lelaki yang juga Ketua DPD PKS Klaten tersebut menyampaikan bahwa dia mewakili segenap kader bersyukur atas penerimaan masyarakat terhadap PKS di Klaten yang semakin hari semakin baik. Bahkan untuk memenuhi harapan masyarakat yang semakin besar, menurut evaluasi dan analisis Dewan dan Struktur DPD PKS Klaten, kurang lebih aspirasinya mencapai 20 persen. Oleh karenanya, dalam Pemilu 2009 nanti DPD PKS Klaten sejalan dengan DPP PKS menargetkan 20% suara. Angka 20% ini adalah angka harapan dan aspirasi masyarakat yang ada di Klaten. Oleh karenanya TPPC Ngawen ini menjadi wadah bagaimana aspirasi masyarakat khususnya di Kecamatan Ngawen ini mampu tersampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera Masykuri Nanang ST dalam kesempatan tersebut memnyampaikan pandangan politik PKS di hadapan undangan yang hadir bahwa saat ini PKS sudah menyampaikan blue print Indonesia dalam masyarakat Madani di hadapan para pakar Indonesia dan dinilai sangat baik. Namun demikian, blue print yang dijadikan flatform PKS tersebut perlu dibuktikan. Oleh karenanya, menurut Nanang, caranya dengan memberikan kesempatan kepada PKS untuk bisa memimpin sehingga berkesempatan untuk mewujudkannya. Untuk bisa sampai memimpin dalam sistem negara kita ini tentunya butuh dukungan dari segenap masyarakat. Karenanya dia memohon dukungan dan do'a restu kepada masyarakat dalam Pemilu 2009 nanti.[]janu kurniawan/in&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4402411673802855886?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4402411673802855886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4402411673802855886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/06/dpc-pks-ngawen-lantik-tppc.html' title='DPC PKS Ngawen Lantik TPPC'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-5388832646043416182</id><published>2008-05-26T22:53:00.000+07:00</published><updated>2008-09-14T22:57:54.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>PKS targetkan 10 kursi DPRD Klaten</title><content type='html'>KLATEN (Joglosemar): DPD  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Klaten, menargetkan 10 kursi di Pemilu Legislatif tahun 2009 di Kabupaten Klaten.&lt;br /&gt;Demikian diungkapkan oleh Ketua DPD PKS Klaten, Yudhi Prabawa dalam sambutannya pada acara Parade 100 tahun Kebangkitan Nasional DPD PKS Klaten. “Sampai kapan pun PKS adalah partai dakwah.&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan adanya dukungan dari para kader, simpatisan, dan masyarakat Klaten, diharapkan  bisa mendukung pencapaian target 10 kursi di Klaten,” ujarnya kepada simpatisan dan kader PKS di Hotel Bima, Minggu (25/5) dalam acara yang bertema Bangkit Negeriku! Harapan Itu Masih Ada.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Yudhi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit  menjadi bangsa yang maju, bermartabat, serta memiliki  semangat  dan optimisme.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya bangsa ini mempunyai harapan untuk memperoleh keadilan, kesejahteraan, kemakmuran, dan kemuliaan,” katanya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Mursyid Adi Wijaya, mengatakan Parade Kebangkitan ini dilaksanakan dalam rangka menggelorakan kembali kebangkitan bangsa sekaligus meneruskan semangat perjuangan para pendiri negara yang telah bersusah-payah merebut kemerdekaan.&lt;br /&gt;Kegiatan yang diawali dengan Senam Nusantara di Monumen Juang ’45, pukul 08.00 WIB dilanjutkan dengan longmarch ke Hotel Bima ini antara lain diisi dengan tabligh akbar yang disampaikan oleh Pengurus DPP PKS sekaligus Ketua FPKS DPR RI, Mahfudz Sidik.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu Mahfudz menyampaikan motivasi–motivasi pergerakan dan konsep-konsep perubahan melalui momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional sebagai lompatan untuk maju dan bangkit dari keterpurukan bangsa. (ara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-5388832646043416182?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://harianjoglosemar.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=14465' title='PKS targetkan 10 kursi DPRD Klaten'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5388832646043416182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5388832646043416182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/05/pks-targetkan-10-kursi-dprd-klaten.html' title='PKS targetkan 10 kursi DPRD Klaten'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3856012785521188265</id><published>2008-01-09T23:53:00.004+07:00</published><updated>2008-08-29T00:45:30.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Ranting'/><title type='text'>Pak Nanang Tilik Deso</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_puZzkJrhnc0/R4UPsZxyxnI/AAAAAAAAAPU/gZmKxlpO89o/s1600-h/P1020772.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_puZzkJrhnc0/R4UPsZxyxnI/AAAAAAAAAPU/gZmKxlpO89o/s320/P1020772.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153542604103796338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ngawen&lt;/span&gt;,Dipenghujung tahun 2007, tepatnya pada hari Ahad, 23 Desember 2007. Anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ( FPKS ) DPRD Kabupaten Klaten yang juga menjabat sebagai ketua FPKS Klaten, Masykuri Nanang P. ST. Mengunjungi masyarakat dukuh Kalitelu dan dukuh Karanggeneng, Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten untuk langsung mendengarkan aspirasi dari masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Acara serap aspirasi tersebut merupakan salah satu dari serangkaian acara serupa yang beliau laksanakan dari desa ke desa di 7 kecamatan (Wedi, Klaten Tengah, Klaten Utara, Klaten Selatan, Kalikotes, Kebonarum dan Ngawen) pada masa reses beliau. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh keempat rekan beliau di FPKS Klaten sebagai wujud kepedulian dan pelayanan serta amanah yang mereka emban sebagai wakil rakyat.&lt;br /&gt;Acara yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB bertempat di dukuh Kalitelu tersebut dihadiri sekitar 130 warga, tokoh masyarakat setempat serta kader DPC Ngawen . Pada kesempatan tersebut Pak Nanang menyampaikan beberapa informasi penting tentang berbagai hal tentang pemerintahan dan kondisi Kabupaten Klaten, dan menerima masukan dari masyarakat yang nantinya akan disampaikan dan diperjuangkan sebagai aspirasi dan amanah dari rakyat.&lt;br /&gt;Warga kedua dukuh tersebut menyambut positif dan gembira acara tersebut, karena berkesempatan bertemu langsung dengan wakil rakyat yang mau secara langsung bertatap muka dengan mereka dan mendengarkan aspirasinya, hal ini terbukti dengan antusiasnya beberapa warga untuk bertanya dan memberi masukan kepada Pak Nanang, ada yang mengeluhkan tentang kinerja dari perangkat pemerintahan, pelayanan pembuatan KTP yang kurang sesuai dengan PERDA, serta masalah - masalah lainnya.&lt;br /&gt;" Kami sangat gembira, bisa bertemu dan menyampaikan uneg - uneg kami secara langsung kepada Pak Nanang selaku anggota Legislatif DPRD Klaten yang mau secara langsung bertemu dengan kami, yang entah kesempatan seperti ini apakah bisa terulang kembali. Sungguh ini kesempatan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"langka"&lt;/span&gt; ", kata ketua RT setempat dalam sambutannya. Hal senada juga disampaikan oleh beberapa warga.  yang hadir.&lt;br /&gt;Dengan penuh kesabaran dan antusias Pak Nanang menanggapi setiap uneg-uneg masyarakat. Karena waktu yang tersedia terbatas, Pak Nanang menyediakan waktu kepada warga yang belum menyampaikan uneg-unegnya pada saat itu untuk  datang kerumah beliau. Beliau membuka pintu lebar bagi masyarakat yang ingin bertemu beliau.&lt;br /&gt;" Saya persilahkan kepada masyarakat yang hendak menyampaikan permasalahannya, Insya Allah kami akan berusaha membantu " kata ayah dari 5 anak calon jundi-jundi dakwah itu dengan gaya bicara beliau yang khas. Baarakallohufikum Ust. Nanang.[abs]&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teruslah berjuang Pak Nanang dkk., Teruslah berjuang wahai pejuang rakyat, Semoga tetap Istiqomah di Jalan-Nya, Innallaha ma'ana. AllahuAkbar !!! &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3856012785521188265?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3856012785521188265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3856012785521188265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/pak-nanang-tilik-deso.html' title='Pak Nanang Tilik Deso'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_puZzkJrhnc0/R4UPsZxyxnI/AAAAAAAAAPU/gZmKxlpO89o/s72-c/P1020772.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-742889743704242031</id><published>2008-01-08T05:38:00.008+07:00</published><updated>2008-08-29T01:15:50.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Tarbiyah Dzatiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span class="postedby"&gt;Oleh: Mochamad Bugi&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" size="1" color="#999999" noshade="noshade"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/index.php/fiqh-dawah/2007/tarbiyah-dzatiyah-pertama/email/" title="Email This Post" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-EmailIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/email/images/email_famfamfam.gif" alt="Email This Post" title="Email This Post" style="border: 0px none ;" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/index.php/fiqh-dawah/2007/tarbiyah-dzatiyah-pertama/print/" title="" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-PrintIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/print/images/printer_famfamfam.gif" alt="" title="" style="border: 0px none ;" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tabiat dakwah ini berkembang dan menyebar ke berbagai pelosok dunia. Karena misi dakwah ini adalah menyebarkan rahmat bagi dunia untuk seluruh umat manusia (Al-Anbiya’: 107). Dengan begitu dakwah menjadi hak semua orang agar mereka meraih hidayah Allah. Amatlah pantas semua kalangan mendapatkan nikmat dakwah. Paling tidak, semua manusia dapat merasakan rahmat Islam&lt;span class="fullpost"&gt;. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kepribadian dai dan aktivis dakwah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aktivis dakwah yang memikul tugas mengembangkan ajaran Islam ke segenap pelosok bumi seyogianya adalah orang yang mampu meningkatkan integritas diri dari masa ke masa. Peningkatan diri aktivis dakwah selaras dengan perkembangan dakwah. Peningkatan integritas diri secara mandiri inilah yang disebut dengan tarbiyah dzatiyah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan tarbiyah dzatiyah menjadikan dai mampu bertahan dalam berbagai ujian dan cobaan dakwah. Ia tidak futur (malas dan lesu), tidak kendur semangat dakwahnya, pemikirannya tidak jumud dan tidak akan bimbang dan ragu menjawab berbagai tuduhan miring serta yang sangat diharapkan dari efek tarbiyah dzatiyah adalah seorang dai mampu menyelesaikan persoalan yang menghadangnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan sikap itu aktivis dakwah tidak sangat bergantung pada bayanat pusat atau qararat qiyadah. Melainkan ia mampu mengembangkan dakwah sebagaimana mestinya. Dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Utusan-utusan Rasulullah saw. telah membuktikan dirinya dalam mengembangkan dakwah di berbagai tempat. Mereka dapat bertahan sekalipun jauh dari Rasulullah saw. dan komunitas muslim lainnya. Ja’far bin Abi Thalib di antaranya. Dia dan sahabat lainnya dapat tinggal di Habasyah dalam waktu yang cukup lama. Sekalipun mereka sangat merindukan berkumpul bersama dengan saudara muslim lainnya, mereka dapat mempertahankan dirinya dalam keimanan dan ketaqwaan. Begitu kuatnya daya tahan mereka hidup bersama dakwah jauh dari saudara-saudaranya yang lain dalam waktu yang cukup lama. Hingga Rasulullah saw. begitu bangga terhadap mereka di saat mereka pulang ke Madinah. Beliau menyatakan, “Aku bingung apa yang membuat senang diriku, apakah karena menangnya kita di Khaibar ataukah kembalinya kaum muslimin dari Habasyah.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian pula Mush’ab bin Umair sebagai duta Islam pertama dapat mengembangkan dakwah di Madinah dan berhasil membangun masyarakat di sana. Mush’ab sebagai guru pertama di Madinah dapat memperluas jaringan dakwah dan aktivisnya. Sehingga tempat itu menjadi basis komunitas umat Islam di kemudian hari. Dan menjadi mercusuar peradaban Islam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitulah kepribadian aktivis dakwah yang mumpuni dalam mengemban amanah mulia. Mereka dapat menunaikan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya. Lantaran tarbiyah dzatiyah yang ada pada diri mereka. Malah banyak tugas-tugas lain dapat diselesaikan dengan nilai cumlaude. Sebaliknya aktivis dakwah yang tidak mampu meningkatkan integritas dirinya cenderung linglung. Bahkan mungkin akan menimbulkan kegaduhan dalam kerja dakwah. Sebagaimana ungkapan pujangga lama ‘Al-‘askarul ladzi tasuduhul bithalah yujidul musyaghabati, aktivis yang tidak punya kemampuan untuk berbuat sesuatu sangat potensial membuat kegaduhan dalam kerja dakwah’.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Al-Anfal: 27)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah Al-Mutaharikah (Kepribadian Aktivis Islam)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak dipungkiri bahwa Tarbiyah Dzatiyah menjadi kepribadian aktivis Islam. Bahkan Rasulullah saw. menilai hal ini sebagai prasyarat untuk para duta Islam dalam mengembangkan dakwah. Karenanya hal ini menjadi point dalam fit and profer-test bagi mereka yang akan menjalani tugasnya. Sehingga seseorang yang diutus ke suatu tempat, Nabi saw. mempertimbangkan kemampuannya dalam pengembangan integritas dirinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini sebagaimana yang dipertanyakan Rasulullah saw. pada Muadz bin Jabal saat akan diutus ke Yaman. “Wahai Muadz, bila kamu berada di tempat yang baru nanti, jika menemukan suatu persoalan apa yang akan kamu putuskan?” Muadz menjawab, “Aku akan putuskan berdasarkan Kitab Allah.” Rasulullah saw. pun melanjutkan, “Bila tidak kamu temukan pada Kitab Allah, dengan apa kau putuskan?” Jawab Muadz, “Aku akan tetapkan berdasarkan Sunnah Rasulullah.” Nabi saw. kemudian menanyakan kembali, “Bila tidak juga kamu dapati di dalamnya, apa yang akan kamu lakukan?” Muadz menjawab, “Aku akan putuskan dengan akal pikiranku (ijtihadku).” Ternyata jawaban Muadz sangat memuaskan hati Rasulullah saw. Malah beliau memandang bahwa kualitas Muadz sudah memadai untuk mengemban tugas mulia tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kapabilitas yang semacam itu diharapkan mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang selalu muncul di lapangan dakwah. Sehingga ia tidak selalu menyerahkan masalah itu pada qiyadah dakwah ataupun aktivis lainnya. Dengan kemampuan itu aktivis dakwah tidak gamang dalam menyikapi berbagai urusan yang terkait dengan tanggung jawabnya. Karena tanpa sikap itu persoalan dakwah akan bertambah pelik dan menambah beban qiyadah. Telah sering kita dengar qiyadah dakwah mengarahkan agar aktivis tidak selalu mengandalkan jawaban dari pusat atau menunggu bayanatnya. Melainkan mereka perlu menyikapi dengan cepat apa yang mesti diambil sikapnya untuk menuntaskan suatu permasalahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski demikian kita pun perlu melihat koridornya agar tidak terjebak dalam membebaskan diri untuk selalu bersikap di luar kendali qiyadah. Karena ini pun akan menimbulkan kekisruhan dalam struktural kendali dakwah. Seperti sikap Hudzaifah ibnul Yaman sewaktu ditugaskan Rasulullah saw. masuk ke barisan musuh. Hudzaifah mendapati Abu Sufyan sedang memanaskan tubuhnya karena udara dingin. Saat itu Hudzaifah mampu untuk membunuhnya, akan tetapi ia teringat pesan Rasulullah saw. bahwa tugasnya waktu itu adalah memperhatikan kondisi musuh dan mengabarinya kepada Rasul. Sehingga ia urung untuk membunuhnya walau kesempatan itu ada di hadapannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena itu perlu menempatkan secara imbang terhadap permasalahan ini. Peningkatan integritas diri dan mematuhi rambu-rambu qiyadah. Yang lebih berbahaya lagi bagi aktivis dakwah adalah bila tidak memiliki keduanya. Syaikh Hamid ‘Asykariyah menegaskan, “mereka yang sudah tidak punyai kebaikan (peningkatan integritas diri dan mematuhi rambu-rambu qiyadah), mereka telah kehilangan kesadaran terhadap kemuliaan dakwah dan kepunahan perilaku taat pada qiyadah. Siapa yang telah kehilangan dua hal ini, maka mereka tidak ada gunanya tetap berada dalam barisan dakwah bersama kita.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada’u Mutathallibatil Manhaj (Menyelesaikan Tuntutan Manhaj)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manhaj dakwah memberikan ruang yang banyak untuk sarana tarbiyah agar dapat merealisasikannya seoptimal mungkin. Baik melalui liqaat tarbawiyah, daurah, seminar, mukhayyam ataupun tarbiyah dzatiyah. Untuk mengaplikasikan manhaj dakwah yang begitu banyak dan padat tidaklah memadai dengan sarana tarbiyah regular. Karena keterbatasan alokasi waktu maupun keterbatasan Murabbi dalam menyelesaikan tuntutan manhaj. Maka tarbiyah dzatiyah menjadi sarana untuk menyelaraskan tuntutan manhaj tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu perlu dipahami dengan benar pada setiap aktivis dakwah agar dapat melakukan tarbiyah dzatiyah dalam dirinya. Hal ini akan sangat membantu mengaplikasikan nilai-nilai tarbawiyah secara maksimal. Dan dapat mencapai arahan manhaj yang menjadi acuan dakwah untuk mewujudkan dai yang siap meringankan perjalanan dakwah ini. Bila masing-masing aktivis sibuk untuk merealisasikan manhaj dalam dirinya sebagaimana tuntutan manhaj maka semua aktivis akan aktif dengan berbagai program dan kegiatannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Abdul Halim Mahmud menyatakan bahwa tarbiyah dzatiyah merupakan tuntutan manhaj dakwah ini. Baik dalam arahannya agar menjadi aktivis dakwah yang sigap dan tanggap dalam menyambut tugas dakwah. Juga dalam muatannya yang tidak dapat diberikan secara kolektif karena berbagai pertimbangan. Namun dituntaskan secara personal dengan peningkatan kemampuan tarbiyah dzatiyah. Sehingga tampil aktivis yang siap go publik dengan Allah di jalan dakwah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tarqiyatu Ath-Thaqah Adz-Dzatiyah (Peningkatan Potensi Diri)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Peran serta aktivis terhadap dakwah sangatlah dimarakkan agar mereka dapat memberikan kontribusinya dan menjadi bagian dari dakwah. Dai yang dapat melakukan hal ini adalah mereka yang memahami betul potensi dirinya. Potensi yang dapat bermanfaat bagi perjalanan dakwah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menajamkan potensi diri menjadi aktivitas rutin. Seyogianya semakin hari semakin tajam potensi yang dimilikinya. Grafik potensinya selalu naik seiring perjalanan waktu. Sebagaimana yang dialami para pendahulu dakwah. Mereka senantiasa berada dalam kondisi puncak setiap bergulirnya waktu. Imam Ibrahim Al-Harby selalu mengomentari sahabat-sahabatnya dengan ungkapan istimewa. Katanya, “Aku sudah bergaul dengan fulan bin fulan beberapa waktu, siang dan malam. Dan tidak aku jumpai pada dirinya kecuali ia lebih baik dari kemarin.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Layaknya aktivis dakwah dapat mengembangkan diri agar potensi yang dimilikinya betul-betul dapat didayagunakan seoptimal mungkin. Sehingga mereka bisa berada di garis terdepan. Bahkan sepatutnya dalam kondisi lebih baik dari hari-harinya yang telah lewat. Kondisi yang prima dan selalu lebih baik dari kemarin akan membuatnya istijabah fauriyah (dapat memenuhi panggilan dakwah dengan cepat) yang semakin kompleks tuntutannya. Dengan potensi yang demikian, aktivis dakwah dapat menempati lini yang beragam dalam tugas mulia ini. Karenanya tarbiyah dzatiyah adalah upaya untuk meningkatkan dan menajamkan seluruh potensi aktivis dakwah yang beragam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun aspek-aspek yang perlu ditingkatkan aktivis dakwah dalam tarbiyah dzatiyah terhadap dirinya meliputi:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.    Ar-Ruhiyah (Spiritual)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah menjadi kebiasaan bagi para dai untuk dapat meningkatkan ketahanan ruhiyahnya. Sehingga ia tidak lemah dalam mengemban tugas mulia. Ruhiyah yang kokoh menjadi variable yang sangat menentukan. Bila perlu setiap aktivis memiliki program personal dalam menjaga ketahanan ruhiyah. Seperti merutinkan diri untuk shalat berjamaah di masjid, shaum sunnah, qiyamullail, sedekah, ziarah kubur ataupun aktivitas lainnya yang berdampak pada kesehatan ruhaninya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan upaya itu insya Allah maknawiyah dai tidak ringkih dan kendur. Kondisi maknawiyah yang rapuh akan berdampak negatif bagi dirinya dalam menjalankan tugas dakwah. Disamping itu, tampaknya para aktivis perlu mencermati naik turunnya ruhaniyah diri mereka sendiri. Bahkan sedapat mungkin mempunyai patokan yang terukur agar dapat dievaluasi dengan seksama baik melalui orang terdekat (murabbi, pasangan, teman) ataupun cukup diri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ambillah pelajaran dari sikap para sahabat dalam mentarbiyah ruhiyah mereka masing-masing. Ada yang selalu menjaga keadaan diri agar selalu dalam keadaan berwudlu’. Ada pula yang senantiasa mengunjungi orang yang sedang mengalami cobaan hidup. Ada juga yang berziarah ke makam, dan upaya lainnya. Camkanlah nasihat Umar ibnul Khathtab, “Hitung-hitunglah dirimu sebelum kamu dihisab Allah swt. di hari Perhitungan (akhirat).”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Al-Fikriyah (Pemikiran)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya pemikiran manusia senantiasa menuntut konsumsinya agar tidak mengalami kejumudan berpikir. Untuk memenuhi tuntutan tersebut tidaklah cukup mengandalkan muatan pemikiran dari majelis liqaat tarbiyah semata. Akan tetapi dapat mencari berbagai sumber penggalian berpikir. Bisa melalui penelaahan kitab, menghadiri acara kajian ilmiah ataupun kegiatan peningkatan wawasan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Telah banyak paparan nash dari Al-Qur’an ataupun Hadits yang menyuruh untuk memberdayakan kemampuan berpikir dengan melakukan pengamatan dan pengkajian. Sehingga pemikiran dai senantiasa dalam pencerahan bahkan ia selalu dapat mencari solusi yang pas. Bila demikian halnya pemikiran aktivis senantiasa berkembang dan menjadi pintu gerbang kemajuan intelektual. Maka, adalah wajib bagi aktivis dakwah untuk membaca buku beberapa jam dalam setiap hari serta memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya sekalipun kecil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Al-Maliyah (Material)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dakwah juga dipengaruhi oleh kekuatan material. Tidak terkecuali para pengembannya. Karena itu setiap aktivis harus memiliki kemampuan interpreneurshipnya agar tidak menjadi beban orang lain. Ini harus menjadi muwashafat dai. Dai harus memiliki kemampuan mencari penghidupan bagi dirinya (qadirun alal kasabi).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para sahabat yang diridhai Allah swt. telah memberikan pelajaran pada kita semua bahwa mereka tidak menjadi beban bagi saudara. Kaum Muhajirin yang datang ke Madinah tidak membawa apa-apa, namun mereka tidak mengandalkan bantuan kaum Anshar. Kaum Muhajirin mampu mengembangkan potensi maaliyah dirinya. Mereka pun akhirnya dapat hidup sebagaimana layaknya malah ada yang lebih baik dari kehidupannya di Mekkah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Al-Maidaniyah (Penguasaan Lapangan)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penguasaan lapangan juga hal sangat penting bagi perkembangan dakwah ini. Seorang aktivis mesti memahami medan yang dihadapinya dengan cepat. Penguasaan lapangan yang cepat dan tangkap dapat memperoleh taktik dan strategi yang tepat untuk dakwah ini. Pengenalannya yang bagus dapat menentukan strategi apa yang cocok dan pas bagi wilayah tersebut. Maka ketika para sahabat berada di tempat yang baru mereka mulai belajar untuk mengenal medan dan lingkungannya. Sehingga perjalanan dakwah mereka berkembang dengan pesat. Seperti dakwah di Madinah oleh Mush’ab bin Umair dan sahabat lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari sinilah setiap aktivis perlu mengenal dengan betul wilayahnya. Sehingga dapat terdeteksi dengan cepat mana yang menjadi peluang dakwah dan mana pula yang menjadi hambatannya. Sehingga ia dapat mensikapinya dari keadaan tersebut. Bila menemui sumbatan ia cepat mengantisipasinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Al-Harakiyah (Gerakan Dakwah)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penguasaan harakiyah pun menjadi aspek tarbiyah dzatiyah yang perlu diperhatikan sehingga aktivis dakwah bisa mengikuti lajunya gerakan dakwah. Ini bisa terjadi apabila seorang aktivis dapat menyelami geliat dakwah dan pergerakannya. Pemahaman terhadap gerakan dakwah yang tepat melahirkan sikap dai yang mengerti benar tentang sikap apa yang harus dilakukan untuk kepentingan dakwah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana yang dilakukan Hudzaifah Ibnul Yaman ketika masuk ke tengah barisan musuh. Saat kondisi malam yang gelap dan mencekam seperti itu, Abu Sufyan sangat khawatir pasukannya diinfiltrasi. Sehingga ia mengumumkan agar seluruh prajurit harus mengenal siapa yang ada di kiri kanannya. Setelah selesai memberikan komando itu Hudzaifah lantas memegang tangan orang yang ada di sisi kanan dan kirinya sambil menanyakan siapa engkau. Tentu saja mereka menjawab saya fulan bin fulan. Dengan kesigapannya Huzaifah tidak ditanya orang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sasaran yang hendak dicapai dari tarbiyah dzatiyah bagi seorang aktivis dan perkembangan dakwah adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Al-Munawaratul Al-Harakiyah (Gerak Manuver Dakwah)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sasaran tarbiyah dzatiyah ini adalah untuk dapat mengembangkan gerak manuver dakwah ke berbagai wilayah dan pelosok. Sehingga banyak wilayah dan manusia lain yang mendapatkan sentuhan dari dakwah dan dainya. Wilayah dakwah semakin hari semakin meluas dan aktivis dakwahnya semakin hari semakin bertambah tentu juga peningkatan mutu kualitasnya. Dalam kajian Fiqhus Sirah, Syaikh Munir Muhammad Ghadhban diungkapkan bahwa Rasulullah saw. setiap tahun selalu mendapatkan informasi mengenai bertambahnya suku, kabilah atau orang yang tersentuh dakwah Islam dan menjadi pengikutnya yang setia. Ini tentu sangat terkait dengan para penyebar dakwahnya. Mereka adalah manusia-manusia yang selalu dalam kondisi meningkat iman dan taqwanya serta meningkat dalam merespon perintah dari Allah dan Rasul-Nya. Dengan kata lain bahwa tarbiyah dzatiyahnya sudah sangat mapan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Al-Matanah An-Nafsiyah Ad-Dakhiliyah (Soliditas Personal)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tarbiyah dzatiyah juga untuk meningkatkan daya tahan dai. Aktivis yang tidak lemah mentalnya, tidak jumud pikirannya, tidak menjadi beban material aktivis lainnya, tidak bingung dengan sekitarnya dan tidak pula linglung atau ketinggalan jauh dari lajunya dakwah ini. Aktivis yang tidak menjadi beban bagi dakwah atau membuat bertambahnya beban pemikiran para qiyadah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan begitu akan muncul aktivis yang tangguh dalam menunaikan amanah dakwah. Aktivis yang prima staminanya dalam menjalankan tugas. Sehingga perjalanan ini semakin lancar dan mulus untuk meniti jalan kemenangan dakwah. Bila hal ini tercapai dakwah tidak disibukkan dengan urusan internal dan konfliknya. Sebaliknya para aktivis akan sibuk dengan maneuver dakwahnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Upaya Memulai Tarbiyah Dzatiyah Bagi Aktivis&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk dapat menjalankan program tarbiyah dzatiyah hendaknya perlu mempertimbangkan kiat berikut:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertama, buatlah fokus sasaran tarbiyah dzatiyah yang akan dilaksanakan oleh masing-masing individu. Misalnya, aspek ruhiyah seperti apa yang diinginkan dengan gambaran dan ukuran yang jelas seperti shalat lima waktu berjamaah di masjid, selalu membaca 1 juz Al-Qur’an dalam setiap hari. Demikian pula aspek fikriyah ataupun aspek yang lainnya. Sehingga semakin teranglah fokus yang hendak dicapai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua, setelah menentukan fokusnya maka mulailah memperhatikan sisi prioritas amal yang hendak dilakukan. Aspek mana saja yang akan dilakukan dengan segera. Hal ini tentu melihat pertimbangan kebutuhan saat ini. Misalnya aspek ruhiyah yang diprioritaskan, maka buatlah program yang jelas untuk segera dikerjakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ketiga, sesudah itu mulailah melaksanakan dari hal yang ringan dan mudah dari program yang telah ditetapkan agar dapat dilakukan secara berkesinambungan. Keempat, agar dapat menjadi program kegiatan yang jelas, tekadkan untuk memulainya dari saat ini dan berdoalah pada Allah swt. agar dimudahkan dalam menjalankan ikrarnya. Kelima, untuk dapat bertahan terus melakukannya, upayakan untuk memberikan sanksi bila melanggar ketentuan yang telah diikrarkan.&lt;br /&gt;di update 08/01/8 oleh abs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-742889743704242031?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/742889743704242031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/742889743704242031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/tarbiyah-dzatiyah.html' title='Tarbiyah Dzatiyah'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-8419946768473232727</id><published>2008-01-05T08:41:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T08:44:34.900+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekuintek'/><title type='text'>PETUNJUK MEMBUAT RENCANA BISNIS</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="mainboxtitle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Sebuah rencana bisnis adalah peta dalam menjalankan bisnis anda. Ini adalah rencana yang akan menuntun anda mengenai APA yang akan anda kerjakan, KAPAN dan BAGAIMANA mengerjakannya. Sebuah rencana bisnis juga akan membantu anda dalam melihat lebih jelas mengenai tipe bisnis yang akan anda rintis, siapa saja yang akan menjadi pelanggan anda, dan apa produk atau jasa yang akan anda tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda berencana untuk meminjam dana untuk memulai bisnis anda, entah itu dari bank atau investor, maka anda harus membuat rencana bisnis yang resmi (formal business plan). Rencana bisnis yang resmi akan memberikan summary dari bisnis dan market anda, kemudian akan membahas secara detil tentang produk anda, pelanggan dan pangsa pasar (market), supplier, estimasi keuntungan, analisa persaingan usaha, dan lain-lain. Rencana bisnis resmi ini dapat mencapai 20 halaman dan butuh berbulan-bulan untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, pemilik usaha kecil tidak perlu membuat rencana bisnis resmi untuk memulai usahanya. Seringkali mereka membuat rencana bisnis dalam bentuk catatan saat melakukan brainstorming atau dalam bentuk outline. Untuk memulai, ini sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang terpenting adalah menulis sebuah rencana. Sering kali pemilik usaha kecil memulai bisnisnya tanpa rencana sama sekali, sehingga ide-ide mereka menjadi kabur dan mereka tidak tahu apa yang selanjutnya harus mereka lakukan. Dengan menulis sebuah rencana, meskipun itu berupa catatan-catatan brainstorming, anda akan mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai jenis bisnis yang anda inginkan, serta bagaimana bisnis itu harus berkembang sejalan dengan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah hal-hal yang harus anda pikirkan saat menulis rencana bisnis anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Usaha apa yang akan anda mulai ?  Toko ?  Jasa professional ?  Website Online ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa tujuan dari bisnis anda ? Sebuah bisnis dapat dimulai karena kesenangan belaka, tetapi bila anda ingin mendapat keuntungan, anda harus tahu mengapa anda memulai bisnis anda. Apakah untuk memenuhi kebutuhan tertentu dari pelanggan ? Atau menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimana bisnis anda akan menghasilkan uang ? Apakah anda akan menjual produk, dan jika ya apa ? Anda akan mendapat produk itu dari mana ? Pada harga berapa anda akan membeli produk itu dan berapa anda akan menjualnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Siapa sajakah yang akan menjadi pelanggan anda ? Mengenal pelanggan anda adalah hal yang utama dalam menulis sebuah rencana bisnis. Jika anda tahu bahwa pelanggan anda adalah mereka dengan penghasilan terbatas, tentu anda tidak bisa menjual produk atau jasa dengan harga jutaan rupiah. Mengetahui siapa pelanggan anda, juga akan membantu dalam menjalankan kegiatan advertising dan marketing anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bagaimana anda akan mendapatkan pelanggan tersebut ? Misalnya, apakah anda berencana untuk menelponnya satu persatu, atau anda akan merekrut tim penjualan yang hebat ? Anda harus tahu bagaimana anda akan mendapatkan pelanggan. Jika tidak, bisnis anda tidak akan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja poin-poin di atas hanyalah langkah dasar dalam membuat sebuah rencana bisnis, akan tetapi poin-poin tersebut adalah yang terpenting. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-8419946768473232727?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8419946768473232727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/8419946768473232727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/petunjuk-membuat-rencana-bisnis.html' title='PETUNJUK MEMBUAT RENCANA BISNIS'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-2681027066703955939</id><published>2008-01-04T08:28:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T08:37:03.286+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekuintek'/><title type='text'>Kesalahan Umum Memperlakukan Motor</title><content type='html'>SANGAT penting bagi para pemilik sepeda motor untuk mengetahui cara-cara yang benar dalam pemakaian serta perawatan motornya. Dibawah ini kesalahan-kesalahan umum yang banyak terjadi pada para pemilik sepeda motor dalam merawat sepeda motornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kami berikan kunci dalam merawat sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Elektrik starter tidak pernah digunakan. Banyak pemilik motor Honda jenis bebek maupun Sport yang memakai doble Starter tidak pernah atau jarang menggunakan elektrik starter alasan karena aki cepat rusak. Hal ini tidak benar sama sekali, jika alat ini tidak pernah/jarang dipakai, ada kemungkinan elektrik starter macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektrik starter ini sengaja dipakai untuk menambah kenyamanan kendaraan dan mempermudah menstarter atau menghidupkan mesin. lagi pula, alat ini dirancang khusus sehingga kapasitas aki/battere cukup kuat untuk penggunaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian elektrik starter hanya diperbolehkan satu kali penekanan sekitar 7-8 detik (maksimum 10 detik). Jika mesin belum hidup dapat diulang dengan menekan kembali tombolnya. Hal ini disebabkan aki/battere membutuhkan arus listrik yang besar sehingga dibutuhkan "istirahat" sebelum kerja berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setelah 3-4 kali penekanan belum menyebabkan mesin hidup, kami anjurkan untuk menggunakan kick starter yang ada. Khusus pada waktu mesin dingin, kami sarankan menggunakan kick starter untuk menghidupkan mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gas terlalu besar pada saat memasukkan gigi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesalahan lain yang umum adalah masuk gigi ketika gas sedang dibesarkan. Ini akan membuat kendaraan melompat dengan kaget. Sebaiknya pada saat memasukkan ke gigi satu atau pindah gigi, gas ditempatkan pada poisi paling rendah baru kemudian dinaikkan perlahan setelah yakin gigi tersebut sudah masuk/pindah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-2681027066703955939?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2681027066703955939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2681027066703955939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/kesalahan-umum-memperlakukan-motor.html' title='Kesalahan Umum Memperlakukan Motor'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-40898712328765193</id><published>2008-01-04T08:05:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T08:26:44.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Humas'/><title type='text'>Panduan Menulis Pers Release</title><content type='html'>Kenapa Humas Menulis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan humas untuk menulis memperoleh tempatnya dewasa ini sejalan dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan berbagai saluran informasi. Olehnya maka praktisi humas pun dituntut untuk semakin jeli melihat saluran-saluran informasi tersebut dengan memasukkan kemampuan menulis dalam skill yang harus dimiliki oleh praktisi humas. Lalu kenapa praktisi humas harus menulis? dan hal apa saja yang harus dicapai oleh tulisan tulisan humas tersebut?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Masyarakat atau public relation diterjemahkan oleh wikipedia sebagai "Public relations (PR) deals with influencing public opinion, through the presentation of a client's image, message, or product". Humas atau PR, pada dasarnya merupakan lembaga yang menjadi penghubung organisasi dan masyarakat. Sebagai penghubung tentu saja ia menjadi sarana komunikasi antara perusahaan/lembaga dengan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media massa.&lt;br /&gt;McDevitt (1996: 270) mengatakan, “Media cukup efektif dalam membangun kesadaran warga mengenai suatu masalah (isu).” Peran media massa sebagai pembentuk opini publik inilah yang coba dimanfaatkan oleh Humas.&lt;br /&gt;Humas dan Pers, walaupun memiliki peran sebagai penyampai informasi, tetap memiliki perbedaan mendasar. Pers harus bersifat independent dan melihat dalam kacamata masyarakat, sedangkan Humas justru bersifat dependent terhadap badan yang diwakilinya dan melihat dalam kacamata badan tempat ia bekerja, sehingga pers sering menempatkan Humas bukan sebagai narasumber primer.&lt;br /&gt;Akibatnya, seringkali keterangan Humas sering dipahami sepotong-potong oleh pembaca, terutama jika diliput oleh pers yang kurang profesional. Padahal sebagai Humas yang baik, ia dituntut untuk memberikan keterangan dengan baik dan bijak dan ditunjang kemampuan memahami dengan baik masalah yang disampaikannya.&lt;br /&gt;Kondisi ini terjadi karena pers pada dasarnya dibatasi oleh ruang yang terbatas, nilai berita, dan kepentingan pers itu sendiri, yang seringkali berseberangan dengan keinginan apa yang ingin disampaikan Humas kepada publiknya. Ruang yang terbatas membuat Humas tidak leluasa untuk menjelaskan banyak hal. Sehingga dibutuhkan kemampuan khusus untuk mengarahkan wartawan menulis sesuai dengan subtansi yang ingin disampaikan oleh Humas. Selain itu tidak semua informasi yang disampaikan humas memiliki nilai berita. Sehingga wartawan jelas tidak akan memuatnya. Padahal dalam beberapa hal, humas membutuhkan hal tersebut segera dipublikasikan. Dan yang terakhir bahwa tidak semua informasi yang ingin disampaikan humas sejalan dengan keinginan pihak pers.&lt;br /&gt;Untuk menjembatani kondisi ini, Humas harus memiliki kemapuan menulis, serta memiliki pemahaman akan berita, sehingga ia bisa leluasa memberikan pemahaman kepada pembaca dengan luwes dan bijak. Dengan pemahaman berita juga memungkinkan Humas membuat tulisan yang sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan sebuah media.&lt;br /&gt;Kemampuan menulis tidak hanya untuk mengirim tulisan ke sebuah media massa. Tapi juga untuk menerbitkan sendiri tulisan itu. Baik beruapa media internal maupun berupa brosur.&lt;br /&gt;Pada dasarnya beberapa tulisan yang bisa dibuat oleh praktisi Humas untuk kepentingan penerbitan melalui media massa antara lain:&lt;br /&gt;- Surat pembaca&lt;br /&gt;- Press release&lt;br /&gt;- Lembar fakta&lt;br /&gt;- Artikel dan Feature&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk penerbitan sendiri, praktisi humas bisa membuat&lt;br /&gt;- Media internal&lt;br /&gt;- Brosur&lt;br /&gt;- Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, tujuan humas menulis antara lain:&lt;br /&gt;1. Saluran komunikasi. Humas membutuhkan berbagai saluran komunikasi untuk memberikan informasi kepada publik tentang sebuah masalah atau sebuah produk. Dengan menulis maka informasi itu akan tersampaikan dengan lebih efektif karena informasi yang disampaikan secara tertulis lebih sistematis, lebih tahan lama, dan lebih mudah dipahami dibandingkan dengan informasi lisan.&lt;br /&gt;2. Membentuk opini publik. Dalam beberapa hal, informasi yang disajikan tidak hanya sekedar untuk memberi tahu, melainkan ada sebuah pola tindak yang berubah dari publik setelah mengetahui penjelasan humas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan humas untuk menulis memperoleh tempatnya dewasa ini sejalan dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan berbagai saluran informasi. Olehnya maka praktisi humas pun dituntut untuk semakin jeli melihat saluran-saluran informasi tersebut dengan memasukkan kemampuan menulis dalam skill yang harus dimiliki oleh praktisi humas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nilai Berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif jurnalistik, tidak semua peristiwa layak untuk dihadirkan dalam berita. Sebuah peristiwa layak dihadirkan melalui halaman media massa jika memenuhi unsur nilai berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang praktisi humas yang hendak mempublikasikan sebuah even, produk, atau pendapat lembaganya ke ruang-ruang yang ada di media massa juga harus memahami tentang nilai berita. Berusaha untuk menggali nilai beritanya agar pihak pers mau untuk mempublikasikan tulisan dari praktisi humas tersebut.&lt;br /&gt;Tanpa memperhatikan nilai berita tentang masalah yang diangkatnya maka tulisan praktisi humas tidak akan terbit. Ini menjadi hal yang penting karena humas terkadang menulis berdasarkan perspektif dari lembaga yang diwakilinya sehingga selalu melupakan unsur nilai berita dari sesuatu yang dituliskannya.&lt;br /&gt;Dalam menulis press release misalnya, pihak public relation harus memahami nilai berita dari sesuatu yang akan dituliskannya, sehingga ketika menulis introduction ia harus mendahulukan APA yang menjadi berita itu.&lt;br /&gt;Pada dasarnya sebuah peristiwa dikatakan memiliki nilai berita jika ada “manusia menggigit anjing”. Sedangkan “anjing menggigit manusia” bukanlah sebuah berita. Artinya bahwa sebuah peristiwa dianggap memiliki nilai berita jika memiliki unsur LUAR BIASA. Unsur-unsur luar biasa itu antara lain:&lt;br /&gt;• Significance (Penting)&lt;br /&gt;Sebuah peristiwa dianggap penting jika peristiwa berpengaruh terhadap kehidupan orang lain.&lt;br /&gt;• Magnitude (Besar)&lt;br /&gt;Sebuah peristiwa yang mengandung angka-angka yang besar juga mengandung nilai berita yang besar pula.&lt;br /&gt;• Timeliness (Waktu)&lt;br /&gt;Semakin aktual sebuah peristiwa, semakin besar pula nilai beritanya.&lt;br /&gt;• Prominance (Dikenal)&lt;br /&gt;Sebuah peristiwa yang melibatkan orang yang dikenal oleh masyarakat luas memiliki nilai berita. Misalnya seseorang yang dikenal oleh publik Yogyakarta, memiliki nilai berita jika diangkat oleh media lokal, sedangkan jika diangkat oleh media nasional tidak memiliki nilai berita.&lt;br /&gt;• Proximinity (Kedekatan)&lt;br /&gt;Sebuah peristiwa yang mengandung kedekatan emosional dan psikologis dengan pembaca akan mengandung nilai berita yang besar.&lt;br /&gt;• Human Interest&lt;br /&gt;Sebuah  peristiwa yang mengandung nilai-nilai kemanusian atau dilihat dari perspektif kemanusian akan memiliki nilai berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami nilai berita, maka kita bisa “meng-create” sebuah peristiwa yang minim nilai berita menjadi sebuah berita dengan nilai berita yang besar. Misalnya sebuah peristiwa kecelakaan dengan korban satu orang, tentu aja dari segi magnitude kurang “menggigit”. Tapi dengan mengkombinasikan dengan data jumlah kecelakan yang terjadi setiap tahun, tentu saja akan diperoleh data-data yang lebih besar.&lt;br /&gt;Nilai berita inilah yang mempengaruhi karakteristik berita yang ada di media massa. Karakteristik-karakteristik itu meliputi :&lt;br /&gt;• Novely (Baru)&lt;br /&gt;• Jarak&lt;br /&gt;• Popularitas&lt;br /&gt;• Pertentangan (Konflik)&lt;br /&gt;• Humor&lt;br /&gt;• Seks dan Keindahan&lt;br /&gt;• Emosi&lt;br /&gt;• Nostalgia&lt;br /&gt;• Human Interest &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meriset&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mendengar kata riset atau yang dalam bahasa inggris research, maka kita terkadang berasumsi bahwa kegiatan ini hanya milik peneliti dan ilmuan. Padahal sebenarnya aktifitas riset bisa saja dilakukan oleh siapapun termasuk praktisi humas atau wartawan. Bagi penulis, keterampilan riset mutlak dimiliki untuk memperkaya bahan tulisan, terutam tulisan yang berupa artikel. Tanpa riset, maka tulisan akan menjadi kering, miskin informasi, bahkan tanpa riset yang memadai, tulisan bisa saja akan memuat data yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang membuat penulis tidak melakukan riset, diatanya karena kurangnya waktu yang dimiliki, malas dan menganggap riset tidak dibutuhkan. Tentu saja ini tidak boleh terjadi bagi penulis yang bertugas menyampaikan data dan fakta yang akurat.&lt;br /&gt;Riset dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantara:&lt;br /&gt;Wawancara&lt;br /&gt;Kumpulkan sebanyak mungkin data hasil wawancara, terlepas apakah hasil wawancara itu akan dimuat atau tidak. Semakin banyak wawancara dilakukan, akan semakin memperkuat analisa dan data yang akan dituliskan. Dalam wawancara yang perlu diperhatikan bukan hanya apa yang dikatakan narasumber, melainkan juga siapa yang mengatakan hal tersebut. Septiawan Santana dalam Jurnalisme Kontemporer, mengungkapkan bahwa tak ada riset yang lebih menuntut keras bagi seorang wartawan selain wawancara.&lt;br /&gt;Studi Pustaka&lt;br /&gt;Lakukan studi pustaka untuk menghasilkan tulisan yang kaya. Beberapa buku yang bisa dijadikan pegangan antara lain: kamus bahasa, ensiklopedia, buku undang-undang, atlas, dsb&lt;br /&gt;Internet&lt;br /&gt;Untuk melakukan riset melalui internet, Anda bisa mencari melalui berbagai mesin pencari yang ada di internet semisal yahoo (www.yahoo.com) atau google (www.google.com) atau www.gahooyoogle.com untuk menampilkan mesin pencari google dan yahoo.&lt;br /&gt;Untuk mencari melalui google, terkadang halaman yang ditampilkan sangat banyak yang justru menyulitkan pencarian. berikut beberapa tips untuk melakukan penyaringan pencarian di mesin pencari google :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;allintitle&lt;br /&gt;Tuliskan kata ini untuk melakukan kata yang dibatasi hanya yang terdapat pada bagian judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;allinurl&lt;br /&gt;Mengetikkan kata ini akan membatasi pencarian hanya pada tulisan yang terdapat di posisi alamat url sebuah webiste.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Kita bisa menjadi definisi sebuah kata melalui Google, jika memang kata itu memiliki definisi google akan menampilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filetype&lt;br /&gt;Filetype berfungsi untuk membatasi pencarian pada beberapa file dengan format tertentu. Ada enam format file, selain format HTML dan plaint text, yang bisa ditelusuri oleh Google. Yaitu, Adobe Acrobat PDF (pdf), Adobe Postscript (ps), Microsoft Word (doc), Rich Text Format (rtf), Microsoft power point (ppt), dan Microsoft excel (xls).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intitle&lt;br /&gt;Penyaringan ini fungsinya hampir sama dengan allintitle, bedanya dia hanya mencari kata kunci pertama pada judul dan kata kunci berikutnya pada halaman lain. Misalnya Anda ketikkan “intitle:palang merah”, maka google akan melakukan pencarian kata “palang” pada judul dan “merah” pada bagian lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inurl&lt;br /&gt;Penyaringan ini fungsinya hampir sama dengan allinurl, bedanya dia hanya mencari kata kunci pertama pada URL dan kata kunci berikutnya pada halaman lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link&lt;br /&gt;Misalkan kita sudah menemukan yang kita cari di website www.palangmerah.org, dan hendak mencari website lain yang link dengan website palang merah, cukup kita ketikkan “link:www.palangmerah.org”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Related&lt;br /&gt;Perintah ini untuk mencari halaman web yang memiliki kemiripan dengan halaman web tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membatasi pada domain&lt;br /&gt;Kita bisa membatasi pencarian pada domain tertentu dengan mengetikkan kata tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang harus diingat ketika melakukan riset, tetaplah fokus, terkadang karena banyaknya data yang kita miliki, semua data itu ingin dimasukkan, padahal sebuah tulisan yang baik bukan dilihat dari panjangnya tulisan tapi isi tulisan yang fokus dan memuat data yang sesuai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Pers dan Press Release&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan tugasnya, Humas juga membutuhkan jembatan-jembatan yang dianggap efektif untuk menyambungkan sikap, pandangan, pendapat atau informasi dari lembaga yang diwakilinya kepada masyarakat seluas-luasnya. Salah satu cara yang dianggap efektif adalah dengan memanfaatkan media massa. Agar mendapat liputan media massa secara luas, digunakanlah konferensi pers yang juga diupayakan dihadiri wartawan berbagai media massa. Semakin banyak wartawan yang datang dan menuliskan hasil konferensi pers, maka semakin berhasil konferensi pers tersebut. Untuk menjaga wibawa badan yang diwakili tak jarang konferensi pers dilakukan di hotel-hotel, kafe, atau kantor badan yang melaksanakan konferensi pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam konferensi pers, Humas dapat menampilkan pimpinan dari badan yang berkepentingan untuk menjelaskan sebuah perkara, atau bisa juga Humas sendiri yang menjelaskan, tentu saja ia terlebih dahulu dibekali kemampuan yang baik (well informed) terhadap masalah yang akan dijelaskannya. Humas, tak perlu takut untuk mengatakan tak mengerti atau menyerahkan kepada yang lebih mengerti sebuah pertanyaan yang tak ia pahami. Untuk membantu Humas agar diskusi tetap pada tujuan yang ingin dicapai, biasanya sebelum konferensi pers, Humas membagikan press release.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dibagikan pada saat press conference bersama media kit, press release juga biasanya dikirimkan melalui fax ke kantor media tanpa mengadakan press release.&lt;br /&gt;Pers release hanya dijadikan informasi awal. Sehingga wartawan yang baik, tidak akan berhenti hanya dengan pers release. Karenanya, Humas yang menulis pers release, jika beritanya ingin dimuat, buatlah pers release yang mengungkap banyak nilai berita, sehingga memotivasi wartawan untuk bertanya dan memuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus dimiliki bagi mereka yang menulis pers release yaitu:&lt;br /&gt;- Menguasai materi yang ingin disampaikan&lt;br /&gt;- Menguasai teknis penulisan&lt;br /&gt;- Mengerti nilai berita&lt;br /&gt;- Mengetahui deadline sebuah media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menulis Press Release&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Press release selain berfungsi untuk menyediakan informasi awal kepada wartawan, juga berfungsi untuk memudahkan humas menjawab pertanyaan yang sama dari wartawan, karena semua telah dituliskan pada press release.&lt;br /&gt;Drs. Djafar H. Assegaff dalam makalahnya, “Teknik Menulis Press Release” mengungkapkan bahwa tidak lebih dari 1%, bahkan hanya 0,7% press release yang dimuat. Selebihnya masuk ke keranjang sampah karena&lt;br /&gt;- Press release tidak memiliki nilai berita&lt;br /&gt;- Pengetikan tidak terbaca/buruk&lt;br /&gt;- Struktur gaya penulisan tidak sesuai&lt;br /&gt;- Terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pedoman penulisan press release, Fraser P. Seitel dalam bukunya, “The Practice of Public Relations”, mengungkapkan pedoman siaran pers yang meliputi :&lt;br /&gt;1. Anda harus selektif terhadap siaran pers yang dikirimkan.&lt;br /&gt;2. Jangan mengirimkan naskah siaran pers yang sama pada media yang sama (berulang).&lt;br /&gt;3. Anda harus mempunyai nama dan nomor telepon yang dapat dihubungi mengenai siaran pers yang dikirimkan.&lt;br /&gt;4. Anda harus mengetahui deadline media massa.&lt;br /&gt;5. Anda tidak boleh mengatakan “tidak” terhadap sebuah persoalan.&lt;br /&gt;6. Anda harus memahami kriteria setiap media.&lt;br /&gt;7. Anda harus memahami dan menghormati pengertian mengenai “ekslusif”. Artinya tidak boleh dikecualikan untuk satu media saja.&lt;br /&gt;8. Jangan mengirimkan siaran pers ke orang yang tidak lagi bekerja di media tersebut.&lt;br /&gt;Anda harus kenal dengan reporter. Sehingga memudahkan anda mengontrol siaran pers yang anda buat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Struktur press release&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOGO PERUSAHAAN&lt;br /&gt;Alamat : letakkan alamat jelas perusahaan agar mudah dihubungi,&lt;br /&gt;termasuk no telp, email dan website.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;PRESS RELEASE SEGERA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JUDUL &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Judul sebaiknya singkat tapi jelas dan menarik perhatian wartawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kota, tanggal bulan dan tahun&lt;/span&gt;. Dilanjutkan dengan introduction yaitu menjelaskan tentang APA yang ingin disampaikan. Sebisa mungkin pada bagian data, hal yang disampaikan merupakan sesuatu yang memiliki nilai berita dari press release yang dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Body. Bagian ini berisi informasi lebih lanjut dari hal yang disampaikan pada introduction. Bisa berupa stratistik, latar belakang, atau informasi lain yang lebih detil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boler plate. Bagian tentang organisasi atau badan yang mengeluarkan press release.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Close. Akhiri tulisan dengan membuat tanda&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Media contact information. Berisi nama, alamat, no telp, email dan kontak PR lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika release terdiri dari dua (2) halaman, pada baris paling atas halaman 2.  tuliskan&lt;br /&gt;Potongan judul... page 2&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Menulis Lead&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian terpenting dalam menulis press release adalah pada bagian lead, karena bagian lead merupakan teras yang akan mengantarkan pembaca menelusuri bagian lain tulisan.&lt;br /&gt;Lead yang baik adalah perpaduan dari menarik, jelas, ringkas, mudah dipahami serta memberikan jawaban awal dari pertanyaan 5W+1H. Dalam istilah jurnalistik, model seperti ini disebut piramida terbalik, yakni memaparkan bagian terpenting pada awal tulisan dan meletakkan detil penjelasan pada bagian akhir. Untuk memeriksa apakah sebuah tulisan sudah berbentuk piramida terbalik. Bacalah bagian lead, jika dengan membaca bagian lead, sebuah berita telah tersampaikan dengan jelas, berarti penulisan lead sudah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahami bahwa pers release anda, nantinya akan dimuat oleh media dengan derajat pendidikan yang berbeda sehingga hindari untuk menggunakan istilah asing. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir buatlah check list dari Pers Release yang Anda muat apakah sudah mengandung hal-hal berikut:&lt;br /&gt;- Logo Lembaga, Nama, Alamat, No Telp, Website.&lt;br /&gt;- Tulisan PRESS RELEASE dalam huruf besar&lt;br /&gt;- Nama dan nomor contact person&lt;br /&gt;- Tulisan IMMEDIATE RELEASE (SEGERA) atau tanggal Release jika release minta di embargo. (Semua dalam huruf besar)&lt;br /&gt;- Headline atau judul dibuat menggunakan huruf besar.&lt;br /&gt;- Isi (body) tulisan, dimulai dengan tanggal/kota. Isi disertai Who, What, When, Where, dan Why&lt;br /&gt;- Teks yang mudah ditangkap mata. (perhatikan besar huruf)&lt;br /&gt;- Ringkas tapi jelas&lt;br /&gt;- Huruf standar, dua spasi, nomor halaman, dan tanda ###&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menulis Surat Pembaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Surat Pembaca adalah opini pembaca yang dikirimkan ke media cetak. Surat Pembaca biasanya berisi Keluhan, Pengumuman, atau Pendapat Pembaca yang dituliskan ke media cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_39vf0_RW0QA/Rut8YsRz8FI/AAAAAAAAABQ/pXwmYu-O2z4/s1600-h/surat.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_39vf0_RW0QA/Rut8YsRz8FI/AAAAAAAAABQ/pXwmYu-O2z4/s320/surat.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5110314965826531410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan rubrik-rubrik lainnya, kriteria penerimaan surat pembaca biasanya lebih longgar, sehingga lebih memungkinkan menyampaikan pesan. Biasanya praktisi humas memanfaatkan surat pembaca untuk menanggapi pertanyaan publik yang juga dikirimkan melalui surat pembaca. Humas biasa juga menggunakan surat pembaca untuk mengumumkan pesan mereka yang nilai beritanya kecil, sehingga besar kemungkinan tidak akan dimuat jika dikirimkan melalui press release, atau waktu yang terlalu sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian kekuatan surat pembaca tidaklah kecil. Sehingga praktisi humas yang baik, harus selalu memperhatikan sebanyak mungkin surat kabar yang terbit diberbagai media, dan segera memberikan tanggapan jika ada pertanyaan seputar perusahaan atau lembaganya. Hal ini untuk memberi integritas kepada perusahaan di mata publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tips untuk menulis surat pembaca antara lain:&lt;br /&gt;Isi padat dan singkat.&lt;br /&gt;Biodata harus jelas dan lengkap. Seperti nama lengkap, alamat rumah, dan nomor telpon. Beberapa Surat Pembaca juga mensyaratkan fotokopi KTP.&lt;br /&gt;Jika menggunakan email, tulis Surat Pembaca pada badan email. (tidak memakai attachment)&lt;br /&gt;Pastikan bahwa Surat Pembaca Anda memang layak untuk diketengahkan ke publik.&lt;br /&gt;Walau namanya surat pembaca, ia tidak hanya sekedar berisi opini, tapi juga sebaiknya ditunjang fakta-fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panduan Menulis Lembar Fakta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembar fakta atau factsheet adalah penyajian data yang disajikan ringkas, langsung ke subtansinya dan lebih baik menghindari bahasa-bahasa estetis. Biasanya lembar fakta diberikan kepada pihak media massa bersama dengan press release yang diberikan bersama media kit lainnya, tapi ada pula kalanya lembar fakta diberikan terpisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembar fakta menjadi penting di era informasi karena banyaknya fakta-fakta yang harus disarikan sedangkan waktu terasa semakin berkurang. Dalam dunia Jurnalistik, Lembar Fakta membantu wartawan untuk menemukan fakta-fakta penting dari sebuah berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi praktisi humas, dengan memudahkan wartawan menemukan fakta-fakta penting sebuah informasi, maka informasi yang ingin disebarluaskan melalui media massa bisa lebih memungkinkan untuk diterima oleh pembaca. Lembar fakta yang baik, merupakan aset berharga bagi sebuah organisasi/perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembar fakta biasanya berisi daftar, statistik, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan umum (FaQ, juga bisa dianggap sebagai Lembar Fakta), How-to. Dalam beberapa hal, Lembar fakta juga sama artinya dengan ringkasan dokumen panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan mendasar antara lembar fakta dan press release adalah, pada lembar fakta, tulisan disajikan dengan membentuk outline, sedangkan pada press release tulisan dibentuk dalam format deskriptif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan lembar fakta yang hanya sekedar membentuk anak judul, adapula kalanya anak judul diganti dengan &lt;a href="http://www.walhi.or.id/kampanye/cemar/buyat_290307/"&gt;pertanyaan&lt;/a&gt;. Hal ini penting, agar pembaca bisa lebih mudah memahami subtansi permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyebarkan lembar fakta, biasanya dibuat dua buah lembar fakta. Satu lembar fakta yang menjelaskan tentang organisasi, satunya lagi lembar fakta yang menguraikan sebuah permasalahan atau even/produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips menulis Lembar fakta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sajikan lembar fakta secara padat dan ringkas.&lt;br /&gt;2. Lembar fakta biasanya terdiri dari 1-2 halaman.&lt;br /&gt;3. Cukup bahas sebuah permasalahan sesuai anak judul, jika mau melompat ke pernyataan lain, buat anak judul yang lain.&lt;br /&gt;4. Jika data lebih mudah dipahami dengan diagram atau gambar, tuliskan hal tersebut dengan bahasa diagram atau gambar.&lt;br /&gt;5. Jika hendak memberikan penekanan pada sebuah teks, gunakan huruf tebal, dibandingkan dengan menggunakan huruf kapital.&lt;br /&gt;6. Tulis alamat kontak, pada bagian akhir tulisan, agar wartawan bisa menghubungi praktisi humas yang bersangkutan.&lt;br /&gt;[Di Update oleh abs]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-40898712328765193?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/40898712328765193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/40898712328765193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/panduan-menulis-pers-release.html' title='Panduan Menulis Pers Release'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_39vf0_RW0QA/Rut8YsRz8FI/AAAAAAAAABQ/pXwmYu-O2z4/s72-c/surat.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-6536931465635107133</id><published>2008-01-03T07:59:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T08:03:25.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Humas'/><title type='text'>Menulis Berita Sama dengan Mengarang?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;''&lt;b&gt;MENULIS&lt;/b&gt; berita apa sama dengan mengarang?'' Pertayaan itu kemarin dilontarkan Tri Astuti, anggota PAC Fatayat dari Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Dia menjadi salah satu peserta Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2006 yang diselenggarakan Harian Umum &lt;i&gt;Suara Merdeka&lt;/i&gt; di Pondok Pesantren Daarul Istiqomah Desa Kedungbanteng, kemarin sore (14/10).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="smIsi"&gt;  &lt;p&gt; Dalam pandangan santri putri itu, saat mengarang cerita atau menulis tentang sisi perjalanan hidupnya di buku harian, dia merasa sudah mengenal dunia jurnalistik, seperti layaknya menulis berita di koran.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Pertayaan lugas itu ternyata juga sempat menyita perhatian para peserta yang datang dari berbagai organisasi keagamaan Islam seperti IPPNU, IPNU, dan fatayat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada pula yang bertanya, apakah saat menulis berita yang mengangkat kejelekan orang lain, wartawan harus siap menanggung risiko? Apa syarat menjadi wartawan. Apakah kalau setiap mau memberitakan harus memberi ''amplop'' kepada wartawan? Juga bagaimana menulis berita singkat dan menarik, sehingga bisa dimuat di koran. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pertanyaan itu dilontarkan kepada Pemimpin Redaksi &lt;i&gt;Suara Merdeka&lt;/i&gt; H Sasangko Tedjo SE MM, Kepala Biro Banyumas &lt;i&gt;Suara Merdeka&lt;/i&gt; Didi Wahyu SH MH, Kepala Desk Nasional Agus Fathuddin Yusuf, anggota Desk Daerah halaman Suara Banyumas Imam Nuryanto, dan wartawan Biro Banyumas sekaligus Ketua PWI Banyumas Chaerudin Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Sarasehan Jurnalistik Ramadan putaran terakhir itu dihadiri 300 peserta dari berbagai kecamatan. Bahkan ada juga yang datang dari Brebes karena ingin ikut menimba ilmu dari kegiatan tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Acara dibuka oleh Asisten Administrasi H Muhammad Santosa SH MHum, mewakili Bupati HM Aris Setiono. Sebelumnya, Pimpinan Pompes Daarul Istiqomah KH Ahcmad Mansyur memberikan sambutan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;b&gt;Bercurhat&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Kepada Sasangko, para peserta lebih banyak bercurhat, berharap, dan bertanya seputar kondisi serta peran &lt;i&gt;Suara Merdeka&lt;/i&gt; selama ini, seperti yang dilontarkan oleh Hasan dari Gumelar dan Sukron PAC IPNU Jatilawang. Mereka merasa kalau mengirim artikel sulit dimuat. Dalam pandangannya, untuk bisa masuk, harus dekat dengan wartawan atau jajaran redaksi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena itu, untuk membantu menumbuhkan budaya menulis para santri seperti yang diusung dalam tema saresehan, Sukron berharap agar &lt;i&gt;Suara Merdeka&lt;/i&gt; membuat rubrik khusus tentang dunia pesantren. Sementara Amin Latif, Ketua PAC IPNU Banyumas bertanya, kenapa &lt;i&gt;Suara Merdeka&lt;/i&gt; tidak ingin menjadi koran nasional, tetapi tetap bertahan sebagai koran regional.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Sasangko mengatakan, &lt;i&gt;Suara Merdeka&lt;/i&gt; tetap konsisten untuk menjadi perekat komunitas masyarakat Jateng. Sebab potensi pasar di wilayah ini besar, bahkan masih banyak yang belum tergarap. Perekat tak sekadar mengkritik, menyampaikan informasi, hiburan, dan pendidikan, tetapi juga ikut menjadi mediator atau penengah untuk menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang muncul di masyarakat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;''Karena itu, bagaimanapun, media cetak masih punya keunggulan dibanding dengan media elektronik. Khususnya dalam membangun opini masyarakat. Sebab ini bisa langsung menggugah kesadaran masyarakat. Lain dengan media elektronik yang penyampaiannya terlalu cepat dan sulit terdokumentasikan,'' ujar dia. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam pandangannya, dunia menulis harus terus ditumbuhkan, mengingat anak muda sekarang lebih suka melihat dan mendegar dari media elektronik. Lewat sarasehan seperti itu, minimal pengenalan terhadap jurnalistik dasar dan sekilas tentang dunia pers bisa terus disebarluaskan ke masyarakat. Sebab generasi akan terus berganti dan pengetahuan harus terus berjalan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lain halnya dengan Didi Wahyu. Dia lebih banyak bercerita tentang kiat menjadi wartawan. Ada empat hal yang harus dipahami calon wartawan atau orang yang mau terjun ke dunia jurnalistik. Pertama punya pengalaman, punya daya khayal atau imajinasi yang tinggi, rasa ingin tahu, dan memiliki pengetahuan memadai. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Agus Fathuddin mengulas tentang teknik menulis berita singkat yang mudah dicerna dan enak dibaca. Dalam berita, selain harus ada unsur 5 W + 1 H (&lt;i&gt;who, what, where, why, when, how&lt;/i&gt;), juga harus dimasukkan unsur S (&lt;i&gt;security&lt;/i&gt;). Faktor keamanan dari segi hukum, keamanan diri, konflik dan unsur SARA. (&lt;b&gt;Agus Wahyudi&lt;/b&gt;-46m)   &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-6536931465635107133?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6536931465635107133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6536931465635107133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/menulis-berita-sama-dengan-mengarang.html' title='Menulis Berita Sama dengan Mengarang?'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-1206684949821353422</id><published>2008-01-02T07:46:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T07:55:13.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Humas'/><title type='text'>Trik Fotografi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah beberapa tuntunan yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan fotografi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Selalu Bawa Kamera&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alasan utama mengapa Anda melewatkan momen yang bagus untuk difoto adalah karena Anda tidak membawa kamera. Jadikanlah suatu kebiasaan untuk selalu membawa kamera kemanapun Anda bepergian karena Anda tidak tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan Anda temui nanti. Belilah tas atau tempat untuk kamera Anda karena hal tersebut dapat memudahkan Anda membawa kamera, selain itu juga dapat melindungi kamera Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti goresan maupun benturan dengan benda lain. Tas atau tempat kamera yang memiliki busa dan memiliki lapisan luar yang cukup keras adalah pilihan yang cerdas untuk hal ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Foto Lebih Banyak Lagi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berfikir bahwa Anda telah cukup banyak mengambil foto, tidak demikian adanya, terutama jika Anda adalah pemilik kamera dijital. Hasil foto kamera dijital disimpan dalam format dijital (berkas), jadi tidak ada kerugian bagi Anda untuk mengambil foto lebih banyak. Memang foto tersebut akan menghabiskan sejumlah &lt;em&gt;space &lt;/em&gt;pada kartu memori Anda, namun nantinya Anda dapat dengan mudah menghapusnya jika Anda tidak puas dengan hasil foto tersebut. Mengapa Anda mengambil sebuah foto jika Anda bisa mengambil banyak foto? Tidak usah ragu, karena mungkin tempat di mana Anda mengambil foto tersebut tidak akan Anda kunjungi lagi. Foto sebebas-bebasnya, karena pemandangan/adegan sehari-hari yang membosankan dapat saja menjadi bersejarah beberapa tahun kemudian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Percaya pada Mata Anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari aturan-aturan &lt;em&gt;composition &lt;/em&gt;adalah hal yang baik, namun aturan-aturan tersebut kadangkala tidak berlaku dan ada kalanya Anda harus mempercayai mata Anda. Ketika kita akan memfoto sebuah objek, gerakkan atau pindahkan kamera dan jelajahi pemandangan sekitarnya. Ketika Anda menemukan sudut potret yang menurut Anda bagus, fotolah dengan segera.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Latih Mata Anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lihat dan perhatikan dengan seksama foto yang Anda ambil. Cobalah untuk menemukan kekurangan-kekurangan dan kritiklah hasil foto tersebut. Apakah foto tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan pada saat kita memfoto? Apakah Anda suka &lt;em&gt;composition&lt;/em&gt;-nya? Aktivitas peninjauan kembali hasil foto oleh Anda sendiri sangat esensial dalam meningkatkan indra fotografi Anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kenali Kamera Anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu menghafal setiap fitur pada kamera Anda sesegera mungkin. Akan lebih mudah mengingat fitur-fitur Anda dengan perlahan-lahan mencoba fitur-fitur kamera Anda satu-persatu melalui aktivitas fotografi sehari-hari. Analoginya seperti saat kita belajar mengganti persneling saat mengendarai sepeda motor atau mobil. Jadikan kemampuan mengutak-atik fitur kamera menjadi kebiasaan Anda. Dengan demikian Anda tahu dengan baik fitur-fitur apa yang mesti dipakai pada saat memfoto suatu objek atau pemandangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;strong&gt;Selalu Bekerja pada Berkas Salinan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berlaku untuk era baru fotografi yaitu kamera dijital. Perlu Anda ingat bahwa sebelum Anda membuat foto salinan maka foto yang Anda punya adalah foto satu-satunya yang masih asli. Biasakanlah membuat salinan atas berkas foto yang akan Anda utak-atik. Beberapa perangkat pengolahan/pengorganisasi gambar dijital biasanya menyertakan fitur in&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-1206684949821353422?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/1206684949821353422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/1206684949821353422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/trik-fotografi.html' title='Trik Fotografi'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-9097064140668131787</id><published>2008-01-01T06:55:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T06:58:52.611+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Bidwan'/><title type='text'>Kiat Menanggulangi Penyakit Futur</title><content type='html'>Tidak sedikit kita jumpai orang-orang Muslim—bahkan sebagian di antaranya dikenal sebagai aktivis Islam—yang dulu rajin beribadah, giat menuntut ilmu (syar'i), dan aktif berdakwah, kini berbalik arah menjadi orang yang malas menunaikan perintah-Nya, enggan mendatangi majelis-majelis ilmu, serta masa bodoh terhadap problematika umat. Para ulama menyebut orang seperti ini telah terjangkit penyakit futur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Futur biasanya terjadi secara perlahan-lahan, sehingga tanpa disadari seorang Muslim yang menderita penyakit ini setelah beberapa waktu kemudian—entah dalam hitungan pekan, bulan, bahkan tahun—akan berubah 180 derajat dari figur yang 'shaleh' menjadi sosok yang 'salah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ada seorang akhwat yang konsisten berbusana Muslimah, bahkan lengkap dengan cadarnya. Namun perlahan-lahan cadarnya dilepas. Bahkan jilbabnya pun semakin lama semakin kecil, hingga akhirnya ia mengenakan busana plus kudung gaul yang tipis dan menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya. Tidak hanya itu, akhwat tersebut semakin terlihat 'menor' dengan aneka make-up di wajahnya. Naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat sang akhwat pun mengetahui, perubahan drastis namun berjalan perlahan-lahan tersebut dikarenakan sang akhwat 'menyalahkan' jamaahnya—terutama dari kalangan ikhwan—yang  enggan 'menyelamatkannya' (baca: menikahi), sehingga ia pun memisahkan diri dari jamaah, mencari komunitas lain, dan berharap di komunitas—yang jauh dari agama—tersebut ia berharap mendapatkan jodoh. Jadi, sang akhwat terkena penyakit futur melalui sebab mantiq tabriri (menyalahkan orang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mantiq tabriri, masih banyak lagi sebab-sebab seseorang terjangkit virus futur. Muhammad bin Husein Ya'qub dalam buku Futur Sindrom Awal Petaka—yang tengah kita bahas—menyebutkan ada 18 penyebab penyakit berbahaya ini beserta terapi-terapinya. Di antara penyebab datangnya virus tersebut adalah ghurur (arogansi), gila popularitas, dan panjang angan-angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang berjudul asli Min Asbaab Al Futuur wa 'Ilaajuhu, penulis mengambarkan bahwa penyakit ini semula dianggap sepele namun lama-kelamaan membawa malapetaka bagi penderitanya, yang puncaknya menyebabkan seseorang murtad. Wa iyadzu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku setebal 172 halaman ini mengandung manfaat yang besar bagi kaum Muslimin karena dapat dijadikan referensi dalam mengetahui sebab-sebab, proses, dan terapi penyakit futur. Wallahua'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muh. Nurhidayat, S.Sos.&lt;br /&gt;Sekretaris Litbang &amp;amp; PSDM Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-9097064140668131787?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/9097064140668131787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/9097064140668131787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/kiat-menanggulangi-penyakit-futur.html' title='Kiat Menanggulangi Penyakit Futur'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3219274851404638504</id><published>2008-01-01T04:37:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T04:40:28.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rihlah'/><title type='text'>Kerajinan Rakyat Khas Klaten</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;1. Ukir Kayu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Ketitang, Gondangsari, Serenan Kecamatan Juwiring&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 25 km&lt;br /&gt;Luas kawasan meliputi  : 3 desa (Ketitang, Gondangsari, Serenan)&lt;br /&gt;Hasil produksi   : meja, kursi, almari, bufet, tempat tidur, rak dan pigura&lt;br /&gt;Pemasaran   : lokal dan export dikelola Puspeta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Cor Besi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Dukuh Batur, Desa Tegalrejo Kecamatan Ceper&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 12 km&lt;br /&gt;Luas kawasan meliputi  : 3 desa (tegalrejo, ngawongso, klepu)&lt;br /&gt;Hasil produksi : barang barang antik, sambungan pipa air minum, alat alat pertanian, macam macam timbangan, macam macam pompa air, alat alat rumah tangga&lt;br /&gt;Pemasaran   : seluruh indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Kerajinan Tanduk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 25 km&lt;br /&gt;Luas kawasan meliputi  : desa Kepabron&lt;br /&gt;Hasil produksi  : lambing Garuda Panca Sila, Cempurit, asbak dan pipa rokok, tusuk konde, sisir dan entong&lt;br /&gt;Pemasaran   : seluruh indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Industri Tenun Lurik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Kecamatan Pedan dan Cawas&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 15 km untuk Pedan dan ± 25 km untuk Cawas&lt;br /&gt;Luas kawasan meliputi  : kecamatan Pedan (desa Sobayan, desa Jetis Wetan, desa Keden)&lt;br /&gt; Kecamatan Cawas (desa Bendungan, desa Barepan, desa Nanggulan)&lt;br /&gt;Hasil produksi  : kain panjang, kain baju, sarung, kain lurik, serbet dll&lt;br /&gt;Ciri khas produksi : kain tersebut dari benang katun dengan corak lurik dan peralatan masih menggunakan alat tradisional.&lt;br /&gt;Pemasaran : meliputi seluruh Indonesia dan telah ada yang dieksport ke Amerika, Australia, Italia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Batik Tulis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terletak di Desa Krakitan, Beluk, Paseban Kecamatan Bayat&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 15 km&lt;br /&gt;Terletak di desa Serenan, Jetis Kecamatan Juwiring&lt;br /&gt;Hasil produksi  : kain panjang dan bahan dengan pola baju dan kemeja&lt;br /&gt;Ciri khas produksi : hasil batikan tangan dengan motif tradisional&lt;br /&gt;Pemasaran   : seluruh Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;6. Industri Kerajinan Payung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Tanjung, Desa Kwarasan Kecamatan Juwiring&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 25 km&lt;br /&gt;Hasil produksi  : payung, hiasan dengan bentuk payung, dll&lt;br /&gt;Ciri khas produksi : payung dari kayu dan kertas&lt;br /&gt;Pemasaran   : seluruh Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Industri Sulak, Keset dan Sapu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Karanglo Kecamatan Klaten Selatan&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 5 km&lt;br /&gt;Hasil produksi  : sulak, keset dan sapu rayung&lt;br /&gt;Ciri khas produksi : merupakan kerajinan rakyat&lt;br /&gt;Pemasaran   : seluruh Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Industri Gerabah Melikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Melikan Kecamatan Wedi&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 15 km&lt;br /&gt;Hasil produksi  : kendi, celengan, pot bunga, dll&lt;br /&gt;Ciri khas produksi : bahan dasar tanah liat&lt;br /&gt;Pemasaran   : seluruh Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Tatah Sungging&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari Klaten&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 25 km&lt;br /&gt;Hasil produksi  : Wayang, hiasan dinding dll&lt;br /&gt;Ciri khas produksi : barang dari kulit yang ditatah dengan corak wayang&lt;br /&gt;Pemasaran   : Yogyakarta, Borobudur, Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Anyaman Bambu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Puluhan, Sumber, Bero, Palar Kecamatan Trucuk&lt;br /&gt;Jarak dari kota Klaten  : ± 15 km&lt;br /&gt;Hasil produksi  : tenong, tampah, kalo, besek, tempat buah, kap,  lampu, hiasan dinding, dll&lt;br /&gt;Ciri khas produksi : bahan baku bambu&lt;br /&gt;Pemasaran   : seluruh Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3219274851404638504?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3219274851404638504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3219274851404638504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/kerajinan-rakyat-khas-klaten.html' title='Kerajinan Rakyat Khas Klaten'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4997095465938650994</id><published>2008-01-01T01:32:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T02:13:01.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Bidwan'/><title type='text'>6 PRGRAM " SADAR " PWK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6 program pokok Pos Wanita Keadilan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-family:arial;font-size:180%;"  &gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sadar agama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;sadar politik dan sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 51, 0);"&gt; sadar pendidikan dan keterampilan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;sadar ekonomi keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;sadar pangan dan gizi keluarga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;sadar kesehatan dan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4997095465938650994?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4997095465938650994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4997095465938650994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/6-sadar-pwk.html' title='6 PRGRAM &quot; SADAR &quot; PWK'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-5336801047538773673</id><published>2008-01-01T01:26:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T02:24:26.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Untuk Jihad, Berbisnislah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Allah SWT menyebutkan harta benda dalam al-Qur’an, dengan al-khair (kebaikan), sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-’Aadiyaat ayat 8, Wa innahu lihubbil khairi lasyadiid, “Dan sesungguhnya cintanya terhadap harta benar-benar berlebihan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Maka dapat kita katakan, bahwa pada dasarnya berbisnis itu adalah suatu kebaikan. Tinggal bagaimana kita mengelola bisnis itu, apakah memilih jalur yang haram atau sebaliknya. Apabila jalan haram yang dipilih, maka harta benda itu akan menjadi fitnah, sebagaimana Allah juga katakan dalam ayat-ayat lain dalam al-Qur’an, bahwa harta benda sebagai fitrah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Namun, secara fitrah harta benda merupakan kebaikan. Itulah sebabnya mengapa dalam ayat-ayat yang berbicara tentang jihad, Allah SWT selalu mendahulukan kalimat ‘amwal’ dari pada ‘anfus’. Allah lebih dulu mengutamakan harta dibanding kan dengan jiwa, kecuali pada satu ayat dalam surah at-Taubah, “Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka ….,” (QS at-Taubah: 111)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Dalam ayat di atas, diperlihatkan suatu kondisi berbeda. Yakni, tentang bai’at terhadap Allah. Bahwa kaum mukminin menginginkan, ketika berada dalam perang di jalan Allah, memperoleh syahid dan mendapatkan surga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Mengapa secara umum Allah mendahulukan ‘amwal’ dibandingkan ‘anfus’? Karena, tak ada perang yang tidak membutuhkan dana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Di ayat yang lain, al-Qur’an mengaitkan jihad dengan bisnis. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad…,” (QS as-Shaff: 10-11)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Dengan demikian, jihad di jalan Allah merupakan suatu bisnis. Bisnis yang untungnya berlipat ganda. Seperti halnya prinsip dasar bisnis, yaitu mendapatkan keuntungan, demikian pula perniagaan atau penawaran berbisnis yang Allah sampaikan. Selayaknya kita mendapatkan keuntungan dari setiap penjualan yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Tapi selayaknya juga kita takut jika masuk dalam golongan sebagaimana Allah katakan, sebagai pebisnis yang fasik. “… Jika… perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggullah sampai Allah memberikan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik,” (QS at-Taubah: 24)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Itulah mengapa, Abu Bakar as-Shiddiq ra mau bersusah payah mengeluarkan hartanya sekedar untuk memerdekakan Bilal ra. Demikian halnya juga Utsman bin affan ra yang memberikan separuh dari seluruh kekayaannya untuk Islam. Utsman ra membeli sebuah sumur dari orang Yahudi untuk kepentingan umat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Pemahaman berikutnya yang harus kita bangun adalah, bahwa sejarah dari para mujahidin merupakan orang-orang yang sebagian besar bergelut dalam dunia bisnis. Itulah sebabnya, ketika Utsman ra memberikan separuh hartanya untuk Islam, Rasulullah SAW memberikan penghargaan dengan mengucapkan, “Ya Utsman, if’al masyitah (Ya Utsman, sekarang kamu berbuat apa saja pasti masuk surga).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Luar biasa penghargaan yang Rasulullah berikan kepada pebisnis. Bukan saja kepada Utsman ra tapi juga kepada sahabat lainnya, seperti Abdurrahman bin Auf ra dan Sa’ad bin Rabih ra.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Dengan demikian, inilah yang semestinya harus kita lakukan. Di saat orang ramai-ramai berjihad melalui dunia politik, ekonomi syariah, pendidikan dan lainnya, maka berjihad melalui dunia bisnis, harus dilakukan. Sayang, belum banyak umat Islam yang terjun di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Kini, semuanya hanya tinggal mujahadah (kesungguhan) kita untuk mau terjun dan menjalaninya, karena sejarah kesuksesan pasti berulang, sebagaimana para sahabat pernah melakukannya. Yakni, membangun kekuatan Islam melalui dunia bisnis. Lahirlah pribadi mandiri, yang tidak berharap harta dari Negara atau pun ingin hidup dari Negara. Tapi, justru menghidupinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Berbisnis, menjadi bagian dari sebuah persiapan diri kita, saat akan menghadapi orang-orang kafir jika panggilan perang itu tiba. Yakni mempersiapkan kekuatan, harta dan jiwa, seperti dalam firman-Nya, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi …,” (QS al-Anfal: 60)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Berdasar hal itu, kita perlu melakukan persiapan dan masuk dalam realitas. Karena, kita juga banyak mengetahui, meski pun banyak pebisnis yang notabene Muslim, tapi mereka bukan sebagai mujahid. Padahal seharusnya mereka menjadi mujahid sebagaimana dikatakan dalam surah al-Anfal di atas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Di sinilah titik penting mengapa kita perlu mengubah apa yang telah kita lakukan selama ini. Yakni melirik kembali potensi, minat dan kekuatan diri, sehingga mau mengubah arah dengan melakukan bisnis. Dengan demikian kita akan menjadi bagian dari mujahid-mujahid yang mempersiapkan diri untuk menegakkan kalimat Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Hal lain yang penting untuk dicermati adalah, bahwa orang-orang kafir telah lama berkumpul dan bersatu untuk menghancurkan Islam melalui dunia bisnis. Yakni dengan cara menekan lewat kekuatan ekonomi, penindasan dan monopoli. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah…, ” (QS al-Anfal: 36).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-5336801047538773673?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5336801047538773673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5336801047538773673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/untuk-jihad-berbisnislah.html' title='Untuk Jihad, Berbisnislah'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4918408855149164935</id><published>2008-01-01T01:17:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T02:24:26.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Bila Semangat Juang Luntur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Untung Wahono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan yang hebat terhadap dakwah di Makkah menyebabkan Rasulullah SAW  memerintahkan sebagian kaum Muslimin untuk hijrah ke Habasyah, sebuah negeri Nasrani yang dipimpin oleh Najasyi, seorang raja yang dipandang cukup adil terhadap rakyatnya. Puluhan sahabat Rasulullah menetap di wilayah Nasrani tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sepuluh tahun hidup di negeri orang, tentu bukan waktu yang sedikit untuk sebuah interaksi sosial yang bisa saling mempengaruhi. Ubaidillah bin Jahsy adalah salah seorang dari rombongan kaum Muslimin yang terpengaruh oleh budaya dan keyakinan masyarakat setempat. Awalnya ia tergoda untuk mengunjungi warung-warung minuman keras orang Habasyah. Selanjutnya, karena sering berada di tempat bermabuk-mabukan itu, lama-kelamaan pergaulannya dengan rakyat Habasyah membuat keyakinan dan perilakunya berubah drastis. Puncaknya, Ubaidillah keluar dari Islam alias murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah Islam, barangkali Ubaidillah bin Jahsy adalah fenomena pertama runtuhnya semangat keislaman akibat terkikis oleh arus lingkungan. Bagaimana seseorang dapat mengalami kemunduran di jalan dakwah yang telah ia tekuni bahkan hingga bertaruh nyawa? Secara maknawiyah mungkin itu adalah rahasia Allah SWT. Tetapi dengan kemampuan analisis dan daya ikhtiar, kita harus mencari sebab-sebabnya untuk menjadi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain faktor lingkungan, tekanan mental seseorang juga bisa mempengaruhi tingkah laku dan keimanan seseorang. Situasi ini kadang membuat manusia kehilangan keseimbangan dan akal sehatnya. Setiap perjuangan dakwah memang membutuhkn pengorbanan dan pengorbanan selalu identik dengan kesulitan dan penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tragisnya, kadangkala seseorang melarikan diri dari situasi kesulitan itu ke arah yang justru berlawanan dengan cita-cita awal perjuangannya. Sukar dibayangkan bagaimanakah seorang aktivis dakwah melarikan diri ke jalan yang bertentangan dengan tujuan dakwahnya sendiri? Tetapi inilah kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit kasus yang mencerminkan realitas orang-orang yang terpental dari jalan kebenaran. Dalam salah satu riwayat dikisahkan, suatu ketika dalam perang Hunain, Abu Hurairah melihat laki-laki yang bertempur dengan sangat gigih dan membunuh banyak musuh. Dengan luka parah ia kemudian kembali dari pertempuran. Tetapi kemudian esoknya laki-laki itu meninggal. Mengetahui hal itu Rasulullah justru berkata, “Dia masuk neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kaum Muslimin sempat meragukan pernyataan Rasulullah tersebut. Namun kemudian tersebarlah berita bahwa sesungguhnya laki-laki yang terluka sangat berat itu pada malam harinya tidak sabar atas sakitnya, kemudian ia bunuh diri. Berita itu kemudian disampaikan kepada Rasulullah. Maka beliau bersabda: “Allahu Akbar! Saksikan bahwa sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya.“ Rasulullah selanjutnya berpidato di hadapan para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali seorang yang jiwanya menyerahkan diri (kepada Allah). Dan sesungguhnya Allah mengokohkan agama ini dengan orang-orang yang berdosa (fajir).” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu sangat berjasa kepada dakwah Islam, karena ia membunuhi banyak musuh dalam perang Hunain. Tetapi saying ia mati bunuh diri lantaran tak kuat menahan sakit pada luka-luka di tubuhnya. Ini adalah contoh bagaimana seorang Muslim pada masa kenabian mengakhiri jalan dakwahnya dengan cara yang amat tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kisah di atas menjadi pelajaran pada kita, bahwa fenomena kegagalan seseorang untuk tetap berada di atas rel dakwah adalah problema yang muncul pada setiap zaman. Jangankan orang di zaman ini, orang-orang yang dibina langsung oleh Rasulullah pun ada yang akhirnya tergelincir. Jadi siapapun dapat terjangkit penyakit futur manakala membiarkan dirinya mengalami penurunan kualitas ruhani yang terus-menerus, sehingga akhirnya terlepas sama sekali dari komitmen terhadap ajaran Islam dan jamahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditegaskan lagi, yang terlarang dan harus diwaspadai adalah penurunan kualitas keimanan yang terus-menerus. Sedangkan penurunan sesaat kemudian meningkat pada saat lain belum termasuk fenomena futur. Kalaupun disebut futur, tergolong futur yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena itu merupakan fluktuasi wajar dan manusiawi pada setiap insan, sebagaimana Rasulullah pernah sampaikan bahwa keimanan itu terkadang yazid (meningkat) dan terkadang yanqush (menurun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perbedaan yang lumayan tipis ini sejumlah sahabat Nabi ada yang pernah mengkhawatiri dirinya terhinggapi penyakit futur berupa nifaq (kemunafikan). Salah seorang diantaranya adalah Hanzhalah RA dan Abu Bakar RA.&lt;br /&gt;Suatu hari Hanzhalah menemui Abu Bakar, sahabat Rasulullah SAW yang paling setia. Ia berkata: “Wahai Abu Bakar! Sungguh aku ini telah nifaq!”&lt;br /&gt;Abu Bakar terkejut mendengar ucapan Hanzhalah tersebut dan bertanya, “Mengapa demikian?”&lt;br /&gt;Hanzhalah menjawab, “Sesungguhnya jika aku dekat dengan Rasulullah dan mendengar nasihat-nasihat beliau maka terbayanglah surga dan neraka di hadapanku. Tetapi bila aku jauh, dan telah berkumpul bersama keluargaku, maka hal itu tidak terbayangkan lagi.”&lt;br /&gt;Abu Bakar kemudian berkata: Demi Allah, Hanzhalah! Akupun merasakan hal yang sama.” Maka kedua orang sahabat ini kemudian pergi menemui Rasulullah SAW untuk mengungkapkan perasaan hati mereka.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW tersenyum dan menasehati keduanya, bahwa memang jika bayangan surga dan neraka itu terus-menerus melekat alangkah baiknya, namun apa yang terjadi pada mereka bukanlah nifaq, melainkan sekedar pergantian suasana batin. Kata beliau, “Sesaat dan sesaat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, suasana batin setiap manusia ada saatnya khusyuk dalam menerima nasihat agama, sementara pada saat yang lain tenggelam dalam keceriaan bersama keluarga. Itu sangat manusiawi, bahkan Rasulullah pun berlaku demikian. Jika sedang bersama keluarganya, beliau asyik bercanda dan bercengkrama, tetapi begitu mendengar adzan beliau segera beranjak pergi ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada perbedaan antara mereka dengan Ubaidillah bin Jahsy. Rasulullah dan sahabatnya hanya sesaat membiarkan dirinya ceria bersama keluarga, kemudian pada saat yang lain segera sbuk dalam kativitas meningkatkan iman kembali. Sedangkan Ubaidillah bin Jahsy terus membiarkan dirinya tenggelam dalam kesesatan tanpa mau kembali ke jalan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam hadits lain Rasulullah menyatakan, kalaupun seseorang berada dalam keadaan futur, hendaknya masih tetap berada dalam koridor sunnahnya:&lt;br /&gt;“Bagi tiap-tiap amal ada masa-masa rajinnya, dan tiap-tiap masa rajin itu ada saat-saat menurunnya (futur). Barangsiapa yang saat-saat menurunnya (tetap berpegang) kepada sunnahku, maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk, dan barangsiapa yang saat-saat menurunnya (berpegang) kepada sunnahku, maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk, dan barangsiapa yang saat-saat menurunnya (berpegang) kepada selain sunnahku, maka sungguhnya ia telah tersesat. (HR Al-Bazzar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Futur berasal dari bahasa Arab yang artinya terputus, berhenti, malas dan lambat, setelah sebelumnya rajin dan konsisten. Dalam konteks dakwah, futur bermakna kondisi menurunnya semangat beriman dan beramal shalih, serta melemahnya gairah seseorang dalam berjihad dan berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang ditunjukkan pada contoh-contoh diatas, futur terdiri dari banyak tingkatan. Yang paling ringan adalah apabila sesorang mengalami penurunan kualitas ruhiah ibadah dan amal shalih. Lebih jauh adalah tingkatan yang mulai meninggalkan sama sekali ibadah dan amal shalih tersebut. Dan yang paling parah adalah meninggalkan keimanan sama sekali sebagaimana terjadi pada Ubaidillah bin Jahsy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks dakwah kontemporer, fenomena futur kerap muncul dalam sejumlah kasus. Seorang ustadz yang telah almarhum pernah bertutur, “Kita adalah orang-orang yang insya Allah telah teruji daya tahan kita dalam menghadapi masa-masa sulit. Namun belum teruji di saat memasuki masa-masa mudah. Dulu adalah hal biasa salah seorang di antara kita berjalan kaki dari Bogor ke Puncak untuk mengisi daurah di sebuah villa pinjaman, karena kita tak punya uang. Kita kuat.” Beliau khawatir para kader-kader dakwah justru akan mengalami futur di saat memasuki masa-masa mudah. “Saya justru khawatir ketangguhan itu akan hilang di saat kita telah mampu ke Puncak dengan mobil sendiri, di saat kenikmatan dunia mulai berada di sekitar kita,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu’alam bish-shawab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4918408855149164935?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4918408855149164935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4918408855149164935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/bila-semangat-juang-luntur.html' title='Bila Semangat Juang Luntur'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-6818741793173073566</id><published>2008-01-01T01:04:00.002+07:00</published><updated>2008-01-01T01:16:51.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Solusi Umat dengan Kejamaahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh Iyus Khaerunnas Malik*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membedah umat Islam Indonesia sesungguhnya mengupas sistem kejamaahannya yang efektif dan efisien. Efektifitas ditandai dengan kemampuan visi dan prediksi yang jauh melampaui batas-batas teritorial (lokal, nasional, regional, internasional dan celestial—dunia-akhirat). Sedangkan efisiensi ditandai dengan pola hidup teratur, terukur, terstruktur, terspesialiasi peran dan fungsi sosialnya serta tersebar rasa keadilan, kesejahteraan dan kemakmurannya secara merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah naif andaikan umat Islam hanya sekumpulan individu atau kelompok yang merasa dirinya penting–seperti fenomena egoisme sektoral; ini wilayah saya, marga saya, paham saya, kelompok saya, mazhab saya, budaya saya dsb–yang lalu berlomba menta’rifkan diri sebagai elemen yang lebih penting dan lebih hebat dari yang lainnya. Umat Islam yang tersistem dalam kejamaahan akan menta’rifkan dirinya bahwa semua elemen umat adalah penting. Berlandaskan pada hadis Nabi, ada empat pilar penyangga dunia yaitu ulama, umaro, agniya dan doa fuqara. Memahami sistem kejamaahan konsekuensinya tidak lebih penting kedudukan  ulama (pemberi fatwa: dakwah bilisan/bilkitabah) dari umaro (pelaksana fatwa: dakwah dengan tangan), demikian juga umaro dari agniya (donatur, muzaqi, munfiq—lembaga zakat atau baetul mal, dsb), dan agniya dari fuqara (orang-orang faqir yang berjuang di jalan Allah). Semua sama-sama penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ta’rif  ”Sistem”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sistem” merupakan terjemahan dari manhaj, sabil, tartib, din, dsb. Menurut pakar manajemen ”sistem adalah kumpulan dari berbagai elemen baik formal maupun nonformal, longgar atau abstrak yang saling berkomunikasi, berinteraksi dan bekerjasama untuk mewujudkan harapan dan tujuan bersama.”  Elemen-elemen tersebut menyatu karena diikat oleh landasan asasi (Al-Quran dan Sunnah Rasul) dan tujuan luhur (terciptanya masyarakat darussalam). Masyarakat darussalam adalah masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.   Ibarat jalinan antar molekul—meminjam istilah biokimiawi—yang  diikat oleh ikatan khusus yang disebut binding energy (energi ikat). Maka dalam kontek kejamaahan ikatan tersebut adalah kesamaan aqidah / syahadat:  laa ililaaha illa Llah—Muhammad Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem kejamaahan kemajuan umat akan mudah dicapai. Diawali dengan saling mengenal, saling mengerti, saling bekerjasama, saling memberi dan berbagi, saling merasa senasib sepenanggungan, saling melengkapi dan saling menyatu diri—yang dalam istilah agama disebut silaturrahim, ukhuwah, tafahum, takamul, takaful ijtima’iy dan wihdatul ummah.  Andaikan proses ini tidak terjadi, maka wihdatul ummah, rasa-rasanya jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Media Sistem Kejamaahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media sistem kejamaahan adalah komunikasi baik antar pimpinan kelompok, individu- individu dalam kelompok, kelompok dengan kelompok dsb. Komunikasi yang efektif dapat terjadi andaikan antar umat Islam atau kelompok Islam berada pada posisi sederajat dan dalam suasana yang saling membuka diri, penerimaan diri dan proses belajar. Andaikan ada sifat-sifat tinggi hati, mau menang sendiri, merasa benar sendiri, iri dengki dsb, maka tak akan terjalin komunikasi efektif—sampai kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan—berlandaskan qs al-hujurat (49): 11-12, ada enam hambatan komunikasi, yaitu 1) saling mengolok-olok antar kelompok—seperti ungkapan terhadap santri ”dasar kelompok sarungan!” 2) saling mencela—seperti ungkapan ”dasar kampungan!”  3) saling memanggil dengan gelar atau predikat yang buruk—seperti ”dasar aliran sesat”, ”si kafir”, ”si murtad” tanpa alasan yang dapat dibenarkan secara syar’i, 4) prasangka negatif—seperti ungkapan ”jangan-jangan teroris!” 5) mencari-cari kesalahan atau aib orang lain—seperti ”ustad aji mumpung”, ”kyai sejuta rupiah”, ”kyai amplov”,  6) saling menggunjing—ustad sih ustad, ada yang bening dikit, disikat! Yo kita ubah lagunya, jagalah syahwat jangan kau kotori dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi ironi di negeri kita giliran orang berpoligami yang dibenarkan secara syar’i diributkan—malah diperketat dengan aturan, sementara permesuman, perselingkuhan, perzinahan, kumpul kebo dsb—yang menurut hadis bilamana satu  orang  berzina maka 40 rumah terkena dosanya. Coba kalikan dengan 267 ribu jumlah pelacur dan 10 juta konsumennya di negeri kita—tambah dengan yang terselubung (kira-kira seratus ribu orang). Ya kalikan semuanya  dengan 40 rumah, berapa???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berbenah dan Menyatu Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda; ”Akan datang fase zaman kepada kalian dimana masa-masa sesudahnya bakal lebih buruk dari masa-masa sebelumnya. Sehingga kalian bertemu dengan Rabb kalian.” Renungkan berapa jumlah pecandu narkoba sekarang? 4 juta lebih, mayoritas kalangan muda muslim. Berapa yang mati karena overdosis? 15 ribu orang setiap tahun, mayoritas kalangan muda muslim. Berapa jumlah kemiskinan di negeri kita? Hampir 97 juta orang, mayoritas keluarga muslim. Berapa jumlah pengangguran pada usia produktif antara 15-45 tahun sekarang? 60 juta orang, mayoritas kaum muslimin. Berapa jumlah penduduk yang tidak dapat bersekolah? Berapa...berapa? Seharusnya hal-hal inilah yang lebih strategis untuk dipikirkan dan dipecahkan secara bersama-sama oleh umat Islam, bukan justru hal-hal kecil seperti fur’iyah atau khilafiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, entah individu muslim (kecuali Rasulullah saw dan para nabi) atau kelompok-kelompok muslim. Ada ungkapan yang indah dari Imam Hasan Basri, seorang ulama besar pada zaman tabi’in, ketika ditanya: ”wahai Hasan Basri, apakah engkau mukmin?” Beliau menjawab. ”Insya Allah saya mukmin. Aku khawatir ketika aku menjawab ya aku mukmin, ternyata justru banyak amalanku yang bukan amalan orang beriman sehingga aku diceburkan ke dalam neraka karenanya.” Inilah ketawaduan seorang Imam Besar di zaman tabi’in. Lalu kenapa banyak di antara kita justru bersikap angkuh dan sombong mengatasnamakan ”kebenaran” ? Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;* Penulis Manajer Dakwah PPIB dan Ketua LBUQ Masjid Raya Bogor”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-6818741793173073566?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6818741793173073566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6818741793173073566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/solusi-umat-dengan-kejamaahan.html' title='Solusi Umat dengan Kejamaahan'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-566507616391077605</id><published>2008-01-01T00:55:00.001+07:00</published><updated>2008-01-10T02:20:34.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Profil Kader PKS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam buku "Profil Kader Partai Keadilan Sejahtera 2009" yang disusun oleh Tim Kaderisasi DPP PKS, dipaparkan secara jelas tentang kapasitas internal dan eksternal yang idealnya dimiliki oleh setiap kader Partai Keadilan Sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas Internal meliputi Kokoh &amp;amp; Mandiri, Dinamis &amp;amp; Kreatif, Spesialis &amp;amp; Berwawasan Global, sedangkan Kapasitas Ekternal meliputi Murabbi Produktif, Beramal Jama’i, Pelopor Perubahan, Ketokohan Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kapasitas yang dipaparkan dapat diringkas sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * 1 Kokoh dan Mandiri&lt;br /&gt;   * 2 Dinamis dan Kreatif&lt;br /&gt;   * 3 Spesialis dan Berwawasan Global&lt;br /&gt;   * 4 Murabbi Produktif&lt;br /&gt;   * 5 Beramal Jama'i&lt;br /&gt;   * 6 Pelopor Perubahan&lt;br /&gt;   * 7 Ketokohan Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kokoh dan Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Kokoh ma’nawiyah:&lt;br /&gt;        1. Ikhlas dalam berdakwah&lt;br /&gt;        2. Senantiasa memurnikan akidah dari bid’ah dan khufarat&lt;br /&gt;        3. Qiyamullail minimal 3 kali setiap pekan&lt;br /&gt;        4. Puasa sunnah minimal 3 kali setiap bulan&lt;br /&gt;        5. Tilawah minimal 1 juz setiap hari&lt;br /&gt;        6. Membaca ma’tsurat pagi dan sore setiap hari&lt;br /&gt;        7. Tadabbur Al Qur’an minimal satu ayat dalam sehari&lt;br /&gt;        8. Sabar dalam menghadapi ujian hidup dan dakwah&lt;br /&gt;        9. Senantiasa tawakal kepada Allah dalam setiap situasi dan kondisi&lt;br /&gt;       10. Senantiasa berdzikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Kokoh Fikriyah:&lt;br /&gt;        1. Menguasai mawad tarbawiyah dengan baik&lt;br /&gt;        2. Mampu memahami tafsir dan ulumul Qur’an sesuai dengan madah tarbiyah&lt;br /&gt;        3. Mampu memahami hadist dan ulumul Hadist sesuai dengan madah tarbiyah&lt;br /&gt;        4. Mampu berbahasa Arab dan Inggris&lt;br /&gt;        5. Memiliki wawasan tentang gerakan-gerakan destruktif dan gerakan-gerakan dakwah yang lain&lt;br /&gt;        6. Memiliki wawasan global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Kokoh Da’awiah:&lt;br /&gt;        1. Berpartisipasi dalam rekruting hizbi dan tajnid ikhwani&lt;br /&gt;        2. Aktif melakukan dakwah fardiyah di lingkungan keluarga dan lingkungan sosial&lt;br /&gt;        3. Menjaga nilai-nilai da’awiah dalam keluarga&lt;br /&gt;        4. Memiliki skill rekayasa da’awi&lt;br /&gt;        5. Mampu membangun jaringan sosial dengan tokoh-tokoh sentral&lt;br /&gt;        6. Istiqomah di jalan dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Kokoh Jasadiyah:&lt;br /&gt;        1. Menjaga performance/penampilan&lt;br /&gt;        2. Berolahraga minimal 20 menit setiap hari&lt;br /&gt;        3. Melakukan general check-up minimal sekali setiap tahun&lt;br /&gt;        4. Menjaga kebersihan&lt;br /&gt;        5. Mengikuti pola hidup sehat dalam mengkonsumsi makanan dan minuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan mandiri disini adalah kemampuan seorang kader melakukan pengembangan diri dan pembelajaran secara mandiri (ta’allum dzaati) dan kemandirian mandiri dalam dimensi maaliah (keuangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Bekerja dan berpenghasilan&lt;br /&gt;  2. Mendirikan badan usaha meskipun kecil&lt;br /&gt;  3. Melakukan investasi&lt;br /&gt;  4. Gemar menabung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dinamis dan Kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu yakin dan berusaha untuk menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Aspek kecerdasan emosional:&lt;br /&gt;        1. Hasrat; untuk mengubah hal-hal di sekelilingnya menjadi lebih baik&lt;br /&gt;        2. Kepekaan; bersikap terbuka dan tanggap terhadap sesuatu&lt;br /&gt;        3. Minat; untuk menggali lebih dalam dari yang tampak di permukaan&lt;br /&gt;        4. Rasa ingin tahu; semangat yang tak pernah berhenti untuk mempertanyakan&lt;br /&gt;        5. Mendalam dalam berpikir; sikap yang mengarahkan untuk pemahaman lebih mendalam&lt;br /&gt;        6. Konsentrasi; mampu menekuni suatu permasalahan hingga menguasai seluruh bagiannya&lt;br /&gt;        7. Optimisme; memiliki rasa antusias (kegairahan) ketika memecahkan suatu masalah&lt;br /&gt;        8. Tertantang oleh kemajemukan; tertarik pada situasi dan masalah yang rumit dan kompleks&lt;br /&gt;        9. Bersifat menghargai; menghargai kritik, bimbingan orang lain, juga menghargai kemampuan dan bakat sendiri&lt;br /&gt;       10. Tidak mudah puas; selalu ingin menguji jawaban dan alternatif yang telah dibuat, selalu ingin mencari yang baru dan yang lebih baik, ingin selalu mencari terobosan untuk efektivitas dan efisiensi&lt;br /&gt;       11. Siap mencoba dan melaksanakan; bersedia mencurahkan waktu dan tenaga untuk mencari dan mengembangkan suatu metode&lt;br /&gt;       12. Kesabaran; ketahanan mental dalam memecahkan masalah&lt;br /&gt;       13. Mampu bekerjasama; sanggup berpikir secara produktif bersama orang lain&lt;br /&gt;       14. Menghargai humor; mempunyai “a good sense of humor”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Aspek kecerdasan intelektual:&lt;br /&gt;        1. Berpikir lancar; mengajukan banyak pertanyaan, jawaban dan gagasan&lt;br /&gt;        2. Berpikir luwes; menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang berangkat dari fleksibilitas konsep dan sudut pandang yang berbeda&lt;br /&gt;        3. Berpikir orisinal; mampu melahirkan ungkapan, gagasan baru yang unik, yang tidak lazim dipikirkan orang&lt;br /&gt;        4. Mengevaluasi; kemampuan membuat patokan penilaian dan mampu mengambil keputusan pada situasi yang ada&lt;br /&gt;        5. Kritis; kemampuan untuk mempertanyakan berbagai hal dari sudut pandang&lt;br /&gt;        6. Imajinatif; membayangkan berbagai hal yang belum pernah terjadi atau belum terpikirkan sebelumnya.&lt;br /&gt;        7. Mendeteksi; mempelajari serta merasakan berbagai kejanggalan yang terjadi&lt;br /&gt;        8. Melakukan verifikasi atau pengelompokan; memilah-milah kejanggalan-kejanggalan berdasarkan jenisnya.&lt;br /&gt;        9. Melakukan analisis; menguraikan sebab-sebab atau segala sesuatu yang berkenaan dengan kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan&lt;br /&gt;       10. Melakukan sintesis; kemampuan menghubungkan berbagai hal atau kemungkinan sebahgai langkah lanjut dari analisis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Spesialis dan Berwawasan Global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu diharapkan Al Akh yang terbentuk memiliki karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Memiliki spesialisasi berupa keahlian atau ketrampilan pada bidang tertentu&lt;br /&gt;  2. Dengan modal wawasan yang global, dapat menjadi spesialisasi di #bidang lainnya jika memang itu dibutuhkan&lt;br /&gt;  3. Memahami prinsip-prinsip cabang ilmu yang bukan menjadi spesialisasinya&lt;br /&gt;  4. Mencermati perkembangan informasi dunia kontemporer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikatornya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Mengetahui spesialisasi apa yang perlu dikembangkannya&lt;br /&gt;  2. Lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan spesialisasi yang dimilikinya&lt;br /&gt;  3. Mampu menganalisa dan menjelaskan kepada orang lain hal-hal yang terkait dengan spesialisasinya&lt;br /&gt;  4. Berupaya dengan sungguh-sungguh untuk melanjutkan pendidikan formal sesuai dengan spesialisasinya&lt;br /&gt;  5. Minimal pernah menghasilkan dua buah karya (ide/produk) yang terkait dengan spesialisasinya dan pernah dipublikasikan kepada umum&lt;br /&gt;  6. Bekerja untuk amal jama’i sesuai dengan spesialisasinya&lt;br /&gt;  7. Menyadari bahwa berkarya pada spesialisasinya merupakan bagian dari jihad dan dakwah&lt;br /&gt;  8. Meluangkan waktu minimal sepekan sekali 1 jam untuk membaca hal-hal yang tidak terkait dengan spesialisasinya.&lt;br /&gt;  9. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip cabang ilmu lain yang bukan merupakan spesialisasinya&lt;br /&gt; 10. Mampu menjelaskan pengembangan informasi dunia kontemporer, khususnya di bidang ekonomi, iptek, sosial dan politik&lt;br /&gt; 11. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan perjalanan ke luar negeri khususnya ke negara-negara maju&lt;br /&gt; 12. Mampu menjelaskan ideologi dan peradaban negara adidaya (AS) dan minimal dua negara yang sedang berkembang perekonomiannya (misalnya Korsel, Jepang, dll)&lt;br /&gt; 13. Berminat minimal 2 spesialisasi lainnya dan menyediakan waktu untuk mempelajarinya&lt;br /&gt; 14. Merasa mampu untuk berpindah pada spesialisasi lain, jika hal itu memang dibutuhkan&lt;br /&gt; 15. Mampu bekerja sama dengan orang-orang yang bekerja pada spesialisasi yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Murabbi Produktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruhiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Terjaganya nurani dan perasaan sehingga peka dan ghirah kepada al haq (kebenaran)&lt;br /&gt;  2. Obsesif terhadap ketinggian nilai dan resah terhadap kehinaan dan kemunduran&lt;br /&gt;  3. Berkemauan kuat untuk mencapai tujuan mulia dalam hidupnya&lt;br /&gt;  4. Bersemangat dalam beribadah, rindu dengan keridhaan Allah, dan berkeinginan kuat menjadi mujahid dan syahid fi sabilillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikriyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Khibah Tarikhiyyah (pengalaman masa lalu)&lt;br /&gt;  2. Kemampuan melihat realitas masa kini yang ada di sekelilingnya dengan cermat dan tepat&lt;br /&gt;  3. Kemampuan memprediksi masa depan (tawaqquat)&lt;br /&gt;  4. Kemampuan mengolah pengalaman masa lalu, dihubungkan dengan realitas masa kini untuk mempersiapkan masa depan&lt;br /&gt;  5. Kemampuan memberikan treatment dan solusi kepada orang lain&lt;br /&gt;  6. Kemampuan memberi kritik dan saran secara proporsional dan mengenai sasaran&lt;br /&gt;  7. Kemampuan mengurai dan menganalisa masalah&lt;br /&gt;  8. Kemampuan inovatif dan menemukan alternatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulukiyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Shidq&lt;br /&gt;  2. Amanah&lt;br /&gt;  3. Sabar&lt;br /&gt;  4. Layyin dan marin&lt;br /&gt;  5. Al Mahabbah&lt;br /&gt;  6. Tawadhu’&lt;br /&gt;  7. Mampu bekerja dan berpenghasilan&lt;br /&gt;  8. Bersemangat dan dinamis dalam beramal&lt;br /&gt;  9. Muhajadatunnafsi was syaitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bekal tsaqafah murabbi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Tsaqafah dinniyah ‘amah (pengetahuan agama yang umum)&lt;br /&gt;   * Tsaqafah Islamiyyah khashsah (pengetahuan Islam yang khusus)&lt;br /&gt;   * Tsaqafah ‘ammah (wawasan umum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek amal yang menunjukkan keterlibatan murabbi dengan kehidupan nyata mencakup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Amal da’awiy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni hikmah (tepat sasaran) dalam menyampaikan ilmu dan kebenaran, dengan kalimar yang mampu menggerakkan hati dan berdialog dengan cara yang lebih baik dari cara orang yang sedang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Amal harakiy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditunjukkan dengan pergaulan sosial, komunikasi sosial, mempengaruhi massa, menggiring kepada al haq, berkorban dalam dakwah, mengorganisir dan mengarahkan potensi sehingga bermanfaat bagi dakwah, merahasiakan hal-hal yang harus dirahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Amal Qiyadiy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu dengan berpenampilan baik yang mencerminkan performa dan citranya, disiplin dan seimbang dalam segala hal, memberikan teladan yang baik dalam skala pribadi dan sosial, mewariskan kemampuan dakwah, haraqah, dan tarbiyah pada generasi berikutnya, tidak diktator, serius dan tuntas dalam melakukan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Beramal Jama'i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal jama’i yang dimaksud adalah kegiatan dakwah yang dilakukan secara kolektif dimana anggotanya berkerja secara sinergi sehingga terbentuk tim yang tangguh untuk mencapai tujuan dakwah bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikatornya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Meyakini hasil kerja bersama lebih baik dari hasil kerja sendirian&lt;br /&gt;  2. Meyakini proses kerja bersama lebih menguntungkan dari hasil kerja sendirian&lt;br /&gt;  3. Mengetahui tujuan bersama&lt;br /&gt;  4. Bersedia untuk sukses bersama&lt;br /&gt;  5. Memberikan kontribusi kerja pada kelompok&lt;br /&gt;  6. Mencintai anggota kelompok karena Allah&lt;br /&gt;  7. Menerima kekurangan kader lainnya&lt;br /&gt;  8. Menerima hasil kerja bersama&lt;br /&gt;  9. Membuka diri untuk diberikan dan memberikan masukan&lt;br /&gt; 10. Bersedia membantu kader lain untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencapai tujuan bersama&lt;br /&gt; 11. Tidak menyalahkan diri ketika menjadi penyebab ketidaksuksesan dalam kerja kelompok&lt;br /&gt; 12. Mengevaluasi kerja bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pelopor Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud adalah sikap mental yang ofensif, senantiasa berada di garda terdepan dalam merespon setiap perubahan positif yang terjadi di masyarakat serta berusaha meminimalisir kejumudan, status quo dan perubahan negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikatornya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Sensivitas terhadap perubahan yang terjadi&lt;br /&gt;  2. Sikap emphati terhadap problematika masyarakat&lt;br /&gt;  3. Menjadi leader dalam menyelesaikkan problematika masyarakat&lt;br /&gt;  4. Berani tampil dalam kebenaran dan berani mengambil keputusan&lt;br /&gt;  5. Bersungguh-sungguh dan serius dalam bekerja&lt;br /&gt;  6. Komunikasi yang baik&lt;br /&gt;  7. Menjadikan masyarakat mau bergaul dengan kita, berkonsultasi kepada kita dan bergerak bersama kita&lt;br /&gt;  8. Murah dalam muamalat maliyah&lt;br /&gt;  9. Bersabar atas perbuatan buruk orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ketokohan Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud adalah pribadi atau individu yang jujur dan kredibel baik secara moral maupun intelektual, sehingga dirinya menjadi rujukan publik dan menjadi tumpuan masyarakat untuk dimintakan saran dan solusi atas permasalahan mereka. Ketokohan sosial dapat ditumbuhkan oleh faktor keilmuan, ekonomi, politik, dan genelogis (nasab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikatornya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Memiliki keluwesan sikap dalam bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat luas&lt;br /&gt;  2. Mempunyai kesiapan dan kemampuan beradaptasi dan komunikasi kultural, sepanjang tdk menyalahi syar’i&lt;br /&gt;  3. Menunjukkan sikap yang tawadhu, ramah, murah senyum dan ringan bertegur sapa dengan orang lain&lt;br /&gt;  4. Memahami dan menghargai perbedaan pendapat dan pandangan baik yang terikat dengan masalah furuiyyah-khilafiyah atau permasalahan lainnya yang tidak menyalahi syar’i&lt;br /&gt;  5. Menjadi perekat umat dan masyarakat dengan membedakan latar belakang pendidikan, harakah, suku atau ormas keislaman&lt;br /&gt;  6. Bersikap moderat dalam pikiran dan pandangannya tentang Islam, tidak ekstrim dan ashabiah dan menguasai fiqhudda’wah dan fiqhul muwazanah dengan baik&lt;br /&gt;  7. Memiliki kesabaran dan ketegaran dalam menghadapi ujian dan cobaan dalam masyarakat&lt;br /&gt;  8. Menunjukkan keperduliannya kepada masyarakat melalui santunan, fasilitator pembangunan, advokasi, pendidikan dan penyuluhan&lt;br /&gt;  9. Bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, berusaha mencari titik temu dan menciptakan sinergi dalam membangun lingkungan dan mengembangkan dakwah&lt;br /&gt; 10. Memiliki kemampuan khitabah, tabligh dan ta’lim dengan uslub dan pendekatan yang disesuaikan dengan background audiens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-566507616391077605?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/566507616391077605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/566507616391077605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/profil-kader-pks.html' title='Profil Kader PKS'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-1787446841339827174</id><published>2008-01-01T00:39:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T02:24:26.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah'/><title type='text'>Mengejar Muwashofat</title><content type='html'>Istilah muwashofat atau sifat-sifat sejati seorang aktivis, sudah tidak asing lagi di kalangan tarbiyah. Muwashofat tarbawiyah atau sifat-sifat sejati seorang aktivis yang ditarbiyah adalah suatu keharusan untuk meningkatkan mutu kader. Walaupun sosialisasi muwashofat untuk tiap level telah diberikan berikut motivasi untuk mencapainya dan dilengkapi pula rekomendasi media, lembaga, sarana yang menunjang, tetapi muwashofat hanya tinggal muwashofat, yang cukup diketahui dan sulit (baca: tidak mungkin) dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa kenyataan di sekeliling penulis berkaitan dengan pencapaian muwashofat. Pertama, sejumlah kader muda, belum berkeluarga dan enerjik, yang semestinya mampu dan berkesempatan memenuhi muwashofat dengan baik ternyata dengan berbagai argumen kesibukan aktivitas mereka, banyak yang tidak tercapai. Kedua, sejumlah ummahat dengan segala dinamika (kesibukan) keluarganya, juga menemui kesulitan mencapai muwashofat. Ketiga, ada lagi sejumlah ikhwan, yang konon sibuk dengan kerja/keluarga dan dakwah dengan jam terbangnya yang tinggi, juga tidak berbeda: sulit mencapai muwashofat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian adanya, sebenarnya siapa atau apa yang salah? Apakah muwashofat baik primer maupun sekunder yang ada demikian berat dan sulit sekali dicapai? Ataukah kita sebagai kader kurang (tidak) sungguh-sungguh untuk mencapainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, Departemen Kaderisasi Pusat telah merumuskan 7 karakter khusus yang mestinya dimiliki kader. Tujuh karakter itu biasa disebut “Profil Kader PKS”. Yakni, kokoh dan mandiri, dinamis dan kreatif, spesialis dan berwawasan global, murobbi produktif, beramal jamai, pelopor perubahan serta ketokohan sosial. Masing-masing karakter tersebut telah dilengkapi dengan indikator, kuisioner dan tips praktis mencapainya. Akankah profil kader ini mampu diwujudkan kader ataukah akan bernasib sama dengan muwashofat tarbiyah, sebatas wacana dan impian saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Profil Kader PKS disebutkan latar belakang rumusan profil kader tersebut. Lima tahun ke depan, dakwah akan berhadapan dengan peluang sekaligus tantangan yang besar. Peluang itu berupa terbukanya lahan-lahan dakwah di berbagai bidang yang membutuhkan ketersediaan kader dakwah dalam jumlah banyak, yang memiliki keunggulan-keunggulan. Tetapi di saat yang sama, ada tantangan besar. Yakni, dinamika dunia yang tidak bersahabat dengan dakwah, ketidakpastian kondisi dalam negeri serta penyakit sosial yang semakin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi semua itu, selain muwashofat tarbawiyah diperlukan lagi karakter khusus yang tertuang dalam Profil Kader PKS. Bila demikian adanya, mampukah kader mewujudkan semuanya (muwashofat dan profil kader)? Padahal untuk muwashofat tarbawiyah saja banyak yang tidak tercapai. Apakah tidak seperti pungguk merindukan bulan? Atau mungkin semua kenyataan yang dikemukakan penulis hanya menimpa sejumlah oknum saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita tengok pemilu 2004, dengan dalih butuh jumlah kader yang banyak, maka terjadilah akselerasi kader ke jenjang berikutnya. Saat itu kita mengenal istilah “hutang muwashofat” (muwashofat yang seharusnya ada tapi belum terpenuhi). Namun pemilu 2004 telah berlalu, dan hutang muwashofat tetap saja hutang, banyak yang belum terbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita buka dan lihat kembali dengan seksama, muwashofat pada masing-masing level. Di situ ada pentahapan dinamis. Bila tiap kader konsisten mencapai muwashofat dan senantiasa ada kontrol serta motivasi yang efektif dari lingkungannya, insya Allah kita akan melihat pribadi kader dengan kualitas prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan pencapaian muwashofat. Pertama, menumbuhkan motivasi kesadaran diri bahwa usaha pencapaian miwashofat adalah bagian dari usaha kita untuk semakin berprestasi di hadapan Allah. Motivasi ini tidak cukup sekali atau sesekali. Tapi, perlu sering diingatkan agar benar-benar sampai ada tarbiyah dzatiyah atau tarbiyah secara mandiri. Hal ini khususnya berkaitan dengan aktivitas harian atau muwashofat primer lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, melakukan langkah-langkah kongkrit untuk mencapai muwashofat baik secara individu maupun bersama. Ada muwashofat yang bisa terpenuhi dengan penugasan yang dievaluasi, atau ada pula muwashofat yang akan lebih ringan dan nyaman bila dilakukan bersama. Untuk itu, perlu inisiatif dan kreativitas mencapai muwashofat. Jadi, tidak cukup hanya jalan di tempat atau pasrah dengan segala keterbatasan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, evaluasi secara kontinyu. Umumnya manusia (termasuk kader) ingin yang serba enak dan tidak suka ada ujian, tugas atau beban. Padahal, dari ujian, tugas dan beban itulah akan ada pembelajaran dan peningkatan. Kontrol yang ada tentu harus bijaksana dan fleksibel, sehingga kader pun akan nyaman. Tidak seperti robot yang hanya bisa nurut tanpa variasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, adanya solusi dan saran. Bisa jadi, ketidaktercapaian selama ini banyak kendala yang dihadapi, sehingga perlu kearifan untuk mengetahui pokok permasalahannya yang ditindaklanjuti dengan solusi dan saran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kasus, kader merasa telah menceritakan kesulitannya di pertemuan pekanan, tapi tidak ada solusi tepat yang ia dapatkan. Semua kesulitan itu akhirnya dipendam sendiri. Karena itu, butuh keterbukaan mengemukakan kesulitan-kesulitan yang ada, untuk kemudian bisa memberikan solusi dan saran yang tepat. Allahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensi Rahmayani, SE.&lt;br /&gt;Ketua Kewanitaan DPC PKS Candisari Semarang Sumber: Majalah Saksi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-1787446841339827174?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/1787446841339827174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/1787446841339827174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/mengejar-muwashofat.html' title='Mengejar Muwashofat'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-280440820252450789</id><published>2007-12-31T21:55:00.000+07:00</published><updated>2007-12-31T22:57:47.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Inspirasi dari kampung "JEMANI"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;JANGAN BERTANYA APA YANG TELAH DIBERIKAN AGAMA DAN NEGARA UNTUKMU&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;TETAPI BERTANYALAH APA YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADA AGAMA DAN NEGARAMU !!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    Gerimis hujan menyambut datangnya relawan yang secara bergelombang kekampung "Jemani", dusun mogol desa ledoksari Tawangmangu dengan segala peralatan evakuasi korban longsor, lengkap dengan berbagai macam niat yang  mereka simpan di dalam hati.&lt;br /&gt;    Memasuki kawasan bencana relawan disambut dengan jalan khas pegunungan yang naik turun dengan tebing kiri dan kanan yang harus dilewati untuk sampai ketujuan, semakin mendekati lokasi bencana relawan kembali disambut dengan puluhan posko dan bendera dikanan kiri jalan dari berbagai kelompok dan berbagai macam kepentingan pula.&lt;br /&gt;    Selain hati miris dan berduka melihat kondisi korban dan lokasi bencana, maraknya posko - posko lengkap dengan atributnya yang sebagian terkesan hanya  numpang " mejeng ", dan agar terkesan peduli . Karena kalau dilihat lebih seksama yang berkibar hanya benderanya tetapi kegiatan posko dan langkah nyata dalam membantu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sungguh memprihatinkan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;    Namun ada satu pelajaran yang sangat berharga dari aktivitas evakuasi tersebut, yang bila hal tersebut diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan negara, maka bangsa itu akan jaya, dan bila hal itu diterapkan dalam kehidupan beragama, maka kejayaan Islam bukan impian semata. Hal tersebut adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Kebersamaan untuk mencapai satu tujuan ".&lt;br /&gt;    Kebersamaan &lt;/span&gt;yang terbangun antara para aktivis islam dari berbagai kelompok ormas dan orpol, mereka bahu membahu mengangkat batu, mencangkul tanah longsoran, melancarkan aliran air, mencari korban longsor, walaupun mereka memakai baju yang berbeda sebagai identitas dari kelompok mana berasal, namun tiada cacian, tiada hujatan, tidak saling mengkafirkan, tidak saling membid'ahkan, tidak saling menyalahkan, tidak merasa kelompoknya yang paling benar, bahkan mereka tidak banyak bicara namun lebih banyak bekerja, yang ada hanya satu semangat kebersamaan walaupun sekali lagi, dengan niat yang beragam dalam hati.&lt;br /&gt;Sungguh indah nian bila Kebersamaan ini bisa berlanjut dalam kebersamaan membangun Islam, InsyaAlloh Islam akan segera bangkit dari keterpurukan. Karena Ukhuwah Islamiyah yang terbangun tanpa adanya keangkuhan, egoisme dan kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Kebersamaan &lt;/span&gt;antara aparat dan masyarakat dari berbagai kalangan, yang juga bahu membahu menyingsingkan lengan baju tanpa ada rasa saling curiga yang berlebihan tentang issue terorisme, anarkisme, demonstrasi, militerisme, yang ada hanya ayunan cangkul ke tanah bahkan diiringi derai tawa dan senyuman menentramkan serta kenyamanan antara sesama anak bangsa.&lt;br /&gt;Sungguh bangsa ini akan lebih mantap dalam membangun jika saja semangat kebersamaan seperti saat mengevakuasi korban bencana bisa berlanjut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan semangat kebersamaan yang utuh. Wallahu'alam bishshowab.&lt;br /&gt;[&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;ConanDetektifKeadilan&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-280440820252450789?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/280440820252450789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/280440820252450789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/12/inspirasi-dari-kampung-jemani.html' title='Inspirasi dari kampung &quot;JEMANI&quot;'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-7990064803572785470</id><published>2007-12-31T08:27:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T03:32:33.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Bisa Menjadi Pembelajaran Politik Bagi Partai Lainnya</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;.         &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://pks-jateng.or.id/new/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=19" target="_blank" onclick="window.open('http://pks-jateng.or.id/new/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=19','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="PDF"&gt;      &lt;img src="http://pks-jateng.or.id/new/templates/modular_plazza/images/pdf_button.png" alt="PDF" name="PDF" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://pks-jateng.or.id/new/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=19&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://pks-jateng.or.id/new/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=19&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak"&gt;       &lt;img src="http://pks-jateng.or.id/new/templates/modular_plazza/images/printButton.png" alt="Cetak" name="Cetak" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://pks-jateng.or.id/new/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=19&amp;amp;itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://pks-jateng.or.id/new/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=19&amp;itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="E-mail"&gt;      &lt;img src="http://pks-jateng.or.id/new/templates/modular_plazza/images/emailButton.png" alt="E-mail" name="E-mail" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="70%"&gt;      &lt;span class="small"&gt;        Ditulis Oleh Ningsih      &lt;/span&gt;             &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;      Senin, 10 Juli 2006    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;strong&gt;PK-Sejahtera Online&lt;/strong&gt;: David Khalid (Artis) : Saya punya harapan khusus semoga PKS menjadi pembaharu bagi masa depan negeri ini, karena PKS mempunyai visi dan misi kedepan yang baik. Saya berharap kedepan, apalagi dengan hadirnya Tabloid Sejahtera , PKS bisa menjadi pembelajaran politik bagi partai lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya Tabloid Sejahtera DPP PKS yang berisikan informasi aktivitas PKS di legislatif maupun di masyarakat, mendapat respon positif dari berbagai kalangan, baik dari kader maupun simpatisan PKS. Berikut ini adalah komenter mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Khalid (Artis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya harapan khusus semoga PKS menjadi pembaharu bagi masa depan negri ini, karena PKS mempunyai visi dan misi kedepan yang baik, serta berani ‘melawan arus’. Saya berharap kedepan, apalagi dengan hadirnya Tabloid Sejahtera , PKS bisa menjadi pembelajaran politik bagi partai lainnya. Secara umum dari mulai lay out sudah cukup bagus, ide dan isunya pun bagus. Tambahkan info DPP kepada DPW atau info daerah ke DPP sehingga ada forum silaturahim antar kader, juga jangan melulu info politik saja, hadirkan rubrik ringan seperti kartun islami, komedi ringan dan hadis Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edi Kuncoro (Bendahara DPP PKS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media seperti ini sudah cukup di nanti-nantikan oleh para kader dan konsituen PKS, karena bagaimanapun kita sangat butuh sarana informasi. Sehingga informasi tentang apa saja yang terjadi dan keputusan apa saja yang sudah diambil oleh PKS dapat tersosialisasikan. Para kader dan konsituen menjadi mantap dan tahu tentang kinerja PKS Oleh karena itu sangatlah tepat kehadiran Tabloid ini, walaupun dikatakan sebagaian orang mengatakan terlambat, tapi saya berharap tim media center Bahumas bisa langgeng dan menjamin distribusinya sampai kepada kader dan konsituen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Nugraha (Mantan Pemred Suara Keadilan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Suara Keadilan saat masa Partai Keadalian dulu sangat efektis. Saya berharap untuk Tabloid Sejahtera mampu menjadikan nasrul fikroh yang baik, sebagai wadah sosialisasi dan informasi tentang kinerja DPP, legislative dan kinerja kewilayahan yang bersipat positif. Untuk itu DPP harus mau ‘membuang uang’ (subsidi red) untuk membiayai media ini, Saya berharap kedepan Tabloid Sejahtera mampu mengkaji lebih dalam lagi dan mempunyai sisipan berita kedaerahan seperti system Radar sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di update abs 31 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-7990064803572785470?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7990064803572785470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7990064803572785470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/12/bisa-menjadi-pembelajaran-politik-bagi.html' title='Bisa Menjadi Pembelajaran Politik Bagi Partai Lainnya'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-104233230881823423</id><published>2007-12-30T03:34:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T03:37:51.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Klarifikasi Fitnah Terhadap PKS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="intro"&gt;PKS tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang berisi hujatan maupun pengharaman terhadap peringatan Maulid, Tahlilan, Barjanji yang dilakukan oleh ummat Islam di Indonesia penganut Ahlul Sunnah Wal jamaah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span class="pol"&gt;PK-Sejahtera&lt;/span&gt; Online:&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; RISALAH UNTUK MENGOKOHKAN UKHUWAH DAN ISHLAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;DPP PKS bersyukur kepada Allah SWT dan menyampaikan penghargaan yang tulus kepada pimpinan PB NU dan PP Muhammadiyah, yang telah bersepakat untuk menghadirkan kondisi yang kondusif bagi ummat dan perbedaan keduanya dalam penentuan I Syawal 1428 H / Hari Raya ledul Fitri disikapi dengan semangat saling menghormati agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah menguatnya semangat berukhuwah dan bertoleransi terhadap perbedaan &lt;em&gt;furu'iyah&lt;/em&gt;. DPP PKS prihatin dengan masih terus disebarkannya beragam informasi yang tidak bertanggung jawab seperti pengedaran selebaran atau fotokopi-an yang mengatasnamakan DPD/DPP PKS, juga melalui ceramah atau pengajian yang bisa menjadi fitnah terhadap PKS, dan dapat mengganggu iklim ukhuwah yang sedang dijalin serta dikhawatirkan dapat mengurangi kekhusyu'an beribadah puasa. Untuk itulah DPP PKS perlu menyampaikan klarifikasi dan keterangan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tak seperti kelompok yang disebut sebagai Wahabi, PKS adalah Partai politik yang beraktifitas di NKRI, yang menjadikan partai sebagai sarana/washilah untuk berdakwah dan menyebarkan yang ma'ruf dengan tetap menghormati perbedaan &lt;em&gt;furu'iyah&lt;/em&gt;, mengedepankan ukhuwwah dan memahami bahwa &lt;em&gt;ikhtilaf ijtihad&lt;/em&gt; bisa menjadi rahmat. Karenanya melakukan tabdi' (membid'ahkan) dan takfir (mengkafirkan) para ulama apalagi para Wali songo yang sangat berjasa itu bukanlah Manhaj PKS yang menganut &lt;em&gt;Ahlus Sunnah Wal Jama'ah&lt;/em&gt;. Karenanya PKS tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang berisi hujatan maupun pengharaman terhadap peringatan Maulid, Tahlilan, Barzanji yang dilakukan oleh ummat Islam di Indonesia penganut &lt;em&gt;Ahlul Sunnah Wal jamaah&lt;/em&gt;. Jadi fotokopi-an surat edaran yang mengatasnamakan DPP tanpa ada yang menandatanganinya dan menggunakan kop yang berbeda itu adalah palsu dan merupakan fitnah terhadap PKS. Maka tidak aneh bila kader PKS seperti DR Nur Mahmudi Ismail yang juga adalah Walikota Depok, menyelenggarakan peringatan Maulid dengan penceramah K.H Zainuddin MZ dan Habieb Rizieq Shihab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PKS dalam melakukan aktifitasnya selalu mementingkan pengamalan prinsip tasamuh dan ta'awun dan berorientasi kepada &lt;em&gt;khidmatul ummah&lt;/em&gt; dengan tetap menghormati kekhasan dari masing-masing organisasi maupun pilihan hasil ijtihadnya, selama ia memang mempunyai rujukan di dalam Al-Quran, Assunnah maupun mazhab &lt;em&gt;ahlu sunnah wal jamaah&lt;/em&gt;, apalagi banyak kader dan simpatisan PKS berasal dari berbagai macam latar belakang ormas keagamaan, seperti dari NU, Muhammadiyah. DDII, Persis, PUI, Hidayatullah dan lain-lain. Karenanya PKS tidak akan pernah mengeluarkan doktrin untuk mengambil alih apalagi menguasai Masjid, jadwal Khotib, Rumah Sakit, Sekolah atau amal usaha milik organisasi lain. PKS bahkan menginstruksikan kepada seluruh kademya untuk membantu ummat yang menjadi korban gempa di Yogjakarta dan lain-lain dengan berkomunikasi dengan para donatur untuk membangunkan/membangun kembali Masjid-masjid yang diwakafkan misalnya kepada Muhammadiyah di Prambanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PKS sebagai organisasi politik tidak memiliki sekolah maupun Radio partai, memang kader-kader PKS banyak yang bergerak dalam bidang pendidikan maupun media, tetapi tidaklah seluruh sekolah yang berlabel ISLAM TERPADU dikelola oleh kader PKS, tetapi kalau ada Radio yang selalu menyiarkan ajaran tentang pengkafiran/ pembid'ahan Wali songo apalagi Syeikh Abdul Qodir Al-jailani, sebagai mana isu yang beredar, pasti bukan dari kader/simpatisan PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PKS menyadari sepenuhnya bahwa dirinya seperti juga organisasi yang lain, bukanlah kelompok yang ma'shum. Ia hanyalah sekumpulan manusia yang bisa melakukan kesalahan, maka untuk hal-hal yang tidak menjadi kebijakan partai tetapi di lapangan dinilai telah menimbulkan masalah di tengah sebagian ummat, kami mohon maaf lahir dan bathin. PKS tetap berkomitmen untuk mendengar serta menerima nasihat, agar terjadi ishlah, agar ukhuwwah Islamiyah dapat terjaga guna menguatkan &lt;em&gt;ukhuwwah wathoniyah &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; ukhuwwah basyariyah&lt;/em&gt;. PKS menyadari bahwa ada pihak-pihak tertentu yang suka mengadu domba di antar ummat, yang tidak senang bila ummat Islam berukhuwwah, sehingga dapat berperan lebih produktif untuk mewujudkan NKRI yang berdaulat jaya dan raya di tengah persaingan global itulah NKRI yang &lt;em&gt;baldatun thoyyibatun warobbun ghafur&lt;/em&gt;. Untuk itu PKS, juga berharap dari pihak yang lain, selalu siap untuk berta'awun, saling tabayyun, mengokohkan silaturahim, untuk menghentikan penyebaran fitnah dan menggantinya dengan ukhuwwah, untuk menghentikan pecah belah di antara ummat agar berbagai komponen ummat lebih dapat berta'awun untuk merealisasikan kemaslahatan yang lebih besar bagi masyarakat di Negara tercinta Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah klarifikasi ini disampaikan, &lt;em&gt;in uridu ilia al ishlaha ma ishtatho'tu wa ma taufiqi ilia billah alaihi tawakkaltu wa ilaihi unibu..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Jakarta, 15 Ramadhan 1428 H 27 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ir. H. Tifatul Sembiring&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Presiden PKS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KH. DR. Surahman Hidayat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketua Dewan Syariah Pusat PKS&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="small"&gt;&lt;b&gt;Pengirim:&lt;/b&gt; Ningsih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="small"&gt;&lt;b&gt;Update:&lt;/b&gt; 30/12/2007 &lt;b&gt;Oleh:&lt;/b&gt; abs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-104233230881823423?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/104233230881823423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/104233230881823423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/12/klarifikasi-fitnah-terhadap-pks.html' title='Klarifikasi Fitnah Terhadap PKS'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3742678160908587165</id><published>2007-12-29T09:41:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T03:44:11.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>Peringati Satu Tahun Gempa, PKS Gelar Pelayanan Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="intro"&gt;Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) PKS Klaten Ahmad Wahyudi mengatakan, walaupun setahun sudah bencana berlalu, kepedulian dan perhatian dari semua pihak masihlah sangat dibutuhkan untuk membangun kembali kehidupan masyarakat seperti semula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="pol"&gt;PK-Sejahtera&lt;/span&gt; Online:&lt;/b&gt; Tak mau terjebak pada kegiatan seremonial belaka, PKS memperingati tepat satu tahun bencana gempa bumi Yogya-Jateng dengan menggelar Pos Pelayanan Kesehatan (PosKes) di tujuh kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Klaten Jateng, Ahad (27/5). DPD PKS Klaten sebagai penyelenggara kegiatan menitikberatkan layanan tersebut di kecamatan-kecamatan yang dinilai masih membutuhkan bantuan. Diantaranya, kecamatan Prambanan, Jogonalan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas dan Juwiring. Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) PKS Klaten Ahmad Wahyudi mengatakan, walaupun setahun sudah bencana berlalu, kepedulian dan perhatian dari semua pihak masihlah sangat dibutuhkan untuk membangun kembali kehidupan masyarakat seperti semula. “Kondisi masyarakat masih banyak yang belum pulih seperti semula” Di Prambanan, tempat asal kelahiran Presiden PKS Dr Hidayat Nur Wahid, Poskes dilakukan bekerjasama dengan Puskesmas Kebon Dalem Lor. Selain itu, di kawasan yang sama, diadakan pula penyuluhan Demam Berdarah dan Bazar pakaian murah. Sementara di Jogonalan, Poskes disertai dengan pemberian bingkisan dari DPC PKS setempat. Bingkisan berupa kain sarung dan handuk tersebut harapannya dapat dimanfaatkan oleh warga dalam keseharian. Masyarakat terlihat antusias menyambut kegiatan refleksi gempa ini. Bahkan di Juwiring, secara sukarela, masyarakat ikut mempersiapkan kegiatan Poskes dengan pengadaan tempat periksa, pendirian deklit, dan bantuan swadaya lainnya yang dibutuhkan. [Bahumas PKS Klaten]&lt;br /&gt;&lt;span class="small"&gt;&lt;b&gt;Pengirim:&lt;/b&gt; Ningsih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="small"&gt;&lt;b&gt;Update:&lt;/b&gt;  29/12/2007 &lt;b&gt;Oleh:&lt;/b&gt; abs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3742678160908587165?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3742678160908587165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3742678160908587165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/12/peringati-satu-tahun-gempa-pks-gelar.html' title='Peringati Satu Tahun Gempa, PKS Gelar Pelayanan Kesehatan'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-6732906975775219523</id><published>2007-12-28T10:46:00.000+07:00</published><updated>2007-12-31T21:52:40.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SUAP DAN KORUPSI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;BERJATI DIRI SIAP MEMBERANTAS KORUPSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="bab"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;republika -&lt;/b&gt; Dalam salah satu  biografi Khalifah Umar bin Abdul Azis, disebutkan bahwa pungutan liar (al-Maks)  sesungguhnya adalah kejahatan yang dilarang Allah (Abdullah bin Abdul Hakam,  Gema Insani Press, 2003). Khalifah yang dijuluki ''Penegak Keadilan'' itu  mengutip Surat Huud ayat 85 yang berkisah tentang Nabi Syu'aib AS, ''... dan  janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu  membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Orang-orang  yang berbuat jahat itu, kata Umar, sering menggunakan istilah lain. Dalam  praktik kehidupan sehari-hari kita, ada banyak istilah tentang pungutan. Begitu  pula dengan suap. Modus dan nilainya pun bermacam-macam. Mulai dari yang paling  sederhana, bernilai ribuan rupiah --ketika kita melanggar lalu lintas,  misalnya-- sampai miliaran rupiah dengan modus yang amat canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dalam  bahasa Arab juga ada kata risywah (suap). Kata ini, antara lain, dapat ditemukan  dalam sebuah hadis yang bernada ancaman keras, ''Arrosyi wal murtasyi fin naar  (Pemberi dan penerima suap [sama-sama berada] di neraka).''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dalam  biografi Umar juga disebutkan tentang kesaksian seseorang bernama Umar ibn  Muhajar. Ia mengisahkan, ''Seorang lelaki mendatangi Umar bin Abdul Azis dengan  membawa apel dan dia tidak mau menerimanya. Dikatakan kepada Umar, 'Dulu,  Rasulullah SAW menerima hadiah.' Umar menjawab, 'Itu untuk Rasulullah dan untuk  kita adalah risywah (suap), dan aku tidak memerlukan itu'.'' Di negeri kita,  praktik suap, pungutan liar, juga tindak pidana korupsi, sudah umum dilakukan  orang. Seakan itu bukan lagi perbuatan jahat yang dikutuk Allah. Tindak korupsi  dengan menilep harta rakyat sudah dianggap kuno. Masih sangat banyak modus  canggih yang, bahkan, tidak terdeteksi oleh perangkat hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Alquran dan  hadis mengatur hukum perolehan harta, kedudukan, kegunaan, dan  pertanggungjawabannya. Pada harta inilah terletak kelemahan besar manusia. Allah  berfirman, ''Dan sungguh manusia itu sangat cinta pada harta kekayaan yang  banyak.'' (QS 100: 8). Cinta manusia pada harta adalah jenis cinta buta. Mudah  membuat lalai, tamak, bahkan tega berbuat keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam telaahnya tentang  hukum harta, KH Ahmad Azhar Basyir MA (mantan ketua PP Muhammadiyah), mengungkap  dimensi akhlak, iman, dan takwa (1993). Memakan harta secara batil (korupsi atau  menerima suap), katanya, akan merusak akhlak, iman, dan takwa. Allah  memperingatkan dalam surat An-Nisaa' ayat 29, ''Wahai orang-orang yang beriman,  janganlah kamu makan harta sesamamu dengan jalan batil (tidak sah), kecuali  dengan perniagaan atas dasar sukarela di antara kamu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada hakikatnya  tak ada harta yang bisa dimiliki manusia tanpa campur tangan Allah. Manusia  menerima bagian dari Allah atas kehendak Allah juga. Siapa yang menilep bagian  seseorang atau banyak orang, ia telah berbuat batil. Ketika kebatilan dilakukan  secara kolektif seperti banyak terjadi di negeri kita ini dan tanpa sadar,  mungkin, kita pernah ikut melakukannya kita tak perlu menunggu hari akhir untuk  menerima hukuman dari Allah. Bukankah negeri ini rusak parah karena korupsi?  &lt;b&gt;[EH Kartanegara]&lt;/b&gt; &lt;img src="http://www.blogger.com/images/c.gif" height="1" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;MARI BERANTAS KORUPSI  BERSAMA KAMI!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;MULAI DARI DIRI SENDIRI !!!&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;MULAI DARI YANG SUAP/KORUPSI YANG KECIL !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MULAI SAAT INI JUGA, JANGAN DITUNDA - TUNDA !!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-6732906975775219523?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6732906975775219523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6732906975775219523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/12/suap-dan-korupsi.html' title='SUAP DAN KORUPSI'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-6436472731466953667</id><published>2007-12-10T02:35:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T02:43:38.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rihlah'/><title type='text'>Desa - Desa Wisata di Klaten</title><content type='html'>&lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;1. Desa Wisata Janti&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;Desa wisata Janti Polanharjo adalah sebuah desa yang memiliki debet air cukup tinggi sehingga penduduk dapat memanfaatkan pekarangannya sebagai kolam tempat pemancingan, dimana hasil pencingan langsung dapat dinikmati dengan memanfaatkan jasa penduduk setempat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Disini anda dapat temukan kolam renang, wisata pertanian dan dekat dengan obyek wisata sumber air Ingas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;   Jarak dari kota  : ± 17 Km&lt;br /&gt;Spesifikasi  : wisata air, air disini sangat bersih dan digunakan sebagai wisata pancingan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;2. Desa Wisata Paseban Bayat &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Desa Paseban Bayat merupakan dataran tinggi atau pegunungan disini dapat anda temukan tempat makam salah seorang tokoh penyebar agama Islam yaitu, Sunan Tembayat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai Ageng Pandanaran disamping itu juga didukung tempat-tempat kerajinan (kerajinan topeng kayu, keramik, batik tulis dan lain-lain) dan kesenian Campursari dan yang tak kalah menariknya bagi kawula muda adalah raga atau Wisata Traking Jabalkat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;3. Desa Wisata Krakitan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Krakitan dengan obyek wisata Jombor Permainya sebagai salah satu tujuan wisata di daerah tersebut yang didukung dengan warung apung dengan menu masakan ikan air tewar juga terdapat wisata Agro, pengrajin hiasan dinding dari batu dll.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;4.Desa WIsata Jimbung Kalikotes &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Desa Wisata Jimbung Kalikotes dengan obyek andalan sebuah sendang yang diyakini dapat memberikan tambahan rejeki yaitu, Sendang Bulus Jimbung.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Desa ini memiliki sebuah pegunungan kapur yang cukup menarik untuk kegiatan panjat tebing, yang diatasnya ada sebuah bangunan rumah tua yang dihuni oleh demit sehingga masyarakat menyebutnya rumah demit.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Didesa ini terdapat juga budidaya burung jalak uren, cucak rowo dan lain-lain dan juga pembuatan gamping dan batu bata, bahan pembuat rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;5. Desa Wisata Melikan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Desa Wisata Melikan adalah sebuah desa yang penghasilan masyarakatnya dari pembuatan keramik sehingga menarik perhatian Prof. Kawasaki warga Negara Jepang, karena cara pembuatannya dengan teknik putaran miring yang merupakan budaya ketimuran karena sebagian pengrajinnya kebanyakan wanita disini juga terdapat Guide House, wisata Hutan, kesenian campursari, larasmadya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Jarak dari kota  : ± 15 Km&lt;br /&gt;Spesifikasi : desa ini banyak masyarakatnya membuat gerabah tradisional, maupun yang telah menjadi barang hiasan dan pembuatnya menggunakan gaya putaran miring dengan bahan baku tanah liat yang dibakar.&lt;br /&gt;Hasil produksi : kendi, gentong, vas bunga, celengan, pot bunga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Desa Wisata Soran &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Desa Wisata Soran Duwet Ngawen merupakan sebuah desa yang mayoritas warganya berkesenian rakyat sehingga setiap saat anda dapat menikmati alunan Gejog Lesung, tari-tarian, dan kesenian yang lain dan juga ada wisata pertanian dan aneka ragam kerajinan penduduk setempat seperti kerajinan wayang kayu, wayang kulit.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Desa ini menyediakan Home Stay yang dapat menampung puluhan wisatawan yang menginap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; Spesifikasi : masih banyaknya kehidupan masyarakat yang tradisional (pembuatan batu bata, genting dll) dan juga banyak kesenian yang terdpat di sana (gejog lesung, tari gabyong, wayang kulit, karawitan dll)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;7. Desa Wisata Keprabon &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Desa Wisata Keprabon, Polanharjo disini banyak terdapat pengrajin dari tanduk kerbau untuk membuat kerajinan Lambang Garuda, Pipa rokok, Cempurit, Asbak, Sisir, Enthong, Tusuk Konde dan lain-lain.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Desa wisata ini dekat dengan obyek wisata air Ingas Cokro.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;   Jarak dari kota  : ± 25 Km&lt;br /&gt;Spesifikasi : banyak terdapat pengrajin dari tanduk untuk membuat lambing Garuda, Cempurit, Sabak, Pipa rokok, Tusuk Konde, Sisir dan Entong&lt;br /&gt;Jumlah pengrajin ± 70 unit dan melibatkan ± 290 tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;8. Desa Wisata Pokak Ceper &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Pokak Ceper sebuah desa dengan obyek wisatanya Sendang Sinongko, didukung dengan kerajinan Replika Mobil dan lain-lain.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Desa ini mempunyai kegiatan ritual bersih sendang dengan penyembelihan kambing yang mencapai ratusan ekor.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;   Jarak dari kota  : ± 7 Km&lt;br /&gt;Spesifikasi : kehidupan masyarakatnya masih sangat sederhana / tradisional dan masih menjunjung budaya adat tradisional setempat (upacara bersih desa) dan disini juga terdapat banyak pengrajin replika motor mobil dll dari limbah kayu.&lt;br /&gt;Jumlah pengrajin ± 60 orang&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;9. Desa Wisata Ponggok&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Ponggok Polanharjo desa ini mempunyai kolam renang yang memanfaatkan sumber mata air, karena dekat dengan obyek wisata Sumber Air Ingas, ada juga wisata pertanian dan perikanan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;10. Desa Wisata Jatinom&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Jatinom Kecamatan Jatinom dengan obyek andalannya Makam Kyai Ageng Gribig tokoh penyebar agama Islam, juga ada wisata Agro, Kampung Kuno, Museum Asmat dan Masjid kuno, Sendang Pelampeyan, dan yang tak kalah menariknya adanya upacara Tradisional Penyebaran Apem atau yang lebih dikenal dengan sebutan Yaqowiyu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ada juga peninggalan Kyai Ageng Gribig yang lain yang terletak di Desa Krajan yaitu Oro-oro tarwiyah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu de Desa Krajan juga terdapat Wisata Agro dan Wisata Air.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan di Desa Gedaren Jatinom dapat kita temukan wisata agro, bangunakan bnagsal dan dekat dengan obyek wisat Makam KA. Gribig.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;9. Desa Wisata Juwiring&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Juwiring merupakan salah satu desa yang banyak mempunyai keanekaragaman wisat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Didaerah Serenan banyak pengrajin kayu jati dan olahan, yang letaknya berada ditepi Bengawan Solo, banyak kita temukan pengrajin Tatah Sungging, dan juga ada untuk tempat pemancingan, wisata agro.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Desa Wisata Tanjung juga banyak kita temukan pengrajin paying, wisata agro, dan berada dekat dengan pasar tradisional.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;   Jarak dari kota  : ± 25 Km&lt;br /&gt;Spesifikasi  : terdapat banyak pengrajin payung tradisional (dari kayu dan kertas) yang berguna untuk hiasan dan    dekorasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;10. Desa Wisata Tegal Mulyo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Tegal Mulyo Kemalang Wisata Desa dengan jelajah gunung, gua Jepang, Gua Sapu Angin, dekat obyek eisata Deles Indah, wisata Agro, Kluster Merapi.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;11. Desa Wisata Siderejo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Siderejo Kemalang Wisata jelajah gunung, dekat obyek wisata Deles INdah, Gumuk Petung, Bekas Pesanggrahan Paku Buwono X.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hotel, losmen, wisata agro.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;12. Desa Wisata Plawikan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Plawikan Gondangwinangun Jogonalan desa dengan obyek andalannya Musium Gula Jawa Tengah, Pabrik Pembuatan Gula, Lokomotip kuno, Home Stay dan Resto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;13. Desa Wisata Ceper&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Dimas Ceper adalah desa yang juga masih menjunjung tinggi budaya dari leluhur dengan upacara tradisionalnya Tanjung Sari, desa ini juga ada wisata agro, pengrajin souvenir dan lain-lain.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan didesa Wisata Batur Ceper banyak kita temukan pengrajin cor logam dan juga ada wisata agro.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;14. Desa Wisata Sorobayan Pedan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Sobrobayan Pedan, banyak kita temukan pengrajin tenun ikat, wisata agro dan juga pasar tradisional.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;15. Desa Wisata Bugisan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Wisata Bugisan Prambanan sebuah desa didekat obyek wisata Candi Prambanan, terkenal dengan kesenian Kuda Lumping, Prin Sedapur dan juga didukung oleh kerajinan topeng dan juga ada wisata agronya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Jarak dari kota  : ± 15 Km&lt;br /&gt;Spesifikasi : desa ini mempunyai kesenian tradisional Jatilan yaitu tari tradisional yang menggambarkan tentang keprajuritan pada waktu perang perang merdeka naik kuda kepang / kuda lumping yang dikendalikan oleh seoran pawong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;16. Desa Wisata Manisrenggo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Didesa Wisata Manisrenggo dapat kita temukan Bumi Perkemahan Kepurun dan Wisata Agro yang terletak didesa Sapen.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sedang di Desa Katik, merupakan desa yang terkenal dengan seni ketoprak dan juga ada warung makan Yati Pesek.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dapat kita temukan juga monument Parata yang terletak di Desa Kepurun Manisrenggo..&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-6436472731466953667?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6436472731466953667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/6436472731466953667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/12/desa-desa-wisata-di-klaten.html' title='Desa - Desa Wisata di Klaten'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-7641277272312967175</id><published>2007-10-24T03:06:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T03:13:31.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>Kebijakan SPP gratis di Klaten masih belum jelas</title><content type='html'>&lt;span id="ctl00_mPopup_WUCComPSFriend1_spDetail"&gt;&lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="204" width="588"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" height="39" valign="top" width="588"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td align="left" valign="top" width="588"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;Klaten (Espos) - &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Kebijakan pembebasan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) untuk siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sederajat pada tahun 2008 di Klaten masih simpang siur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td align="left" height="37" valign="top" width="588"&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Meski jajaran eksekutif telah legawa menggeser program pendidikannya dari seragam gratis menjadi SPP gratis itu, namun, masih terjadi tarik ulur di kalangan DPRD setempat via internal Komisi IV.&lt;br /&gt;Sri Widada, anggota Komisi IV, kepada Espos, Rabu (24/10), mengungkapkan masih ada anggota komisi yang bersikeras mengganti alokasi dana SPP gratis itu ke pengadaan seragam gratis. Hingga kemarin, berdasarkan informasi yang diterimanya belum ada keputusan jelas soal penganggaran program itu.&lt;br /&gt;"Nanti dilihat saat pembahasan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sekitar Desember 2007. Kalau masih ada yang tidak sependapat, biasanya dilampirkan semuanya dengan tambahan catatan. Tapi kalau memang nanti tiba-tiba diubah, saya tetap akan menolaknya," kata Widada saat ditemui di ruang Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS).&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, sebelumnya Pemkab Klaten berencana membebaskan pengadaan satu stel seragam sekolah SD-SMA, swasta dan negeri. Belakangan, program tersebut diganti dengan rencana pembebasan SPP seluruh siswa SMP negeri di Klaten.&lt;br /&gt;Anggota komisi IV lainnya, Bagyo Supriyanto justru bersikukuh soal pengadaan seragam gratis. Bagyo bahkan telah mengklaim alokasi SPP gratis dibatalkan dan diganti dengan pengadaan satu stel seragam itu.&lt;br /&gt;"Karena SPP gratis tidak bisa menjamin beban biaya sekolah masyarakat berkurang. SPP itu dalam bentuk subsidi, bila seperti itu, ada kemungkinan RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah-red) naik. Masyarakat tetap bayar," terang dia.&lt;br /&gt;Lagi pula, bila SPP gratis tetap diberlakukan, akan muncul rasa iri dari masing-masing sekolah, mengingat pembebasan hanya berlaku bagi SMP negeri. Dilihat dari sisi anggaran pun, seragam gratis satu stel justru lebih murah ketimbang SPP gratis. "Seragam gratis itu satu stel total Rp 14 miliar, sementara SPP gratis total sekitar Rp 26 miliar," aku dia.&lt;br /&gt;Disinggung adanya nuansa proyek, Bagyo membantahnya. Dia hanya berharap, minimal masyarakat bisa langsung menikmati bantuan tersebut.&lt;br /&gt;Sementara Sri Widada mengatakan, kenaikan RAPBS memang wajar. Namun demikian, tugas selanjutnya justru berada di tangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&amp;amp;K). Dinas P&amp;amp;K lanjutnya, sebaiknya membuat batasan-batasan sejauh mana kenaikan itu realistis. Artinya, perlu ada penentuan sistem lanjutan setelah pelaksanaan SPP gratis tersebut, agar tidak membebani masyarakat. - &lt;b&gt;haa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-7641277272312967175?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7641277272312967175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7641277272312967175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/10/kebijakan-spp-gratis-di-klaten-masih.html' title='Kebijakan SPP gratis di Klaten masih belum jelas'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-5922799125683134932</id><published>2007-10-23T02:43:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T03:25:55.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>PKS Klaten Silaturahmi ke Muhammadiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;b&gt;Klaten, CyberNews&lt;/b&gt;. Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan      Sejahtera Kabupaten Klaten mengadakan silaturahim ke pengurus Daerah      Muhammadiyah Klaten. Silaturahmi dimaksudkan untuk merintis kerja sama dan      sinergi kegiatan dakwah masyarakat.     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengawali lawatan antar lembaga ini, pengurus PKS Klaten yang terdiri      dari Ketua dan Pengurus Harian DPD, Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), Dewan      Syariah Daerah (DSD), anggota legislatif di FPKS DPRD Klaten yang kesemuanya      ada 10 orang mengadakan silaturahmi ke PD Muhammadiyah. Mereka disambut oleh      Ketua PDM Klaten Drs H Subiyanto &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketua DPD PKS Klaten dr Yudi B Prabawa mengutarakan maksud silatuharmi.      Disambung oleh Ketua FPKS DPRD Klaten Masykuri Nanang P ST, yang      menyampaikan harapannya bahwa adanya silaturahim dapat menjadi sarana antar      dua lembaga dakwah ini untuk saling bersinergi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Muhammadiyah tentu lebih memahami kultur masyarakat Klaten sehingga      pengenalan terhadap medan dan pola pendekatan dakwah lebih baik," katanya      dalam paparan pers kepada &lt;i&gt;Suara Merdeka CyberNews&lt;/i&gt;, Selasa (23/10).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adanya perbedaan yang terjadi antar lembaga dakwah ini, menurut pihak      Muhammadiyah disebabkan karena perbedaan metode dakwahnya semata.      Muhammadiyah lebih cenderung bergerak dengan gaya &lt;i&gt;ngemong&lt;/i&gt;, sedangkan      PKS yang didominasi generasi muda terkadang bergerak dengan cepat yang      dirasakan agak kurang pas untuk masyarakat Klaten khususnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Harapannya dengan adanya perbedaan karakter dakwah tersebut, maka      diharapkan tercipta pola hubungan untuk saling mengingatkan dan bisa saling      mengisi," tandas Subiyanto.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Subiyanto, PKS saat ini sudah memiliki peran dalam perpolitikan      di Indonesia. Kondisi ini sangat berpotensi untuk membawa PKS tidak murni      lagi memegang asas dakwah Islam. Dimana hal tersebut dikhawatirkan      melalaikan PKS dari fungsi &lt;i&gt;amar ma’ruf nahi munkar&lt;/i&gt; yang menjadi dasar      dari partai dakwah tersebut. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia menambahkan Muhammadiyah adalah organisasi massa yang tidak memihak      pada salah satu parpol. Muhammadiyah memberi kebebasan pada kadernya untuk      aktif di parpol manapun. Dalam hal ini Muhammadiyah memberikan bekal politik      bagi kader yang aktif di parpol manapun dengan salah satu programnya, dengan      tujuan nilai &lt;i&gt;amar ma’ruf nahi munkar&lt;/i&gt; akan tetap dapat diperjuangkan      dimanapun kader tersebut bergerak aktif. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; ( &lt;b&gt;imam m djuki/cn05&lt;/b&gt; ) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-5922799125683134932?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5922799125683134932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/5922799125683134932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/10/pks-klaten-silaturahmi-ke-muhammadiyah.html' title='PKS Klaten Silaturahmi ke Muhammadiyah'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-7103527684478042814</id><published>2007-10-13T03:03:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T03:05:39.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>Ketua MPR &amp; Bupati Klaten open house</title><content type='html'>&lt;span class="intro"&gt;Klaten Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid dan Bupati Sunarna SE menggelar open house di Klaten, secara terpisah, Sabtu (13/10). Bupati Klaten menggelar open house-nya di rumah dinas (Rumdin) Bupati, sementara Hidayat Nur Wahid menggelar acara silaturahmi itu di Dukuh Kadipaten Lor, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open house itu dilakukan Hidayat di kediaman ibunya, Hj Siti Rahayu. “Memang ini kali pertama saya ada di Klaten sebelum Lebaran. Biasanya, Lebaran di Jakarta, open house langsung digelar di Jakarta pula,” tutur dia.&lt;p&gt;Sementara itu, Bupati ketika ditemui Espos di sela-sela acara, mengungkapkan, open house itu digelar untuk mendekatkan rakyat dengan dirinya. Dia tak ingin, Rumdin terkesan angker bagi masyarakat dan membuat mereka enggan menginjakkan kaki ke rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="small"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.solopos.com/berita.php?ct=1926&amp;amp;d1=klaten" target="_blank"&gt;Solo Pos&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengirim:&lt;/b&gt; Supriadi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-7103527684478042814?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7103527684478042814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7103527684478042814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/10/ketua-mpr-bupati-klaten-open-house.html' title='Ketua MPR &amp; Bupati Klaten open house'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-7178624740803195656</id><published>2007-09-23T10:38:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T03:41:38.821+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>FPKS protes razia KTP di Klaten,</title><content type='html'>&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Klaten (Espos)&lt;/strong&gt;-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Klaten memprotes keras pelaksanaan razia kartu tanda penduduk (KTP) yang digelar tim penegakan peraturan daerah (Perda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Mereka menilai pelaksanaan razia itu tak dibarengi dengan kesiapan dan komitmen aparat Pemkab dalam melayani publik untuk pembuatan KTP yang efisien. ”Masih ditemukan di sejumlah daerah untuk membuat KTP butuh waktu lama,” ujar Ketua FPKS, Masykuri Nanang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ditemui di ruang fraksi, pekan lalu, Nanang mengatakan belum adanya komitmen pembuatan KTP secara efisien itu terasa ironis ketika Pemkab menggelar razia. Pengenaan denda sekitar Rp 22.000, lanjut Nanang, justru menjadi beban masyarakat mengingat mereka masih kesulitan mendapatkan KTP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Heriyono Adi Anggoro&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-7178624740803195656?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7178624740803195656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/7178624740803195656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/09/fpks-protes-razia-ktp-di-klaten.html' title='FPKS protes razia KTP di Klaten,'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-3345291228439379716</id><published>2007-09-10T02:27:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T02:56:31.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>Dana Gempa " Di Sunat "</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:Blue;"&gt;Ada Warga Korban Gempa Terima Rp 3,5 Juta Harus Tanda Tangan Rp 6,5 Juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Semarang, Kompas - DPRD Jawa Tengah memutuskan membentuk tim khusus untuk melacak langsung ke warga korban bencana gempa di Kabupaten Klaten. Tim itu terkait ditemukannya praktik penyunatan dana bantuan untuk rehabilitasi rumah sebesar Rp 6,5 juta lebih per rumah yang ternyata diterima warga hanya Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta per rumah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pembentukan tim itu diputuskan setelah Komisi D (Pembangunan) DPRD Jateng, Kamis (1/3) melakukan rapat dengan jajaran Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Jateng. Rapat dipimpin Ketua Komisi D Rukma Setya Budhi juga dihadiri Kepala Bapermas Hastuti. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Tim dibentuk DPRD bukan bersifat mencari kesalahan pihak lain, melainkan ini bagian dari fungsi pengawasan legislatif. Dana APBD untuk bantuan korban gempa di Klaten jumlahnya besar, jadi perlu ada pengawasan agar tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak," kata Rukma Setya Budhi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Hastuti sebelumnya menjelaskan, dana alokasi bantuan korban gempa itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jateng Tahun 2006 yang jumlah seluruhnya mencapai Rp 7 miliar. Dana tersebut dibagikan penerima sebanyak 1.010 keluarga yang rumahnya rusak berat akibat bencana gempa Mei 2006. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dia mengemukakan, secara administrasi pembagian dana bantuan sesuai dengan alokasi, yakni Rp 6,5 juta per orang. Bantuan itu diberikan setelah melalui proses pendataan dan pengecekan kembali data yang terkumpul untuk memastikan penerima benar-benar warga korban gempa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Anggota DPRD, M Riza Kurniawan mengatakan, pembagian dana bantuan itu jangan sampai diselewengkan. Alokasi dana APBD 2007 untuk bantuan korban gempa di Klaten telah meningkat menjadi Rp 20 miliar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Anggota DPRD Mahmud Mahfudz yang berasal dari Klaten menuturkan, pihaknya menemukan kejanggalan dalam prosedur pencairan dana bantuan korban gempa. Dana gempa berasal dari APBD 2006, mestinya diselesaikan Desember 2006. Praktiknya, pemberian bantuan itu masih diberikan Februari 2007, ketika warga memprotes adanya praktik penyunatan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dikatakan, ada delapan warga di Desa Karangduwet yang hanya menerima bantuan sebesar Rp 3,5 sampai Rp 3,7 juta, padahal mereka menandatangani bukti pengeluaran Rp 6,5 juta. Mantan kepala desa di Klaten bahkan mengaku hanya menerima dana Rp 135 juta, padahal seharusnya Rp 195 juta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Pengakuan warga ini menjadi indikator penyimpangan dana bantuan itu. Hal ini sebagai akibat belum adanya sosialisasi dan pengawasan terhadap aliran dana tersebut sehingga warga terkejut tiba-tiba harus menyetujui pemberian uang," ujar Mahfudz dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. (WHO)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-3345291228439379716?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3345291228439379716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/3345291228439379716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/09/dana-gempa-di-sunat.html' title='Dana Gempa &quot; Di Sunat &quot;'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-2966447891822862373</id><published>2007-08-09T03:16:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T03:18:06.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>PKS Minta Masyarakat Ikut Awasi Pemerintah</title><content type='html'>&lt;span id="ctl00_mPopup_WUCComPSFriend1_spDetail"&gt;&lt;table cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="topic_title"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="topic_cat"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="topic_date"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klaten&lt;/span&gt; - FPKS DPRD Klaten menghimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi kinerja pemerintah, termasuk dalam menyusun anggaran belanja daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan anggota DPRD II Kabupaten Klaten Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS) Masykuri Nanang Purnawan dalam ageda resesnya bertemu masyarakat desa Gajihan, Pandes, Wedi, Rabu (8/8) di rumah Bp Prapto Slamet Raharjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masykuri Nanang memaparkan, fungsi dan peranan dewan/legislatif dalam pemerintahan yaitu bersama–sama dengan pemerintah menyusun anggaran, menyalurkan serta mengawasi kinerja pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan sekitar 150 peserta yang terdiri dari warga RW 14 desa Gajihan, kader simpantisan PKS, serta perwakilan dari BPD (Badan Perwakilan Desa) desa Pandes, Wedi, Masykuri Nanang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta untuk menyampaikan segala uneg-unegnya baik itu terkait masalah pertanian, pendidikan, penegakan hukum, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, kata Nanang, regulasi penentuan anggaran belanja daerah (APBD) dimulai dari usulan rakyat melalui musrenbangdes yang dilanjutkan ke musrenbangcam kemudian akan dijadikan dasar penentuan APBD oleh pemerintah dan DPRD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dewan bersama pemerintah membuat Perda (peraturan Daerah) guna mengatur berjalannya sistem pemerintahan yang lebih baik. Masyarakat juga berhak untuk mengusulkan sistem yang dirasa lebih pas untuk diterapkan kepada pemerintah atau dewan," katanya dalam siaran pers Media Center DPD PKS Klaten, Kamis (9/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung regulasi pelaksanaan APBD yang kurang tertata, Masykuri Nanang mengatakan selalu ada keterlambatan pelaksanaan proyek. "Soal perbaikan jalan misalnya, APBD telah disahkan paling lambat bulan Maret, idealnya 2-3 bulan ke depan proyek bisa segera dikerjakan namun seperti tahun ini sampai bulan Agustus pelepasan tender pengerjaannya pun belum kunjung usai," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi mesti sampai kapan akan dikerjakan? Pun misalkan telah dikerjakan selalu saja gagal mencapai target waktu penentuan, ujung-ujungnya menelorkan anggaran sisa. Tentu suatu prestasi dikala sisa ini karena penghematan yang bisa diupayakan,” tegas Nanang.( mh habib shaleh/Cn08 )&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img src="http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/images/elements/_spacer.gif" height="1" width="5" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="ctl00_mPopup_WUCComPSFriend1_spSumber"&gt;&lt;table cellpadding="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="topic_title"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/" target="_blank" class="topic_title"&gt;SuaraMerdeka&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-2966447891822862373?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2966447891822862373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/2966447891822862373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/08/pks-minta-masyarakat-ikut-awasi.html' title='PKS Minta Masyarakat Ikut Awasi Pemerintah'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4609454654047141427</id><published>2007-02-23T02:49:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T02:53:17.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Propinsi'/><title type='text'>Indikasi Pemotongan Bantuan Makin Jelas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="smIsi"&gt;&lt;p id="mulai"&gt;&lt;b&gt;SEMARANG-&lt;/b&gt; Dugaan pemotongan dana bantuan APBD Jateng sebesar Rp 7 miliar untuk korban gempa Klaten semakin kuat. Jumlah penerima bantuan yang mencapai 1.010 keluarga ternyata masing-masing hanya memperoleh dana berkisar Rp 6,5 juta. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;''Tidak benar kalau ada yang beralasan kemungkinan dana bantuan itu dibagi rata seperti raskin. Sebab penerima bantuan tetap 1.010 keluarga. Ironisnya jumlah yang diterima warga bervariasi. Ada yang Rp 3 juta, Rp 3,5 juta dan ada pula yang Rp 4 juta,'' ungkap Koordinator Gerakan Peduli Keadilan (GPK) Klaten Suradji, Selasa (20/2).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Suradji bersama anggota GPK lain mengadukan persoalan dugaan pemotongan dana bantuan korban gempa Klaten kepada FPKS DPRD Jateng, kemarin. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kelompok itu juga membantah pernyataan Kepala Bapermas Jateng. Warga yang menerima bantuan kurang dari Rp 6,5 juta pun tetap harus menandatangani kuitansi yang bernilai Rp 6,5 juta. Ada pula warga yang tidak dimintai tanda tangan kuitansi, yakni terjadi di Desa Pesu dan Desa Canan, Kecamatan Wedi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; ''Jadi berdasarkan penelusuran kami, tidak ada yang menerima penuh. Akan tetapi sekarang kita dapat informasi ada beberapa warga yang sudah mulai ditambahi uang untuk &lt;i&gt;nggenepi&lt;/i&gt; senilai Rp 6,5 juta,î ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;b&gt;Janggal&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Dia menilai, besaran dana bantuan untuk korban gempa Klaten sejak awal ada kejanggalan. Dari pemprov diperoleh informasi dana bantuan Rp 7 miliar, lalu setiap keluarga akan memperoleh bantuan Rp 6,5 juta. Tapi dari Kantor Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Klaten dikatakan besarnya bantuan dari pemprov hanya Rp 6,5 miliar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Ditanya proses pemotongan bantuan itu terjadi di mana, Suradji tidak berani membeberkan secara pasti. Meski demikian, ia menyatakan yang menyerahkan bantuan ke warga adalah kepala desa setempat. Tapi ternyata ada kepala desa yang menerima dari KPM hanya Rp 4,5 juta.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Anggota GPK lain, Muslih menyatakan, sebelum ke FPKS, pihaknya sudah ke Bapermas Jateng untuk meminta data sasaran bantuan korban gempa. Namun Kepala Bapermas tidak ada di tempat. Anggota FPKS Mahmud Mahfud yang pertama kali mengungkap kasus pemotongan dana bantuan Klaten tersebut meminta Komisi D segera memanggil Bapermas guna dimintai keterangan. (H7,G17-64)   &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4609454654047141427?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4609454654047141427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4609454654047141427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2007/02/indikasi-pemotongan-bantuan-makin-jelas.html' title='Indikasi Pemotongan Bantuan Makin Jelas'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5118511418800134815.post-4883261363557712778</id><published>2007-02-14T02:57:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T03:03:24.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Daerah'/><title type='text'>PKS Klaten Punya Kantor Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="intro"&gt;Klaten- “Rencana pembangunan kantor baru ini sebenarnya sudah sejak tahun 1998, namun baru terealisasi sekarang,” kata Ketua DPD PKS Klaten, dr. Yudi B. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah mengumpulkan dana dari para kader selama sembilan tahun, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Klaten akhirnya memiliki sekretariat baru, yang beralamat di Jalan Srigading, Perak Jamalan, Tonggalan, Klaten. Sekretariat terdiri dari 2 aula dan 7 ruang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Rencana pembangunan kantor baru ini sebenarnya sudah sejak tahun 1998, namun baru terealisasi sekarang,” kata Ketua DPD PKS Klaten, dr. Yudi B.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Peresmian sekretariat yang sekaligus menjadi markas dakwah PKS Klaten ini berlangsung Ahad lalu (11/2), oleh Ketua MPR RI, HM Hidayat Nurwahid, disaksikan oleh tokoh masyarakat, Pengurus DPW PKS Jateng, segenap Pengurus DPD dan DPC PKS se-Kabupaten Klaten&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada kesempatan itu, Hidayat menyampaikan penghargaan kepada seluruh kader dan pengurus DPD PKS Klaten yang telah mengikhlaskan sebagian rezekinya hingga terwujud sebagai sebuah bangunan kantor. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yudi berharap sekretariat yang dibangun selama tiga bulan ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan untuk kader dan simpatisan PKS, tetapi juga efek kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bersamaan dengan proses peresmian ini, di tempat yang sama turut digelar pula aksi donor darah yang bekerjasama dengan PMI cabang Klaten.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="small"&gt;&lt;b&gt;Pengirim:&lt;/b&gt; Supriadi &lt;b&gt;Update:&lt;/b&gt;  25/02/2007 &lt;b&gt;Oleh:&lt;/b&gt; Navis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5118511418800134815-4883261363557712778?l=pks-ngawen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4883261363557712778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5118511418800134815/posts/default/4883261363557712778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pks-ngawen.blogspot.com/2008/01/pks-klaten-punya-kantor-baru.html' title='PKS Klaten Punya Kantor Baru'/><author><name>pks ngawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07756514952762600020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_puZzkJrhnc0/SKt1zTdSfmI/AAAAAAAAAQQ/hBIkb6u1-QA/S220/08_pks_hp2.gif'/></author></entry></feed>
